
"sampai sekarang masih pura - pura gak peduli sama aku" kata ku dalam hati.
" apa mungkin aku harus lebih agresif" kata ku
"he,,,he,,he,," sambil melamun
" kyaaa,,, " teriak ku.
" Ana,,, kamu kenapa??" tanya Yogi.
" eh,,, e,,e,tidak apa - apa" kata ku
"iya benar aku siana, tidak akan menyerah gitu aja" kata ku dalam hati sambil memasak di dapur.
" la,,,la,,,la,,,la,,la,,,"
" Yogi turunlah, makanan sudah siap" kata ku.
Yogi pun turun dan duduk di meja makan.
"TARAA!! kelihatan enak kan??" kata ku sambil senyum-senyum.
" ya, kayaknya enak nih," kata Yogi.
" bikin ngiler" kata Yogi dalam hati
"ini kue stroberi buatan ku, ayo dimakan" kataku.
"nyam,," satu suapan Yogi.
"UGH,, HOEEK" dalam hati yogi
Yagi tiba - tiba diam dan raut wajahnya berubah.
" kenapa? gak enak?" tanya ku
"E,,,, enak,, kok" jawab Yogi
"oh,ya? lain kali aku bikin lagi buat kamu" kataku penuh semangat.
__ADS_1
"AHK!!!JANGAN! NGAK USAH! lain kali aku yang bikin saja" kata Yogi
" Ah,, benarkah? ku tunggu nih" kata ku senang.
"*ah,, senangnya kelihatannya kami sudah saling memahami" kataku dalam hati.
" kenapa kuenya rasanya kaya semir sepatu, mending aku yang bikin saja lain kali, dari pada harus di paksa makan kue ini lagi" kata Yogi dalam hatinya*.
" BLAM,,,, DERR," suara pintu terbuka dan tertutup dengan kerasnya.
aku dan Yogi terpaku dan heran melihat Yuri pulang.
" ah,, sudah pulang?" tanyaku
" gimana sekolah?" tanya Yogi
" ah,,, baik" kata Yuri tidak bersemangat.
" mukanya kok pucat?" kataku penuh tanya.
" coba kutengok dia dulu" kata Yogi
" aish,,apa thu??? kenapa banyak sekali?" kata Yogi.
disisi lain Yuri masuk keruangan Simon.
" nggak ada yang ingin kamu jelaskan padaku?" tanya Yuri pada Simon.
"pip,,, pip,,, syur,,syur,,,, " suara PlayStation
Simon sontak berhenti .
" ah,, kebetulan kamu datang, sini temani aku, sepi gak seru main sendirian" kata Simon.
" KENAPA KAMU LAKUKAN ITU??!!!"teriak Yuri.
" kenapa berbicara seperti itu didepan yang lain?!" tanya Yuri sambil menahan tangis.
" lho, Kitakan memang tinggal serumah" kata Simon santai.
__ADS_1
"kan aku sudah pernah bilang untuk merahasiakan!! gara - gara ini aku jadi kena banyak masalah! apa kamu tau itu?!" kata Yuri.
" kenapa gak protes sama mereka saja" kata Simon yang masih main PlayStation.
"pip,,, pip,,, tak,,tak,, " suara game.
" aku gak ngerti, sebenarnya apa salahku?" kata Yuri
"kenap kamu selalu mempersulit ku?!" kata Yuri.
"DUAAR,,,,YOU DIE" suara game.karna sudah kalah Simon melempar stik game ke kursi.
" cuma iseng" kata Simon jawaban Simon dari semua pertanyaan Yuri.
Yuri terdiam dengan jawaban Simon.
" cu,,, cuma iseng,,,,,?" Kata yuri sambil menahan tangisnya.
" iya,, memang ada alasan lain?" kata Simon.
Yuri pun pergi dengan tetesan air matanya.
" *dia mempermalukan ku, sungguh menyebalkan" kata Yuri dalam hati.
malam hari dihari itu*.
" Yogi,,, Iki baju mu sudah aku siapkan" kata ku sepenuh hati.
" rapi kan?he,,he,,he" kataku sambil senyum.
" ah,, terima kasih. tapi kamu nggak perlu repot-repot" kata Yogi.
" Aduh! repot apanya? Kitakan suami istri!!" kata ku.
aku menyodorkan baju tidur yang telah kurapikan pada Yogi.
" tapi kenapa tiba-tiba,,,,?" tanya Yogi.
" pasti ada sesuatu, kenapa tiba-tiba dia jadi baik,apa yang telah aku lakukan,ya? " kata Yogi dalam hati.
__ADS_1