
" Hiro,,," panggil Gio.
" Hiro,,," panggil Mia
" hei, tok apa - apa begini?" tanya Mia.
" syukurlah,,,," kata Hiro.
"syukurlah,,, dia selamat,,?!" kata Hiro sambil mengangis.
Tiga hari kemudian setelah Rina di operasi.
" kenapa dia belum sadar juga? padahal pengaruh obat biusnya sudah hilang, apa ada bagian lain yang sakit ,," kata mama sambil mengecek tubuh ku.
" mama,,, tenanglah" kata papa.
" lihatlah, raut wajahnya terlihat kesakitan, ,, kita harus panggil dokter?!" kata mama.
" tenang dulu, Rina sedang berjuang, jadi kita hanya bisa menunggu,?!" kata papa.
" Hiro,, Hiro,,, HIRO,,," panggil ku.
" Rina, kamu sudah sadar,, ?!" kata mama mendekatiku.
" Rina?! Rina, ini mama?!" kata mama.
" Hiro,,Hiro,,, Hiro" panggil ku dalam keadaan tak sadarkan diri dan mengeluarkan air mata.
mamaku langsung menelfon Hiro dan memintanya untuk kerumah sakit segera. tak lama kemudian terlihat Hiro berlari kedalam rumah sakit.
" BIBI,,?!" panggil Hiro terengah-engah.
" apa terjadi sesuatu pada Rina?!" tanya Hiro.
" bibi, mohon Hiro,," kata mama Rina.
" dia belum sadar setelah operasi, dia terus tertidur dan mengigau, memanggil namamu,,,?!"kata mama.
Hiro terbelalak mendengar kata-kata mama Rina, dia pun masuk ke kamar dimana aku dirawat. Hiro melihat Ku yang terbaring dikasur, dan dia pun mendekat dan menggenggam tanganku. dengan lembut aku merasakan genggam tangannya yang seolah merarikku dalam mimpiku, aku pun terbangun dan melihat Hiro duduk di sebelahku.
" Rina?!" panggil Hiro lembut.
" hi,,,ro?!" panggil ku menahan sakit.
" syukurlah kamu baik - baik saja, bagaimana perasaanmu? ada yang sakit?" tanya Hiro.
" ugh,,, aku gak apa-apa,,?!"kataku sambil menahan sakit.
" gak apa-apa gak usah ditahan, pasti salurkan?!" kata Hiro.
Hiro berdiri dan berkata " aku akan memanggil dokter dan memberi tahu bibi" katanya.
__ADS_1
spontan aku Manarik lengan baju Hiro dan berkata " tunggu, Hiro jangan pergi,," kataku.
" tenanglah, aku segera kembali,,?!" kata Hiro.
" uh,,," kataku menahan sakit.
" apa?" kata Hiro.
" aku,,," kataku
" aku ingin,,," pintaku
" aku ingin dipeluk" kataku ke Hiro.
spontan wajah Hiro memerah.
" ka,, kamu bicara apa sih?,, saat seperti ini?! apa kamu tau bagaimana kondisimu saat ini?!" kata Hiro yang malu.
" habis,,,, aku,,,mungkin akan mati,?!" kataku pada Hiro.
" bodoh,, bicara apa kamu?!" kata Hiro.
" rasanya seperti mau hilang, , aku takut,," kataku.
" aku gak mau mati tanpa terikat dengan orang yang ku sukai, aku gak ingin berakhir begini saja,,, aku ingin terus mengingat Hiro,,!!! aku juga ingin Hiro tau semua tentangku,,," kataku.
" Nggak mau" teriak Hiro
" ku mohon,,, aku nggak tau yang akan terjadi setelah ini,, aku ingin menjaga baik - baik perasaan kita saat ini" pintaku pada Hiro.
" ku mohon,," kataku.
" aku mencintaimu.." kataku
setelah mendengar itu Hiro mendekatiku memeluk dan menciumku. aku ingin waktu bisa berhenti saat ini. aku tak ingin berpisah, aku ingin bersama Hiro selamanya
" Rina,," suara papa dari luar.
aku dan Hiro dari luar.
" mama, sedang apa disitu? nggak masuk?" tanya papa
" papa,,?!" kata mama.
" lihat,, papa beli boneka kesukaan Rina! dia suka gak ya?!" kata papa.
" biar ku letakkan didekat bantalnya" kata papa.
" tu,, tu,, tunggu dulu!! jangan sekarang!" kata mama.
" eh,, kenapa?" tanya papa
__ADS_1
" pokoknya jangan" kata mama.
" apa maksudnya? jangan - jangan Rina sudah mening,,,," kata papa terhenti.
" BODOH!!!BUKAN ITU!!! dia sedang sibuk,, eh,, maksudku dia sedang tidur" kata mama.
"mama kenapa sih?" kata papa.
" duh,, kita tunggu disini saja" kata mama,,
" ehh,,deh,," kata papa
aku dan Hiro yang mendengar bereka dari dalam pun tertawa.
" mood-nya jadi hilang deh,,?!" kata Hiro.
" dasar papa,,padahal ini momen terpenting terakhirku.. uhuk,,,"kataku.
" tenang saja,Rina pasti sembuh. jadi jangan bicara seolah-olah ini yang terakhir..." kata Hiro sambil memelukku.
" demi kita berdua,,,, kalau sudah sehat kita bisa melakukan sesuka kita.." kata Hiro.
"' iya,," jawabku.
" jadi hari ini tidur begini saja" kata Hiro yang tidur di sebelahku.
" uhuk,, uhuk,, uhuk,,," aku batuk.
" kamu gak papa?" tanya Hiro.
" iya," kataku.
" sebentar lagi Hiro lulus,," kataku
" iya,?!" jawab Hiro.
" begitu musim semi kita gak bisa ketemu lagi?!" kataku.
" iya, " kata Hiro.
" Gita akan terpisah jauh?!" kata Hiro.
aku pun tertidur diperlukan Hiro.
" aku ingin ikut pergi" kataku dalam benakku.
" aku ingin membawanya pergi" kata Hiro dalam hati
" tapi aku yang sekarang cuma akal jadi beban untuk Hiro, namun aku takut berpisah dengannya. aku ingin bersamanya" kataku dalam hati.
" aku ingin menjadi lebih kuat agar kami bisa bahagia" dipikiran kami berdua.
__ADS_1