Kumpulan Cerpen Romansa

Kumpulan Cerpen Romansa
PERFECT episode 2


__ADS_3

" huft,,,?!" aku tak bisa konsentrasi belajar karna Rama duduk di sebelahku.


" Stella,, kenapa menghela nafas begitu?" tanya Yuri


" Yuri,, orang yang ku ceritakan tadi pagi itu Rama,,?!" kata ku lirih


"APAA,,,,,,?!" teriak Yuri


" bagus dong akhirnya temanku bakal melepas masa jomblo akutnya,,,hahha" kata Yuri sambil tertawa.


" sialan, tapi entah kenapa dia seperti membenciku,?!" kataku


" itu, cuma perasaanmu aja coba kamu dekati dia,,?!" kata Yuri.


" tapi,, ,,,?!" kataku terhenti karna pikiran ku melayang kemana-mana.


" sudahlah,, ayo kita ganti baju dulu sebentar lagi kelas pak mono,,,?!" ajak Yuri.


setelah berganti baju dengan baju olahraga kami langsung pergi kelapangan. entah kenapa seakan Rama selalu menghindari tatapanku saat kami tak sengaja bertatapan.


" sial,,, sebenarnya kenapa sih anak itu,,, apa aku sudah bikin salah ya tadi pagi, seingat ku aku hanya memperkenalkan diri dan dia kabur begitu saja,,," pikiranku jadi kacau gara - gara Rama.


aku mendekati Rama saat dia istirahat,


" emt,, anu,," kataku


Rama hanya menatapku dalam diamnya.


"nie,, buat kamu, terimakasih tadi pagi sudah bantu aku, " kataku sambil melempar botol minum ke tangannya, aku pun bergegas pergi meninggalkannya. Rama yang hanya terdiam melihatku pergi , benar - benar membuatku kesal. Aku sempat berfikir apa sih kurangnya diriku sampai dia menghindari ku terus.

__ADS_1


" sebal....?!" gumam ku.


" sudahlah,, ayo nanti pulang sekolah kita makan destre di kafe KIA?!" ajak Yuri yang melihat aku sedang kesal dan kecewa.


" gak usah,, aku hari ini mau langsung pulang saja?!" jawab ku.


aku pun meninggalkan Yuri, aku merasa letih akhir-akhir ini. aku juga rindu mama dan papa. sudah lama mereka tak berkunjung menemui ku.


" ahhh,,, apa mereka lupa punya anak aku? aku kan anak satu-satunya mereka...?!" gumam ku sepanjang perjalanan pulang.


sesampainya di rumah


" ahh,, dimana kunciku?!" gumamku panik. aku mencari didalam tasku tapi tak menemukannya. " apa aku ambil kunci cadangan saja ya dan masuk lewat jendela" pikirku. tapi saat hendak naik ke balkon dan masuk lewat jendela ternyata susah, tak semudah dalam pikiran ku.


" hey,, kamu sedang apa?!" tanya seorang tiba - tiba.


" seperti aku kenal suara ini?" pikirku. aku pun menoleh dan teryata benar seperti dugaan ku.


" eh,, kok gak sakit,,?!" saat aku membuka mata teryata Rama menangkap ku agar aku tak jatuh.


" kamu gak papa?!" tanyanya.


" emm,, eh,, aku gak papa, makasih?" kataku


" tap,, tapi kenapa kamu ada disini?? apa kamu mengikutiku?!"tanyaku.


" aku tinggal disini?" katanya singkat.


" AAAPAAA....?!" teriakku.

__ADS_1


" jadi,,, kamu anak Tante Hilma???" tanyaku.


" iya,?" jawabnya.


" emt,,, aku ?!" kataku terhenti


" kamu anak Tante Silvi kan?!" katanya.


" kamu kenal ibuku?" tanyaku.


" iya, aku dulu sering diajak main kerumah mu?!" katanya.


" apa iya?? kenapa aku gak ingat?? tapi kenapa seolah-olah kamu gak kenal aku?!" kataku.


"les cafards "katanya


" hey,,, tunggu.?!" perintah ku


" apa lagi?!" katanya


" bisa bantuin aku???" kataku.


" masuklah ke rumahku dan bukakan pintu dari dalam. kunciku hilang?!" pintaku.


"les cafards ..." katanya sambil menghela nafas.


" click,, click" suara pintu terbuka.


" ahh,, terima kasih ya Rama." kataku.

__ADS_1


Rama hanya diam saja dan langsung masuk kedalam rumahnya. aku juga gak begitu peduli. sifat Rama yang dingin membuat aku semakin penasaran.


__ADS_2