
" tapi sampai sekarang masih belum ada kemajuan...!!"
" aku sudah berusaha keras memperlakukannya dengan baik..! ku kira sudah ada harapan..."
" tapi dia gak merasa malu dengan kejadian dikamarmandi kemarin. bener - bener gak berperasaan!! kami ini beneran nikah gak sih??!!!" kataku dalam hati.
" aku tau dia dari dulu cuek tapi kali ini masalahnya berbeda kita kan sudah menikah,," gumam ku sendiri sambil menghela nafas.
saat makan pun suasana terasa canggung. aku dan dia hanya diam. bahkan saat mata kami saling bertatapan Yogi langsung memalingkan mukanya.
pikiranku semakin kacau dengan sikap yogi.
" mungkin dia kecewa dengan bentuk tubuhku. nggak,, wau nggak sempurna tapi tubuhku kan gak sejelek itu?! gimana bisa tahu isi hatinya ya?!" pikiranku
" apa mungkin selama ini aku kurang berusaha,,,," gumam ku sendirian.
lebih baik aku coba ganti suasana aja dan merapikan kamar.
" Taraaaa!!! gimana ? karena cuaca cerah begini, aku jadi mengganti suasana kamar" kataku
" wah, sprei ya manis! kasurnya terlihat empuk sekali. bagus ya? kakak beruntung, deh" kata Yuri.
" hehe, iyakan" kataku sambil tersenyum.
" nah, kamu nggak butuh ini lagi kan? waktu itu aku lihat kamu bisa tidur nyenyak tanpa pakai ini" kataku sambil memegang penutup mata.
" penutup mata?" kata Yuri bingung.
"kakakmu itu orangnya cuek, tapi jadi sensitif waktu tidur. apa gak sesak pakai beginian?" kata ku sambil menyimpan penutup mata dalam laci.
" tapi dulu kakak gak pakai penutup mata kan?" tanya Yuri pada Yogi.
__ADS_1
" kok pakai itu kak apa gak bisa tidur?" tanya Yuri lagi
" nggak papa kok" jawab Yogi.
" Apa?!jadi dulu dia gak pernah pakai penutup mata?" kataku yang tercengang dalam hati.
setelah kejadian pagi tadi aku terus memikirkan nya." *jadi Yogi memakai penutup mata setelah menikah dengan ku? begitulah? sebenarnya kenapa? duh pikiranku kacau"
set,,,set*,,
"mau kemana?" tanyaku.
"mau tidur diruang baca lagi?" tanyaku lagi.
" nggak, kok. aku cuma nggak bisa tidur. jangan dipikirkan" kata Yogi.
" aku tau kamu mau tidur di sofa kan? sudah beberapa hari ini kau lakukan itu?!" kataku.
" bukan begitu,!?" kata Yogi
" aku sudah tau sebelum menikah denganku, kau gak butuh ini, tapi setelah menikah kamu menggunakan penutup mata ini," kataku
" kenapa? kamu gak nyaman sekamar denganku?" tanyaku sedih.
" kalau gak nyaman kenapa gak bilang saja sejak awal padaku?!" kataku.
" bukan itu maksudku, Siana?!" kata Yogi
" sudahlah, jangan bicara apa- apa lagi.kamu bisa tidur disini." kata ku sambil berdiri.
" tapi,," kata Yogi.
__ADS_1
" ini kamarmu, aku akan tidur dikamar tamu" kataku.
aku berjalan menuju pintu, tiba - tiba Yogi meraih tanganku.
" dengarkan penjelasan ku dulu,," kata Yogi.
aku melepaskan tanganku dari tangan Yogi dan pergi meninggalkannya. aku pergi ke kamar tamu dan menangis disana.
setelah kejadian itu aku selalu menghindari yogi. Entah karna marah atau kecewa yang jelas aku selalu menghindar bertemu dengannya. sampai akhirnya ku menulis sepucuk surat untuknya yang ku tinggalkan di kamarnya.
pagi hari saat bangun tidur. Yogi menemukan sepucuk surat dimeja dan membacanya.
*Dear Yogi
maaf aku yang tak mengerti mu,
maaf aku yang egois selama ini, memaksamu selalu disisiku,
maaf kan aku Yogi. aku tak bisa begini terus. maaf aku harus pergi seperti ini.
semoga saat aku kembali nanti hubungan ini bisa jadi lebih baik. tapi maaf sekarang aku harus pergi.
jaga dirimu baik-baik suamiku tercinta.
Siana*
setelah membaca surat itu Yogi mencoba menghubungi ku. sampai akhirnya dia menulis SMS padaku
Siana aku akan menunggu mu kembali. Aku mencintaimu istri ku.
membaca SMS itu aku hanya menangis dan bahagia. " sampai jumpa lagi Yogi. " kataku dalam hati. dan pergi meninggalkan kota itu.
__ADS_1