
Setelah kejadian sore itu aku semakin giat belajar, bahkan ajakan kencan Sion pun aku tolak. aku selalu pulang sore dan jarang bertemu Sion. suatu ketika Sion melihat aku pulang sangat larut dari sekolah. dia pun menghampiri ku.
" kenapa akhir-akhir ini dengan mu?" tanya sion.
" aku harus lebih giat belajar aku tak mau kamu kesana sendirian" jawab ku.
mendengar itu Sion hanya diam dan aku tak tau apa yang ada dipikirannya. Sion hanya mengantarku pulang dan pergi begitu saja.
Hari berikutnya disekolah, ada segerombolan anak laki-laki yang menyapaku seperti hari - hari biasanya. tak lama kemudian ada anak laki-laki yang tak asing mendekatiku. Benar itu anak yang digerbang sekolah waktu itu.
" halo, kak Yuri?" sapa nya.
" ehh,, kamu sekolah disini juga?!" tanyaku basa - basi.
" iya, aku pindah kesini agar bertemu denganmu.?!" katanya.
Sion yang mendengar itu langsung menghpiriku.
" hey, adik kecil, dia ini pacarku?!" kata Sion.
" tak masalah karena sebentar lagi kamu akan ke Prancis jadi aku bisa mendekatinya saat itu," katanya.
" kak Yuri pertimbangankan aku untuk jadi pengganti saat pacarmu pergi ya, aku siap?!" katanya.
" dia milikku?!" kata Sion dan tiba - tiba Sion menciumku.
__ADS_1
" panggilan untuk Sion Rajendra. harap segera keruang guru" penggumuman dari mikrofon sekolah.
" siapa yang mengadukanku?!" kata Sion.
" aku ikut dengan mu" kataku.
aku dan Sion pergi keruang guru tapi hanya Sion yang masuk aku menunggunya diluar.
saat Sion keluar aku mendekatinya dan bertanya " ada apa?!" tanyaku.
Sion hanya diam. aku semakin binggung.
" kenapa kamu diam saja?!" tanyaku.
" Minggu depan aku harus berangkat ke Prancis?!" jawab Sion.
" berita bagus, akhirnya kamu bisa berangkat" kataku singkat.
Sion memelukku dan berkata " aku tidak akan pergi meninggalkanmu."
mendengar itu aku meras sedih.
" tapi ini kesempatan terakhir mu, ini impian mu" kata ku.
" aku tak bisa pergi sendiri tanpamu" kata Sion.
__ADS_1
"kamu sudah menunda keberangkatan mu dua kali karna ku, kali ini kamu harus pergi" kata ku.
aku pun pergi meninggalkan Sion karna tak bisa menahan tangis. Tapi aku sadar ini kesempatan mewujudkan impiannya belajar di Prancis. sepanjang malam aku sangat gelisah sampai tak bisa tidur.
Keesokan harinya di sekolah.
" Yuri," sapa anak laki-laki
aku hanya tersenyum dan terus berjalan.
" aku dengar Minggu depan pacarmu akan berangkat ke Prancis, bagaimana selama dia di Prancis kamu kencan dengan ku saja?!" kata laki-laki itu.
" aku tak kalah ganteng dengan Sion lho" kata laki-laki itu.
tiba - tiba Sion memukul laki-laki itu. aku pun melerai mereka.
" cukup Sion?!" teriak ku.
" kenapa?! Yuri kamu ngebela dia?!" tanya Sion, lalu pergi begitu saja meninggalkan ku.
aku mengikuti Sion sampai kelasnya, aku melihat Sion duduk dengan keadaan kesal.
"Sion,,?!" panggil ku. lalu aku memotong rambut ku didepan.nya. Mata Sion terbelalak kaget dengan tindakanku dia langsung berdiri.
" jangan khawatir, Sion?!" kataku. Sion mengerti maksudku dengan memotong rambutku. Sion pun langsung memeluk ku dan berkata " maaf Yuri, maaf atas tindakan bodohku" katanya. aku hanya tersenyum dan mengangguk.
__ADS_1
aku dan Sion hanya berpelukan tapi air mata kami tak kunjung reda, entah ini karna karna kami bahagia karena tau akan perasaan masing-masing entah karena sedih akan berpisah.