Kumpulan Cerpen Romansa

Kumpulan Cerpen Romansa
NAPOLEON episode 3


__ADS_3

ketika pulang sekolah.


" meli, lihat Yuri?!" tanya Sion


" dia sudah pulang duluan dari tadi,," kata meli.


" akhir - akhir ini dia kenapa ya Mel?!" tanya Sion.


" gak tau juga, akhir-akhir ini dia selalu pulang duluan" kata meli.


" aku kerumahnya saja" kata Sion.


" nomor yang anda tuju sedang tidak bisa menerima panggilan, silakan hubungi sebentar lagi." suara telepon Sion


karna tak bisa menghubungi ku Sion pun langsung ke rumahku.


Ting... tong bunyi bel.


" maaf, apa Yuri ada?!" tanya Sion.


" Yuri belum pulang Sion, apa mau tunggu didalam?!" kata mamaku.


" gak usah tante, saya pulang dulu kalau begitu?!" kata Sion.


sion pun berjalan pergi dan terus menghubungiku namun telpon tetap tak tersambung. akhirnya Sion duduk di taman yang sering kami kunjungi.


" Yuri, kamu dimana? kenapa denganmu?" kata Sion dalam hati.


" Sion,,,?!" panggil ku.


Sion menatapku dengan kaget. karna aku mengenakan baju Rose.


" kamu pernah berkata ingin menjadi Napoleon, makanya kamu ingin pergi ke Prancis," kata ku." tapi Napoleon mempunyai banyak selir meski mencintai Rose?!" kataku sambil menangis.


" Yuri,,?!" panggil Sion lembut.

__ADS_1


Sion pun berlari menghampiri ku dan memeluk ku lalu berkata, " Yuri, aku hanya ingin menjadi Napoleon, seorang pahlawan berkuda putih. tapi kamu tenang saja kamu akan satu - satunya Rose dalam hati ku" kata Sion.


mendengar perkataan Sion aku semakin menangis. Sion mengusap pipiku dengan lembut dan menciumku.


" Yuri jadi beberapa hari ini kamu menyiapkan ini?!" tanya Sion.


" emt,,?!" kataku sambil mengangguk.


" Sion, aku ingin menunjukan padamu bahwa aku akan menjadi Rose yang selalu mencintai Napoleon, hingga akhir hayatnya.?!" kata ku.


" Yuri, aku tak akan membiarkan mu menunggu ku terlalu lama," kata Sion.


" aku akan segera kembali,?!" katanya lagi.


" emt,,, aku akan selalu menunggumu kembali Sion,,?!" kataku.


"Je t'aime Yuri, attends que je rentre à la maison. "kata Sion.


("aku mencintaimu Yuri,tunggu aku kembali." kata Sion)


("aku juga mencintaimu Sion,,,?!" kataku)


kamipun berciuman, dan entah berapa lama kami berada di taman itu, tapi yang aku tau aku hanya ingin berada disampingnya, disisa waktu ini.


" aku berharap waktu berhenti saat ini" dalam pikiran kami.


" beberapa hari ini aku ingin membiasakan diri tanpa mu disisiku, maafkan aku karena membuatmu khawatir,,?!" kataku.


" dasar gadis bodoh, ?! seharusnya kamu habisin banyak waktu bersama ku?!" kata Sion.


"aku akan kesepian tanpamu disini Sion" kataku. Sion hanya memelukku erat.


Hari ini akhirnya datang, aku mengantar kepergian Sion kebandara. melepaskan nya untuk meraih impiannya.


" aku akan menelfon mu setelah sampai disana?!" kata Sion.

__ADS_1


" jaga dirimu baik-baik,,?!" kata ku.


" kamu juga" kata Sion.


kami saling berpelukan seakan enggan untuk berpisah.


Setelah kepergian Sion, setiap hari terasa sepi. meski yan lain dan Thomas mendekatiku, aku tetap setia dengan Sion. setiap hari kami selalu telfon dan Vidio call.


bahkan mengirim pesan setiap saat, meluangkan waktu memberi kabar setiap hari. Tak disangka sudah setahun kami terpisahkan jarak, dan baru kali ini Sion susah dihubungi. entah apa yang dia lakukan. aku hanya harus percaya padanya.


" yuri,,,?!" panggil meli memecahkan lamunan.ku.


" aku dengar hari ini ada murid pindahan dari luar negeri lho,,?!"kata meli.


" gak tertarik..?!" kataku.


aku dengan lesu menaruh kepalaku diatas bangku. bahkan saat murid baru dan guru itu masuk.aku tak memperhatikan.


" semuanya, kelas kita kedatangan murid dari luar negri hari ini,?!" kata bapak guru.


" nak silakan masuk dan perkenalkan dirimu,,?!"


"Bonjour à tous, je m'appelle Napoléon,,?!" katanya


(" halo semua, namaku Napoleon,,?!" katanya)


mendengar suaranya aku sontak tersadar itu adalah Sion. aku pun berlari dan memeluk Sion.


"tu me manques"kata kami bersamaan.


(" aku merindukanmu")


" hahh,,, ternyata murid lama yang pulang" teriak teman - teman kelas kecewa.


*tapi aku senang karena penantian Rose menunggu kepulangan Napoleon tak sia - sia. untuk bersama selamanya, dan tak kan terpisahkan lagi.

__ADS_1


TAMAT*


__ADS_2