
"Buk!! " teriak Rini.
Ibu Sri bak kesetanan berlari melompat mencengkeram Rini dengan erat berusaha menggigit lehernya. Layaknya zombie yang kelaparan, Ibu Sri terus mengeluarkan suara aneh. Ibu Sri menyentuh kalung emas biru seketika kesakitan hingga ia mundur ke belakang merasakan takut.
Risti memejamkan matanya dan sukmanya keluar dari tubuhnya melihat Ibu Sri tengah diselimuti aura gelap. Risti membacakan mantra kemudian ia masuk ke dalam tubuh Ibu Sri. Roh Ibu Sri tengah dirantai dan Risti dapat melihat dengan jelas bahwa Ibu Sri tengah kesakitan berusaha sadar.
"Ternyata kau memiliki sedikit kemampuan" ucap suara misterius.
Matanya berwarna merah darah dengan postur tubuh mengerikan tinggi besar. Risti merapalkan sesuatu dan telapak tangannya bersinar.
"Iblis laknat! Kembalilah kau ke neraka!! " marah Risti.
Cahaya yang ada di telapak tangannya bersinar terang membakar iblis yang menahan roh Ibu Sri.
"Meskipun kau keturunananya, kau tak akan pernah bisa melepaskan kutukan terkutuk ini!!"
"Arkhhhhhh...!!! "
Aura gelap menghilang dengan rantai yang mengikat roh Ibu Sri terlepas. Risti menghampiri roh Ibu Sri berusaha menyadarkannya dari pengaruh iblis.
"Buk!! " panggil Risti.
"Nak!! Jangan bersusah-susah payah menyelamatkanku, aku tidak akan selamat. Bebaskan jiwaku sepenuhnya, " ucap roh Ibu Sri sebelum menghilang.
Risti kembali dari kesadarannya membuka matanya melihat jasad Ibu Sri yang tergeletak tak jauh dari jasad Aldi. Rini menghampiri Risti yang menghirup nafas panjang-panjang
"Gimana mbak, Beliau meninggal ketika iblis itu keluar,"ucap Rini menjelaskan kejadian.
" Aku tahu, iblis itu belum musnah. Yang merasuki ibu itu hanyalah anak buahnya. Ikut aku cari Sandya, "ucap Risti menarik tangan Rini pergi dari pinggiran sungai mencari keberadaan Sandya.
Sandya berenang hingga sampai di depan pintu goa, saat ingin mendongak ke atas, ia melihat wajah wanita tepat berada di depannya. Sandya berteriak nyaring yang kemudian ari disekitarnya berubah warna menjadi merah.
Sandya berlari menjauhi air dan sampai di daratan. Sandya berusaha tenang akan hal gila yang dia hadapi dan menelusuri goa-goa yang memiliki jalan berliku-liku dan sempit.
" Aku tak mengerti hal gila semacam ini aku alami dan bagaimana bisa di dalam air memiliki goa yang begitu rumit, "keluh Sandya.
Ia menemukan sebuah ruangan cukup luas dimana peti mati besar berada di tengah-tengah. Sandya dengan hati-hati mendekati peti tersebut dan dengan sekuat tenaga mendorong tutup peti matinya. Betapa terkejutnya ketika ia melihat jasad perempuan yang masih utuh namun di dalam peti mati tersebut jelas tertanggal kematiannya.
" Tidak masuk akal! "ucap Sandya.
Jasad seorang wanita dengan perawakan yang mirip dengannya serta tanggal kematiannya yang sesuai dengan tanggal dan tahun dimana ia dilahirkan. Suara benda bergeser terdengar dan ruang kosong disekitar peti tersebut muncul peti tiga peti mati secara bersamaan. Sandya mendorong tutup peti secara bergantian dan ia terjatuh merasakan gemetar di seluruh badannya. Jasad dengan tanggal dan tahun yang sama dengan kelahiran Aldi, Risti maupun Rini. Sosok perempuan muncul melayang di udara memanggil Sandya.
"Sandya.... " panggilnya lirih.
Sandya yang mendengar namanya di panggil lantas mendongak ke atas.
"Siapa kamu? " tanya Sandya bergetar.
__ADS_1
"Aku adalah kamu dimasa lalu, " jawabnya tenang.
"Maksudmu? " tanya Sandya.
Arwah perempuan tersebut menunjuk jasad yang memiliki tanggal dan tahun yang sama dengan Risti dan Rini.
"Mereka yang menyelematkan jiwamu dengan menukar jiwa mereka untuk ikut serta dalam kutukan berdarah ini"
"Mereka sama sepertiku? " tanya Sandya.
"Benar, jika kutukan lahir mati ini tak terangkat maka kalian akan lahir dan mati bersama-sama dengan cara yang sama pula"
"Bagaimana cara agar dapat melepaskan kutukan ini? " tanya Sandya.
"Kamu harus menghancurkan akarnya"
"Siapa dalangnya? " tanya Sandya yang sudah tak sabar lagi.
"Atmo dan Joyo kutukan ini memiliki hubungan dengan mereka"
Sandya yang mendengarnya segera tahu apa yang harus ia lakukan sekarang yaknik kembali kerumah keluarga Atmo dan mencari sumbernya. Sandya menceburkan dirinya kembali ke dalam air berenang ke permukaan bersiap untuk kembali ke rumah keluarga Atmo.
Sandya keluar dari dalam goa berlari kerumah keluarga Atmo membelah rimbunnya rumput dan mengingat dimana arah keluarga Atmo.
"Sandya!! " panggil Risti dari kejauhan.
"Kita harus kembali ke rumah, " ucap Sandya.
Mereka menuju rumah keluarga Atmo. Kakek Sumarji melakukan ritual santet kepada Eyang Mariti namun seseorang menghentikannya yakni Abimanyu yang tengah dirasuki iblis keluarga Joyo.
"Marji! " panggil Abimanyu dengan suara terdengar besar.
Kakek Sumarji menoleh ke belakang dan mengabaikan kehadiran Abimanyu. Ia terus merapalkan mantra dengan kain lusuh yang menjadi inti ritualnya. Atap bangunan tersebut menyala akibat api yang muncul secara tiba-tiba dan hal mengejutkan terjadi ketika puluhan jasad di gantung di atap-atap langit.
Abimanyu melangkahkan kakinya mengeluarkan pisau yang sudah sedari tadi ia sembunyikan. Tusukan pertama ia lakukan pada kaki kakek Sumarji.
"Anak setan!! " marah kakek Sumarji.
Kakek Sumarji menyemburkan air dari mulutnya yang langsung mengenai wajah Abimanyu yang membuatnya kesakitan.
"Beraninya kau!! " marah Abimanyu.
Abimanyu melompat mencengkeram leher kakek Sumarji sembari mengacungkan pisaunya. Sandya dan yang lainnya telah sampai dan melihat kejadian itu.
"Hentikan! " marah Sandya.
Abimanyu menoleh ke arah sumber suara sembari menyeringai melihat kehadiran Sandya.
__ADS_1
"Keturunan Atmo terakhir! " ucap Abimanyu seakan berseru.
Tangan yang mengunci leher kakek Sumarji ia eratkan. Sandya memerintahkan Rini untuk mengeluarkan kalung sakti emas biru. Cahaya yang keluar dari kalung sakti emaa biru menyilaukan Abimanyu yang tanpa sadar melonggarkan kunciannya. Kakek Sumarji segera menyentuh dahi Abimanyu yang membuatnya kejang-kejang kesakitan.
Abimanyu tak lama kemudian pingsan dan eyang Mariti memuntahkan darah dari mulutnya. Kesempatan emas yang dimanfaatkan kakek Sumarji mengirimkan bala tentaranya kepada eyang Mariti.
"Jangan!!" cegah Sandya.
Kakek Sumarji mengabaikan peringatan Sandya dan tetap menuangkan darah tersebut pada batu nisan yang ada di depannya. Abimanyu diam-diam bangun mengambil pisau menusuk kakek Sumarji.
"Apa!! " ucap kakek Surmarji terkejut.
Abimanyu menyeringai menatap ke arah Sandya.
"Kutukan ini tidak boleh lepas!!" ucap Abimanyu tertawa.
Kakek Sumarji meninggal dengan darah keluar dari perutnya. Sandya berlari mengunci Abimanyu dan Risti memejamkan matanya membebaskan iblis yang merasuki Abimanyu.
Sama seperti keadaan Ibu Sri, Abimanyu dibelenggu oleh rantai gelap yang bersumber pada sosok mengerikan di belakangnya.
"Manusia... Kau ternyata bagian dari kutukan ini"
"Iblis laknat!! Lepaskan dia!! " marah Risti mengepalkan tangannya ketika melihat anak kecil dibelenggu oleh rantai disekujur tubuhnya.
"Hahahahaha!! Kau tak akan pernah bisa melepaskannya!"
Risti terhemas oleh kekuatan dari iblis tersebut hingga terjatuh. Pikirannya teringat akan pesan kakeknya bahwa dia merupakan anak istimewa dari keluarganya.
"Aku Risti Ayu Puspasari tak akan pernah tunduk padamu! " teriak Risti mengacungkan pusaka keris yang muncul di tangannya secara tiba-tiba.
Kekuatan dari keris tersebut melonggarkan belenggu rantai yang mengikat Abimanyu. Seakan menyingkir dari sinar cahaya tersebut, hawa gelap mulai menghilang. Risti mulai bernafas lega dan ingin keluar dari kesadaran Abimanyu.
Perut Risti terasa amat sakit. Suara tawa menggema membuat Risti curiga.
"Apa yang kau lakukan! " ucap Risti marah.
"Mengikatmu untuk mati bersama anak ini, bukankah kau ingin menyelamatkannya? "
"Brakkk!! "
Sandya menabrak meja hingga tubuhnya sakit. Abimanyu meraih pisau yang ada didekatnya menusuk tubuhnya sendiri.
"Tidak!!! " teriak Sandya melihat perut Abimanyu bersimbah darah yang sama halnya terjadi dengan Risti.
Kain putih melilit leher Rini yang datang dari atas. Kalung sakti emas biru berada jauh dari Rini menyebabkan iblis tersebut datang.
Sandya melihatnya segera berlari mengambil kalung tersebut melemparkannya ke arah Rini dan tepat bersamaan dengan kain putih tersebut melilit dan menarik kainnya secara paksa. Kalung sakti emas biru berhasil sampai di tangan Rini disusul darah yang membanjiri tubuhnya.
__ADS_1
"Arkhhhh!!!! " teriak Sandya.