Kutukan Lahir Mati

Kutukan Lahir Mati
Ikut Denganku?


__ADS_3

Waktu makan malam tiba namun Dewi tampak aneh seperti bukan Dewi.


"Ibuk masakin makanan kesukaanmu,"ucap ibu Sri.


Dewi menganggukkan kepalanya menyantap makanan di depannya. Ibu Sri sedikit khawatir akan sikap Dewi yang tidak seperti biasanya. Dewi menyantap habis makanan yang dimasak oleh ibunya hari ini berpamitan ke kamar terlebih dahulu.


"Aneh, biasanya bantu ibuk cuci piring. Mungkin kelelahan hari pertama kerja,"batin ibu Sri.


Sebelum Dewi pergi, ia menatap ibu Sri dari kejauhan dengan tersenyum aneh. Ibu Sri tidak mempermasalahkan anaknya yang tidak membantu cuci piring namun sikap Dewi yang diam tidak seperti biasanya. Ibu Sri tiba-tiba teringat akan sesuatu ketika ia mengintip kamar mandi setelah Dewi selesai mandi.


"Perasaanku saja,"batin ibu Sri.


Ibu Sri melihat jam dinding yang sudah menunjukkan larut malam. Mematikan kran air kemudian bergegas untuk tidur. Cahaya dikamar ibu Sri remang-remang hanya tersisa lampu kecil.


Suasana sepi namun berbeda seperti malam biasanya. Pintu kamar ibu Sri terbuka perlahan-lahan dengan suara langkah kaki orang mendekat.


Dewi menatap ibunya dengan senyum aneh sembari membawa pisau di tangannya.


"Kau akan mati,"ucap Dewi.


Dewi perlahan-lahan mendekati ibu Sri kemudian sorot matanya berubah menjadi tajam. Mengambil bantal berniat membekap ibunya sendiri kemudian menusuk perutnya membunuh adik yang masih berada di dalam rahim ibunya.


Kepala Dewi miring ke samping dengan suara retakan tulang terdengar. Kepala Dewi telah terbalik dari aslinya dengan lidah menjulur keluar dari mulut. Ketika Dewi mendekati ibunya berniat membengkaknya, Ibu Sri membuka matanya.


Dewi segera menyembunyikan pisaunya ketika melihat ibu Sri terbangun.


"Ada apa ndhuk?"tanya Ibu Sri.


"Aku boleh tidur disamping ibuk?"tanya Dewi.


"Tidak biasanya kamu begini, yasudah sini,"ucap ibu Sri menepuk-nepuk kasur disebelahnya.


Dewi berbaring di samping ibu Sri dengan menatap langit-langit rumah. Ibu Sri telah terlelap terlebih dahulu. Beruntungnya ia tidak melihat wajah mengerikan dari anaknya sendiri.


Lidah panjang sesekali menjulur keluar dari mulut Dewi. Dirasa ibunya tertidue lelap, ia menyentuh wajah ibunya menggunakan tangannya.


"Kamu akan mati, semua harus mati. Keturunan Joyo tidak akan pernah lahir kembali. Keluarga Atmo harus berjaya kembali"


Dewi menutup matanya namun banyangan tubuhnya terlihat oleh lampu samar-samar. Bayangan mahluk kurus kering dengan lidah panjang serta kepala terbalik terlihat jelas. Lampu yang menyala di kamar ibu Sri tiba-tiba pecah hingga ruangan menjadi gelap gulita.


Dewi yang asli berada di dunia lain dengan ruangan gelap gulita tanpa ada satupun cahaya.


"Tolong!!"


Teriak Dewi meminta bantuan siapapun yang mendengarnya. Namun suasan tiba-tiba berubah dengan Dewi melihat sosok yang menyerupai dirinya berniat membunuh ibunya sendiri.

__ADS_1


Dewi berteriak dengan gilanya berusaha menghentikan sosok itu membunuh ibunya namun saat-saat genting suasan berubah menjadi gelap gulita kembali.


"Hentikan!!!"


"Aku ingin kembali!!"teriak Dewi menggila.


Air matanya keluar tak henti-hentinya mengkhawatirkan ibunya beserta adiknya. Suara tertawa keras terdengar disegala penjuru, Dewi kebingungan mencari sumber suara.


"Aku iso nulungi kowe metu ko kene, nanging balesan e kowe kudu ngewangi adikmu sok mateni keturunan terakhir keluarga Atmo. Opo kowe sanggup?"


"Aku bisa menolong kamu keluar dari sini, tapi balasannya kamu harus membantu adikmu nanti membunuh keturunan terakhir keluarga Atmo. Apa kamu sanggup?"


"Siapa?"tanya Dewi.


"Ra sah weruh wujudku, wakmu bakalan mati lek eruh. Aku takon meneh, kowe sanggup nglakoni tugas mu?"


"Tidak usah tahu wujudku, kamu nanti akan mati bila tahu. Aku tanya lagi, kamu sanggup menjalankan tugasmu?"


Dewi terdiam namun hatinya bimbang antara ia menerima bantuan dari sosok tak kasat mata atau mencari jalan pulang sendirian.


"Kowe pengen eruh sopo kae?"


"Kamu pengen tahu siapa dia?"


"Adikku?"tanya Sandya.


"Penerus keluarga Joyo kudu lanang seng bakal mimpin atusan bolo tentara demit-demit seng ngisor kepemimpinan e keluarga Joyo"


"Mbah putri bilang adikku akan jadi balak keluarga besar,"ucap Dewi.


"HAHAHAHAHHAH"


"Minah nyatu hebat iso urip dowo tekan saiki, manut o aku. Wakmu lan keluarga mu bakalan sugeh ora bakal ngrasakne melarat opo meneh susah"


"Minah memang hebat bisa hidup panjang sampai sekarang, ikut saja aku. Kamu dan keluargamu akan kaya tidak akan merasakan miskin apalagi susah"


Dewi terdiam pemikiran dulu akan ia tidak percaya akan hal-hal ghaib seketika runtuh mendengar suara sosok ghaib dari keluarga besarnya.


"Pilihanmu mok 2. Wakmu mati dipateni keluarga Atmo opo wakmu mateni disek keluarga Atmo. Ora usah kesusu, tugas Iki ora bakal kok laksanakan saiki nanging tugas Iki kudu kok laksanakan pas adikmu lahir. Nyowo adikmu bakalan terancam karo demit-demit e keluarga Atmo"


"Pilihanmu cuma 2. Kamu mati dibunuh keluarga Atmo atau kamu membunuh dahulu keluarga Atmo. Tidak usah terburu-buru, tugas ini tidak akan dilaksanakan sekarang namun tugas ini harus dilaksanakan ketika adikmu lahir. Nyawa adikmu akan terancam oleh setan-setan keluarga Atmo"


Dewi bimbang, hatinya ragu. Ia berusaha mengelak perasaan keraguan di dalam hatinya.


"Bagaimanapun nyawa adikku adalah yang terpenting,"batin Dewi.

__ADS_1


"Aku memilih membunuh keluarga Atmo,"ucap Dewi.


"HAHAHAHAHAHA"


"Kowe bakal melu aku disek, sakdurunge kowe kudu nuruti perintahku"


"Kamu nanti ikut saya dulu, sebelumnya kamu harus menuruti perintahku"


Dewi seperti dihipnotis, pakaian yang ia kenakan ia lepas satu demi satu hingga tak ada satupun baju yang menutupi tubuhnya. Sosok yang berada di balik kegelapan muncul dibelakang Dewi dengan tangan gosong diselimuti oleh api hitam. Sosok tersebut mengendus-endus tubuh Dewi sembari tangannya menggerayangi seluruh tubuhnya.


"Anak wedok keluarga Joyo kudu dadi adah lahir e keturunanku"


"Anak perempuan keluarga Joyo harus menjadi wadah lahirnya keturunan ku"


Sosok tersebut menyetubuhi Dewi dengan sesekali suara eraman terdengar. Suara yang terdengar berat dari sosok apapun.


"Ndhuk!!"teriak ibu Sri.


Ibu Sri tiba-tiba terbangun dari tidurnya meneriaki anaknya.


"Ada apa buk?"tanya Dewi.


Ibu Sri segera berdiri membolak-balikkan tubuh Dewi seperti mengecek sesuatu.


"Kamu tidak apa-apa?"tanya ibu Sri.


"Tidak apa-apa buk, ini sudah pagi,"jawab Dewi.


"Astaghfirullah, ibuk bangun kesiangan,"ucap ibu Sri.


"Gak apa-apa buk, Dewi ngerti ibuk pasti capek,"ucap Dewi.


"Yasudah ibuk masak dulu,"ucap ibu Sri.


"Gak usah buk, Dewi mau berangkat. Hari ini waktunya Dewi sekalian bersih-bersih,"ucap Dewi berpamitan.


Ibu Sri merasa tidak enak hati melihat anaknya pergi tanpa sarapan. Perasaan bersalah muncul dihatinya.


"Nanti ibuk masakin makanan kesukaanmu,"ucap ibu Sri.


Dewi tersenyum kemudian berpamitan berangkat kerja. Ibu Sri duduk masih kepikiran akan mimpinya.


"Aku mimpi sangat buruk, anakku disetubuhi makhluk halus"ucap ibu Sri memikirkan mimpinya seperti nyata.


"Sudahlah mimpi hanya bunga tidur,"ucap ibu Sri beranjak keluar dari kamar bersiap-siap mengerjakan pekerjaan rumah.

__ADS_1


__ADS_2