
3 tahun berlalu, namun Rain tak kunjung menemukan Bella. Dalam kurun waktu yang cukup panjang, Sangat banyak perubahan yang terjadi, dimulai dengan Rain yang menggantikan posisi papanya sebagai CEO perusahaan fashion yang sedang maju pesat yakni "Zahra's group". Perusahaan yang Spesialisasinya ada pada pakaian siap pakai berbahan kulit juga fashion aksesoris, seperti tas dan dompet yang banyak disukai para wanita.
"Asian white goose, seorang model yang merintis karier di new York namun berkebangsaan Indonesia, Dia yang akan menjadi model untuk brand terbaik dan terbaru kita tahun ini. Ia juga sudah menandatangani kontrak dan akan segera meluncur ke Indonesia". Ucap sekretaris Rain yang bernama maudy.
"Baik, saya percayakan hal ini kepadamu. Minggu depan Saya juga akan melihat apakah pemotretan dengan model terbaru kita berjalan lancar, Saya tidak ingin ada kesalahan sedikit pun". Ucap Rain dengan tatapan dinginnya.
"Apa jadwal saya hari ini?" Tanya Rain lagi
"Siang ini anda ada jadwal pertemuan dengan Mr. handoyo pemilik perusahaan heels terbesar di Indonesia". Ucap maudy.
"Baik, Kau boleh keluar". Ucap Rain kepada Maudy.
"Baik sir". Ucap maudy mengangguk patuh.
🌼🌼🌼
"Apa ada kabar terbaru?" Tanya Rain kepada Darren.
Ya, setelah lulus Dari SMA cendrawasih, Darren dan Rain memilih universitas yang sama. Mereka pun wisuda lebih cepat dari angkatan nya. Oleh sebab itu saat ini mereka sudah resmi menjadi sarjana. Berbeda dengan Rain yang menjadi CEO menerus kan perusahaan ayahnya, Darren justru memilih membuka restoran dan mengembangkan nya.
"Gue udah melacak keberadaan Bella namun hasilnya Nihil. Gue rasa dia mengubah identitas nya". Jawaban Darren lagi lagi membuat Rain kecewa.
Namun Rain akan terus berusaha untuk menemukan gadis itu.
"Ah.. Gue hampir lupa hari ini gue harus ke lokasi pemotretan, gue tinggal dulu". Ucap rain yang mulai menancap mobil nya ke lokasi pemotretan. Di sana sudah ada fotografer serta beberapa perias terkenal.
"Maaf sir, sudah 30 menit tapi model untuk brand terbaru kita ini belum juga datang". Sesal maudy, Ia sudah keringat dingin melihat tatapan kemarahan Rain. Belum sempat Rain mengucapkan sesuatu, seorang wanita memasuki ruangan dengan jalan santai.
ia memakai heels berwarna putih serta gaun putih polos tanpa motif sepanjang lutut. Rambut panjang nya berwarna coklat gelap di biarkan tergerai, serta kulit putih mulusnya yang membuat semua orang tak bisa mengalihkan tatapan.
"Sorry, i'm late".. ucapnya sambil memainkan kuku kuku cantiknya.
Rain yang ingin mengeluarkan amarahnya langsung tertegun melihat wajah itu, wajah yang beberapa tahun ini ia rindukan.
"Bella".. lirih Rain pelan yang hanya bisa ia dengar.
Seketika Tatapan Bella dan Rain bertemu. Tubuh Rain menegang, ia tak bisa berkata apapun, Bahkan untuk sekedar bergerak rasanya sangat sulit. Berbeda dengan Bella yang terlihat santai seolah tak pernah mengenal Rain.
"Apa ada yang salah?" Tanya Bella.
"Tidak, sebelum nya perkenalkan ini adalah CEO kami pak rainald Abraham". Jawab maudy memperkenalkan.
Bella tersenyum mendekat ke arah rain dengan santai. Saya umbrella, senang bekerja sama dengan anda. ucap Bella mengulurkan tangan nya untuk menjabat tangan rain.
Rain yang masih tertegun mulai menerima uluran tang Bella. Rasanya ia ingin sekali memeluk gadis rapuhnya. Rain, saya Rainald Abraham. Ucap rain menggenggam erat tangan Bella.
"Sorry tangan saya". Kode Bella agar tangan nya segera di lepaskan.
Rain yang tersadar langsung melepaskan tangan nya. Di lihat dari sikap Bella, sepertinya ia lupa siapa gue. Batin Rain sakit.
"Ya bagus!" Ucap fotografer yang mengarah kan Bella.
"Ini perfect". Ucap fotografer tersebut ketika melihat hasil jepretannya, sedangkan Rain tersenyum puas. Ternyata gadis manjanya dulu sudah terlihat lebih dewasa.
"Saya ingin model itu menemui saya setelah makan siang". Ucap Rain kepada Maudy.
Maudy mulai bingung, pasalnya selama ini bosnya itu tak pernah tertarik dengan wanita manapun, Maudy yang sempat menaruh hati pun memilih mundur sebab mengira bahwa bos nya tidak menyukai wanita.
"Tapi siang ini anda ada jadwal"..
"Batalkan". Potong Rain. Ia bahagia mengetahui Bella telah kembali.
🌼🌼🌼
Sudah jam 13.12 mengapa Bella belum datang juga. Resah rain memutar kursinya, ia terlalu exited untuk bertemu Bella, sedari tadi ia tak berhenti tersenyum.
Tiba tiba pintu terbuka, Rain terlihat antusias. Namun ketika melihat siapa yang datang raut wajahnya berubah menjadi sebal.
"Ikan hiu makan nasi !"
"Gila bos kita makin cakep". Ucap Sergio berpantun.
"Gak nyambung bangsad, bego!! Kesel gue bener deh!" Geram bara.
Ya, bara, Sergio, laskar dan Darren masih sering sekali mengunjungi kantor Rain.
"Ck. Ganggu aja Lo anak setan". Kesal Rain.
"Mentang mentang banyak duit ngatain orang sembarangan. Ngajak berantem?" Ucap laskar menirukan iklan milkita.
"Gue cakep, gue sabar". Jengah Rain.
Tak lama pintu terbuka, terlihat lah sosok wanita dengan rambut coklat gelap dengan wajah sangat indah namun terkesan dingin. Kedatangan nya menghentikan tawa seisi ruangan. Semua tersentak kaget melihat nya.
"Bella". Ucap gio ragu.
Tak di sangka Bella justru tersenyum.
"Hai, Lo gio kan? Temen SMA gue dulu?" Tanya Bella.
Gio mengangguk kan kepala ragu.
"Oh iya ada apa ya manggil saya kesini sir?" Tanya Bella kepada Rain.
"Lo semua bisa keluar". Ucap Rain dingin kepada teman teman nya yang masih terkejut. Mengerti dengan situasi yang terjadi mereka pun pergi.
"Apa kabar?" Tanya Rain lembut.
__ADS_1
"Sangat baik". Ucap Bella tersenyum.
Rain tiba tiba memeluk Bella yang membuat Bella menegang.
"Apa yang kamu "...
"Biarin gini sebentar aja", lirih rain memotong ucapan Bella. "Gue kangen banget sama Lo bel, knapa lo tega ninggalin gue, gue bener bener tersiksa!". Lirih Rain.
Bella melepaskan pelukan Rain, mengapa jadi seperti ini, hatinya sesak melihat Rain. "Lo yang minta gue pergi dengan cara Lo bertunangan dengan naina!" Bentak Bella mulai kehabisan kesabaran.
"Gue udah batalin semuanya!"
"Saya disini bukan untuk mengenang masa lalu, jangan pernah membahas hal itu lagi di depan saya. Saya sudah melupakan nya dan menganggap itu hanyalah kisah cinta anak SMA. tidak berarti apapun. Dan tolong jauhi saya karena sudah ada hati yang harus saya jaga". Tegas Bella.
Ucapan Bella berhasil melukai hati Rain. "Siapa?" Tanya nya.
"Apa saya juga harus mengatakan privasi saya kepada anda? Bersikaplah profesional!" tegas bella.
Lagi lagi Rain merasa di lukai, penantian nya selama ini sama sekali tak berarti apa apa.
"Baiklah jika begitu yang kau mau" ucap rain. Kau boleh keluar dari ruangan ku". Ucapan Rain menyentak Bella.
"Kau yang memanggil ku dan sekarang kau yang mengusir ku?" Kesal Bella.
"Ini ruangan ku, ini perusahaan ku. Semua wewenang berada di tangan ku. Dingin Rain, rasanya terlalu kecewa mengingat Bella yang sudah Melupakan nya". Bahkan Bella juga sudah menemukan pengganti nya.
Lalu apa arti penantian Rain selama ini? Apa arti usaha Rain selama ini mencari Bella? Semua sia sia. Rain faham kesalahan nya cukup fatal. Namun dengan Bella pergi dari hidupnya selama tiga tahun ini sudah sangat cukup untuk menghukum nya.
"Baiklah", ucap Bella tersenyum sinis dan meninggalkan ruangan Rain.
Bukan kah ini yang Bella inginkan? Namun mengapa rasanya sesak? Tanya nya kepada dirinya. Ia benar benar tak menyangka akan di hadapkan kembali dengan masa lalu nya yang menyakitkan. Ada banyak pertanyaan yang muncul di benak nya.
Apa benar Rain menunggu Bella selama ini?
Apa benar Rain membatalkan pertunangan nya dengan Naina? Tapi mengapa? Bukankah mereka saling mencintai?
Bella pusing dengan pemikiran pemikiran nya. Ia memutuskan menghubungi seseorang yang beberapa tahun ini menjadi penguatnya. Sean, Bella menghubungi Sean agar menjemput nya.
Sementara Rain sudah memecahkan beberapa barang se lepas kepergian Bella. Amarah menguasai dirinya.
🌼🌼🌼
"BUSEEETTT!!"
"istighfar bos! Abis ngapain lu sama si payung Sampe ruangan Lo berantakan begini?" Tanya Gio kepada Rain.
"Pasti mikir jorok lo kaan!" Sergah Bara.
Sementara Rain sedang menatap tajam ke arah teman temannya yang lagi lagi datang di saat yang tidak tepat.
"Tadi beneran Bella?" Tanya Darren masih tak percaya.
Rain memijit pelipisnya pusing, ia kira dengan kehadiran Bella maka mereka akan memperbaiki hubungan yang sempat rusak, Namun nyatanya tidak., semua di luar dugaan nya.
"Gelaseehh! si bella makin bening aja bos, sumpah gue Sampe terpesona ternganga nganga ngeliat nya!". Takjub Gio yang di hadiahi pelototan tajam oleh Rain.
Sementara Gio hanya menampakkan cengiran lugu nya.
"Berantem sama Bella?" Tanya Darren lagi.
"Besok aja nanya nanya nya! Gue lagi pengen sendiri, Lo semua pulang aja". Kesal Rain.
"Mentang mentang banyak duit, ngusir Temen sembarangan. Ngajak berantem?" Ucap laskar.
"Siapa temen gue? Elo?" Sindir Rain kepada Laskar.
"Kamu jangan solimiii !!" Sergah laskar merasa di nistakan.
"Solimi solimi, solehaaa!!" Kekeh Gio menambahi.
"Jadi sekarang udah jadi sadboy ". Ejek bara kepada Rain.
Sementara Rain menyorot tajam kearah Bara.
"Hehe canda bos elaah".. ucap Bara mulai pucat.
"Pppffttt".. Gio dan laskar menahan tawanya melihat wajah Bara yang sudah pucat pasi.
"Yaudah Lo tenangin diri, kita pulang dulu". Ucap Darren mulai menarik ke tiga teman teman nya agar tak mengganggu Rain lagi.
🌼🌼🌼
"Kamu lama banget!" Kesal Bella melihat Sean yang baru saja datang.
"Sorry honey, kamu tau kan disini macet". Senyum Sean mengembang.
"Kimi tii kin disini micit". Ejek Bella yang di hadiahi cubitan gemas oleh Sean.
"Yaudah hayuk!" Ajak Sean yang di angguki oleh Bella.
Sekedar informasi bahwa Sean adalah orang kepercayaan Gultom yang di tugaskan menjaga Bella selama di new York. Kehadiran Sean berhasil membuat Bella sedikit demi sedikit melupakan Rain, walau tak sepenuhnya.
Sudah setahun Bella menjalin hubungan bersama Sean, kepulangan mereka ke Indonesia juga di sebabkan pernikahan Bella dan Sean yang akan segera di langsungkan.
Sejujurnya di hati Bella hanya di isi oleh satu orang. Rain, ya.. dia tetap saja berada di hati Bella. hanya saja ia berfikir bahwa Sean lah yang terbaik, Sean pasti mampu membuat Bella mencintai nya, tidak seperti Rain yang selalu mematahkan hatinya.
"Mau langsung pulang?" Tanya Sean mengelus Surai indah bella.
__ADS_1
"Aku ada janji ketemu sama Shireen temen SMA aku dulu, kamu anterin aku ke rumahnya ya?". Mohon Bella dengan puppy eyes nya yang tentu saja langsung di angguki oleh Sean. Gemas sekali melihat tingkah gadisnya ini.
Senyum Bella mengembang membayangkan akan bertemu teman yang sudah 3 tahun ini tak ia temui.
"Yang ini?" Tunjuk Sean pada sebuah rumah berwarna biru langit.
"Iya, ini rumah Shireen". Antusias Bella.
"Nanti aku jemput ya honey". Ucap Sean mengecup puncak kepala Bella.
Bella hanya mengangguk kan kepalanya tanda setuju.
Bella menekan bel rumah Shireen 3 kali. Akhirnya yang di tunggu tunggu membuka pintu rumahnya.
"Bella!!" Teriak Shireen girang memeluk bella.
"Hwaaa gue kangen banget sama Lo! Lo kok makin kurus? Tapi makin cakep ihhh! Gue Sampe pangling tau gak! Sumpah demi apa gue gak percaya bisa ketemu Lo lagi!!" Girang Shireen.
Namun tiba tiba Shireen melepaskan pelukannya.
"Ck, gue masih marah ya sama Lo! Bisa bisanya Lo ninggalin gue! Gak ngasih kabar ke gue! Udah jadi sahabat durjana Lo ya!" marah Shireen.
"Nanti gue ceritain", senyum Bella mengembang melihat Shireen yang sangat cerewet.
"Emm ren gue pulang aja deh ya". Ucapan seseorang menghentikan percakapan Bella dan Shireen.
"Naina?" Ujar Bella sedikit terkejut.
"Eh astaga na, gue Sampe lupa kalo ada lo!" Ucap Shireen menepuk jidatnya.
Naina hanya tersenyum masam.
"Jadi gue sama Naina itu satu fakultas, satu jurusan dan satu universitas tau bell, huh kebetulan banget kan? jadi ya kita berteman baik".
"Gue seneng banget pas tau kalo di kelas gue ada juga yang gue kenal, jadi gue gak kayak orang bego sendirian kemana mana". Ucap Shireen sedikit ragu, mengingat hubungan Bella dan Naina yang tidak akrab, ah Shireen juga hampir lupa bahwa dulu ia sempat membenci Naina.
"Oh gitu, bagus dong". Ucapan Bella membuat senyum Shireen mengembang.
"Yaudah hati hati ya na", ucap Bella kepada Naina.
"Ayuk masukkk!!" Tarik Shireen pada tangan Bella.
"Ck! Kebiasaan Lo ya main tarik tarik!" Kesal Bella.
"Kalo Lo lupa, Lo masih punya hutang penjelasan sama gue!!" Sergah Shireen.
Bella memutar bola matanya malas melihat Shireen yang mulai menginterogasinya.
"Buruan ceritaa!!"Paksa Shireen setelah mereka duduk di sofa kamar nya.
"Ck iya iyaaa!!" Geram Bella mencubiti pipi Shireen gemas.
Bella mulai melihat ke jendela, sejujurnya ia tak siap jika harus membuka luka lama.
"Saat itu gue sama orang tua gue pergi ke pesta temen bokap gue, dan disitu gue ngeliat Rain dan Naina tunangan".
Brakkk!!
Shireen menggebrak meja. "Emang sialan banget tuh ya sih Rain, bisa biasanya dia"..
'Gue belom selesai cerita Maemunah!! Gak jadi cerita nih gue!" Kesal Bella melihat Shireen yang sudah menggulung lengan bajunya seakan ingin berperang.
"Hehe.. iya lanjut! Gue janji deh bakal diem!" Ucap Bella sambil membuat gerakan mengunci bibirnya.
"Saat itu gue hancur banget". Senyum Bella menahan tangis, ia menarik dalam nafasnya.
"gue.. gue ngerasa hidup tapi mati". Tawanya hambar.
"Gue emang udah mutusin hubungan sama Rain, tapi saat itu gue masih berharap bisa kembali seperti dulu lagi, tapi nyatanya dia gak lebih dari orang yang mempermainkan hati gue". Lirih Bella menahan agar air matanya tak luruh.
"Akhirnya gue mutusin untuk pergi sejauh mungkin, Gue gak sanggup ngeliat mereka yang berbahagia di atas penderitaan gue! Lo tau gimana sakitnya ketika Lo berusaha mati matian sembuh dari penyakit mental yang Lo alami, berusaha untuk menerima dia kembali, tapi dengan teganya seseorang yang Lo sayang membuat Lo jatuh sejatuh jatuhnya dan hampir mati! sakit banget ren". Bella tersenyum dalam isakan nya.
"Papa akhirnya ngirim gue ke new York bersama sean, orang kepercayaan papa. Disana gue mulai menata hidup gue, gue berusaha melupakan hal hal yang memperburuk kondisi gue, dan akhirnya gue di nyatakan sembuh. Gue bahagia banget Ren, ternyata luka ini justru menjadi kan gue orang yang kuat". Senyum Bella.
"Gue mulai menata karir gue di dunia permodelan. Gue mulai karir gue Dari nol. Cuma Sean yang ada di samping gue saat itu, dia yang nemenin gue dari titik terendah sampai akhirnya gue bener bener sukses tanpa bantuan papa".
"Gue dan Sean akhirnya memutuskan untuk bertunangan. Gue fikir ini adalah jalan terbaik untuk melupakan Rain. Tapi Nyatanya sekeras apapun gue berusaha mencintai Sean tetep aja di hati gue cuma ada Rain! Ah.. Cowo brengsek itu membuat ku gila". Kekeh Bella menahan sesak di hatinya.
Sean tau soal Rain? Tanya Shireen.
"Dia gak tau, lagian gue juga gak mau ngungkit masalah yang udah berlalu".
Shireen mengangguk kan kepalanya mengerti. 'Terus?" Tanya nya.
"Sampai akhirnya gue mutusin buat nikah sama Sean. Itu yang menjadi penyebab gue pulang ke Indonesia, tapi gue udah terikat kontrak dengan perusahaan di Indonesia selama 3 bulan kedepan, itu mengakibatkan gue mengundur pernikahan. Dan Lo tau ren, pemilik perusahaan itu adalah Rain".
"What!! Demi apaa!!!" Teriak Shireen.
"Iya, dunia sesempit itu. Gue udah berusaha untuk biasa aja di depan dia tapi hati gue bener bener ga bisa bohong, sampai detik ini gue masih cinta sama dia. Dan Lo tau? Dia bilang dia batalin pertunangannya dengan Naina karena dia mencintai gue, tapi gue gak mau terjebak ke dalam lubang yang sama dan pada akhirnya menghancurkan gue lagi!" Frustasi Bella.
Ck, bener bener tuh si Rain maunya apasih! Geram Shireen.
"Tapi selama gue temenan sama Naina dia gak pernah cerita tentang Rain ke gue sih bel, tapi gue beberapa kali nemenin dia ke kantor buat nganterinn makanan. Setiap gue tanya dia selalu menghindar, Gue curiga kalo orang itu adalah Rain".
Ucapan Shireen membuat Bella semakin yakin bahwa Rain dan Naina masih berhubungan sampai Sekarang. Entah mengapa rasanya begitu sesak.
"Kalo menurut gue sih, Lo harus hargain keberadaan sean, karena Lo tau sendiri kan gimana sakitnya di jadiin pelampiasan". Ucap Shireen menasehati.
__ADS_1
"Gue gak sebodoh itu ren ninggalin orang yang tulus demi orang yang bisanya ngelukain perasaan gue". Ucap Bella lirih dan terdengar menyesak kan.
🌼🌼🌼