LARA ( MENGEJAR CINTANYA)

LARA ( MENGEJAR CINTANYA)
28.LARA


__ADS_3

Malam ini adalah ulang tahun Shireen, Bella sedang sibuk memilih gaun apa yang cocok di kenakan untuk pesta malam ini.


"Ck, kenapa tema nya harus pink sih, kalo putih kan cakep". Kesal Bella ketika menelfon Shireen.


"Kan gue suka nya pink bell ih". Kesal Shireen.


'Gue sih ngarep nya Lo Dateng sama Rain". Ucap Shireen lagi.


Membayangkan nya saja sudah membuat Bella tersenyum senang. Namun Bella cukup sadar diri, karena saat ini Rain tak mengingat nya.


Bella telah bersiap menggunakan gaun pink selutut dengan rambut di Cepol indah serta aksesoris senada.


Ia memoles wajahnya dengan makeup natural namun terlihat sangat elegan.


🌼🌼🌼


Bella berjalan memasuki rumah Shireen yang sudah di dekorasi indah, semua orang menatap ke arah nya dengan pandangan memuja.


"Happy birthday Shireen guee!" Teriak Bella di telinga Shireen.


"Ck, Lo ya ngagetin aja!" Kesal Shireen.


"Lo kok cakep banget Bell, ngalah ngalahin yang ulang tahun ihh".. rajuk Shireen yang di hadiahi kekehan oleh Bella.


"Tetep cantikan Lo kok, elah". Kekeh Bella.


"Lo Dateng sendiri?" Tanya Shireen.


Bella mengangguk kan kepalanya. "Iya abis gue mau Dateng sama siapa lagi?" Kekeh Bella.


"Lagian Lo cakep cakep masih aja jomblo". Ledek Shireen yang di hadiahi cubitan maut Bella.


"Sayang". ucap seseorang yang membuat Bella dan Shireen menoleh.


"Kalian.. kalian udah jadian?" Ucap Bella terkejut ketika mendengar Darren memanggil Shireen dengan sebutan "sayang".


"Hehe.. udah dua Minggu yang lalu sih bel, abis pulang dari rumah Rain waktu itu". Cengir Shireen.


"Jahat banget ya Lo berdua gak lapor ke gue!!" Kesal Bella.


Shireen hanya menampilkan cengiran lucunya. Namun suasana mendadak hening ketika mereka melihat ke arah pintu. Terlihat Rain dan seorang wanita sedang berjalan bergandengan.


Bella tersentak kaget melihatnya, namun ia sebisa mungkin menampilkan senyuman nya.


"Bell, Lo okay kan?" Tanya Shireen.


"Kalo Lo gak mau sakit hati, jangan di liat". Ucap Darren.


Bella hanya tersenyum mengangguk. "Gue baik baik aja kok". Ucap Bella menahan mati matian air matanya.


Dadanya semakin sesak ketika melihat Rain dan perempuan itu berjalan ke arah mereka.


"Happy birthday Shireen, Sorry gue telat". Ucap Rain yang membuat mereka semua menegang.


"Eh iya Rain, acaranya juga belom di mulai kok". Ucap Shireen tergagap.


"Oh iya kenalin, ini Chia perawat yang jagain gue dulu sewaktu gue di sakit, dia sengaja ke Indonesia buat liat kondisi gue disini". Ucap Rain tersenyum ketika memperkenalkan wanita di samping nya.


Pandangan Bella dan Rain seketika bertemu, Bella hanya menampilkan senyuman ramah seolah tak terjadi apapun. Berbeda dengan hatinya yang hancur babak belur.


"Lo Bella kan, tumben kalem". Ucap Rain menusuk. Kata kata itu selalu saja Rain ucapkan ketika bertemu Bella.

__ADS_1


Bella hanya tersenyum menunduk meremas tangan nya yang dingin.


Rain heran melihat sikap Bella yang berubah, biasanya ia akan seperti macan ngamuk ketika melihat Rain bersama wanita lain. Dan entah mengapa Rain merasa jantungnya berdegup kencang ketika melihat Bella. Dan ada rasa tak suka ketika melihat Bella mengenakan pakaian yang terbuka itu.


"Lo gak punya baju lain? Kebuka banget gitu?" Ucap rain yang menyentak Bella dan membuat Bella malu.


Bella yang di sindir demikian mendongak kan wajahnya. Ia menatap Rain dengan pandangan terluka. Tak bisa kah Rain bersikap lebih baik? Tak adakah rasa yang tersisa di hatinya? Batin Bella terluka.


"Sorry kalo Lo gak suka, gue pergi aja". Ucap Bella mulai melangkah pergi.


Rain yang mendengar Bella berkata seperti itu merasa bersalah, bukan begitu maksudnya. Ia hanya tak suka melihat Bella menjadi pusat perhatian.


"Siapa yang nyuruh Lo pergi!" Ucap Rain menarik tangan Bella.


Bella merasa bingung dengan sikap Rain, dan Rain yang merasa sikapnya mulai aneh pun melepaskan tangan nya, ia tak mengerti dengan perasaan nya saat ini. Ia lalu merangkul chia dan membawanya pergi.


Hal itu membuat Bella tersenyum kecut.


"Bell, Lo maklum aja ya, Rain kan gak Inget apa apa". Ucap Shireen menenangkan Bella.


"Iya gue maklum kok". Ucap Bella tersenyum pahit.


"Kalo mau nangis ya nangis aja". Ucap Darren


Bella tertawa kecil mendengar nya.


"Lo nyuruh gue nangis? Kalo gue nangis setiap kali orang orang ninggalin gue, yang ada gue gak akan pernah berhenti menangis!" Bella menyeka air matanya agar berhenti keluar.


"Ya.. gue harus terbiasa dengan ini". Ucap nya sambil menampilkan topeng bahagia.


Tanpa Bella Sadari Rain mendengar dan memperhatikan ucapan Bella. Rain merasa sesak tiap kali Bella mengucapkan kata katanya.


Apa yang sudah ia lewatkan? Batin nya.


🌼🌼🌼


Shireen memejamkan mata sambil berdoa meminta sesuatu. Kemudian ia meniup lilin nya yang di sambut tepukan tangan oleh semua orang.


"Shireen".. panggil Darren yang membuat Shireen melihat ke arahnya.


"Will you marry me?" Ucap darren berlutut di hadapan Shireen dengan mengeluarkan cincin yang berada di dalam sakunya.


Hal itu membuat semua orang memekik terkejut. Melihat Darren yang dingin berubah menjadi sosok yang romantis.


Shireen meneteskan air matanya haru sambil mengangguk kan kepalanya.


Bella tersenyum melihat kedua insan yang saat ini sedang berpelukan. Se mulus itu kisah cinta mereka, berbeda dengan nya yang mungkin tidak di takdir kan bersama Rain.


Bella kembali memperhatikan Rain yang sedang merangkul chia.


"Jangan di liatin mulu". ucap gio yang entah sejak kapan muncul bersama laskar dan bara.


Laskar tersenyum masam melihat Darren memasang kan cincin di jari manis Shireen. Rasa menyesal telah menyia nyiakan Shireen menyeruak di hatinya, Ia benar benar mencintai Shireen.


Bella tersenyum melihat mereka bertiga yang merangkul Bella, Bella merasa lebih baik saat ini.


Dari kejauhan Rain memperhatikan teman teman nya yang merangkul Bella, Rain merasa terbakar saat ini. Ia tak menghiraukan lagi chia yang berada di samping nya.


"Lepasin tangan Lo bertiga!" Kesal Rain kepada gio, laskar dan bara, hal itu membuat semua orang terdiam.


Rain tiba tiba menarik tangan Bella menuju kolam berenang yang berada di belakang rumah Shireen.

__ADS_1


"Lo apa apaan sih!" Kesal Rain.


Bella mengerinyit kan keningnya. "Sorry, gue gak bermaksud deketin temen Lo, kalo Lo gak suka gue disini gue bisa pulang kok". Ucap Bella mengutarakan fikiran nya.


"Ck, selalu nebak nebak sendiri !" Kesal Rain.


"Siapa Lo !" Tanya Rain.


"Gue? Gue Bella". Ucap Bella bingung.


"Siapa Lo buat gue? Kenapa gue ngerasain perasaan aneh ini ke  Lo! Bukan nya gue harusnya benci sama Lo!" Ucap Rain tak faham dengan hatinya.


Bella meneteskan air matanya, ia bahagia mengetahui jika hati Rain tetap untuk nya meskipun ingatan nya hilang.


Bella melangkah maju untuk menggapai wajah yang beberapa waktu ini ia rindukan.


Namun seseorang menepis kasar tangan Bella.


"Jangan sembarangan megang megang orang!" Ucap chia tajam.


Rain terkejut melihat kehadiran chia.


"Lo apa apaan sih!" Kesal Rain.


"Lo yang apa apaan Rain! Lo harusnya hargain perasaan gue!" Ucap chia.


"Chia!" Bentak Rain tak percaya.


"Gue udah pernah bilang sama Lo kalo gue anggep Lo udah kaya adik gue sendiri kan!" Kesal Rain.


"Tapi gue cinta sama lo!" Bentak Chia.


"Lo harusnya inget jasa jasa gue yang udah nemenin Lo sampai sembuh, bukan nya kembali sama wanita sialan ini! ". Tunjuk chia ke arah Bella.


"Dan Lo jangan lupa kalo Lo ngerawat gue karena gue bayar!" Sinis Rain.


Chia mulai panas mendengar nya, ia mulai menatap sinis ke arah Bella.


"Gara gara Lo! Gara gara Lo Rain berubah!" Marah chia kepada Bella.


Byur!


Chia mendorong Bella ke kolam berenang.


Bella tak bisa berenang, sementara Rain yang merasa panik langsung memasuki kolam berenang untuk menggapai Bella.


Rain menggenggam tangan Bella, Rain merasa kepalanya sangat sakit. Ia seperti mengingat sesuatu.


Rain menarik Bella ke pelukannya, ia berusaha menarik Bella yang sudah lemas ke dasar.


"Rain!" Lirih Bella sedikit sadar.


Rain memegang kepalanya sakit.


Bayangan bayangan semasa SMA bersama Bella mulai mengusik fikirkan, serta bayang bayang tangisan Bella ketika melihat tubuh seseorang yang tertembak membuat kepala Rain semakin sakit saja.


"Gue.. gue"..


"Lo gak papa Rain?" Tanya chia panik.


Dan Rain kehilangan kesadaran nya.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2