LARA ( MENGEJAR CINTANYA)

LARA ( MENGEJAR CINTANYA)
23.LARA


__ADS_3

Happy reading ❤️❤️🥰


Hari ini Bella dan Sean memutuskan untuk fitting baju, entah mengapa Bella merasa sedih atas pernikahan nya.  Namun ia berusaha tampak bahagia agar tak mengecewakan Sean.


"Bel, kamu kenapa kaya gak semangat gitu? Kamu gak seneng kita akan menikah?" Tanya Sean.


"Kamu kok mikirnya gitu, aku seneng kok". Senyum Bella.


"Aku udah kenal kamu lama bel, aku tau gimana kamu". Kesal Sean.


"Kamu kenapa sih? aku beneran seneng Sean, Gak mungkin kan aku harus senyum setiap saat buat nunjukin kalo aku bahagia?" Balas Bella.


"Yaudah maafin aku  honey". Ucap Sean memeluk Bella.


Entah mengapa Bella tak merasakan apapun ketika di peluk oleh Sean, berbeda dengan pelukan Rain. Dan  Entah mengapa Bella membandingkan keduanya.


Bella hanya mengangguk kan kepalanya.


"Gimana bagus ga?" Tanya Bella kepada Sean ketika menunjukkan baju pengantin yang sedang ia kenakan.


Sean takjub melihat kecantikan Bella, ah tuhan benar tak main main ketika menciptakan wajah indah Bella.


Sean tersenyum serta mengangguk kan kepala. "Lebih dari cantik". Jawabnya yang membuat Bella tersenyum malu.


"Yaudah yang ini aja". Ucap Bella yang di angguki oleh pemilik butik tersebut.


"Kita mau kemana?" Tanya Bella yang sudah kembali berada di dalam mobil Sean.


"Kita makan di mall Deket sini ya". Ucap Sean yang di angguki oleh Bella.


Sean dan Bella memasuki mall tersebut dengan Sean yang setia merangkul Bella.


"Eh Sorry".. ucap seseorang yang tak sengaja menabrak Sean.


"Naina?" Ucap Bella terkejut.


Tak lama muncul lah Rain di belakang Naina dengan wajah kusut, namun Rain seketika tersenyum bahagia melihat wajah Bella, tetapi kembali kusut ketika melihat Sean yang merangkul Bella.


"Ck. Bella Lo ngapain disini?" Tanya Rain.


Bella terkekeh geli melihat wajah Rain yang seketika masam.


"Ini kan tempat umum Rain". Ucap Naina menimpali.


"Oh iya sean, kenalin ini Rain sama Naina temen SMA aku". Ucap Bella kepada Sean.


"Gue Sean". Ucap Sean memperkenalkan dirinya.


'Kita mau makan nih, kalian mau gabung?" Tawar Bella kepada Rain dan Naina.


Naina menggeleng sementara Rain mengangguk. Dan akhirnya Naina pun ikut dengan Rain.


Bella duduk di antara Sean dan Rain. Sementara Naina duduk di sisi lain Rain. Diam diam Rain menggenggam erat tangan Bella yang langsung membuat Bella terkejut.


'Ini tidak benar". Batin Bella.


"Emm.. honey kamu rasain makanan aku enak banget". Ucap Sean menyuapi Bella. Bella pun hanya manut saja.


"Gue mau rasain punya lo!" Ucap Rain kepada Bella yang terdengar ambigu.


"Maksudnya, Gue mau rasain makanan Lo". Ucap Rain lagi.


Bella langsung saja menyuapi Rain, hal itu membuat sean menatap nyalang ke arah rain. Sementara Naina sudah terbakar cemburu.


Lagi lagi Bella mengusik semuanya, sudah susah payah Naina membujuk Rain untuk menemani nya. Tapi akhirnya seperti ini, batin Naina menggerutu.

__ADS_1


🌼🌼🌼


"Kamu seperti nya akrab dengan Rain?" Tanya Sean ketika sudah berada di kediaman Bella.


Bella sempat gugup, ada baiknya Bella menceritakan semuanya. Toh, mereka akan menikah. Tidak baik rasanya menyembunyikan sesuatu.


"Kamu janji jangan marah'. Ucap Bella.


"Kenapa harus marah?" Tanya Sean.


"Janji dulu ihhh". Rengek Bella yang di angguki oleh Sean.


"Dia itu, mantan aku". Ucap Bella yang membuat Sean terkejut.


"Tapi kita udah gak ada hubungan apa apa lagi kok, kita keliatan akrab karena pemilik perusahaan tempat aku kerja itu punya  Rain". Ucap Bella menambahi.


"Tuh kan marah ihh".. ucap Bella ketika melihat perubahan ekspresi wajah Sean.


"Nggak marah honey. Aku cuma agak kesel aja". Ucap Sean mengelus Surai panjang Bella.


Bella tersenyum menanggapi nya.


"Yaudah aku pulang deh ya, udah malem juga. Besok kamu juga ada pemotretan kan? Jangan sampai bangun kesiangan ya, besok aku gak bisa jemput kamu karena harus meeting pagi pagi banget".


Bella tersenyum maklum mendengar nya.  "Yaudah semangat ya, bilang sama papah mantunya jangan di suruh kerja terlalu larut". Kekeh Bella yang di hadiahi cubitan pada pipi nya.


"Gemesin banget". Ucap Sean yang membuat Bella tersenyum.


Entah mengapa perhatian Sean selama ini membuat Bella merasa terlindungi, sebenarnya ia menganggap Sean tak lebih dari seorang Abang yang baik, yang selalu menjadi pelindung baginya.


Saat ini ia merasa bahwa tak ada lagi harapan bagi hubungan nya dan Rain.


🌼🌼🌼


"Ah sial.. gue kesiangan!" Panik Bella ketika melihat jam sudah menunjukkan pukul delapan pagi. Tapi kan Rain gak mungkin marah? Batin Bella menimpali.


"Perfect!" Ucap nya menilai sendiri penampilan nya.


Bella sampai di kantor Rain dengan tergesa gesa. Ya, seperti biasa ia melakukan proses pemotretan di kantor Rain yang juga menyediakan fasilitas tersebut.


Bella memasuki ruang pemotretan, terlihat semua orang sedang pusing menunggu nya.


Padahal gue baru telat sejam. Batin Bella tak tau diri.


"Saya sangat tidak suka dengan orang yang tidak profesional". Itu adalah ucapan Rain.


Bella menelan air liurnya kasar, mengapa Rain tampak menyeramkan.


"Saya harap ini yang terakhir kali nya saya melihat anda bersikap tidak disiplin. Anda tidak melihat semuanya terlihat menunggu anda sedari tadi?" Marah Rain yang membuat Bella menunduk kan kepalanya takut.


"Saya tidak akan mentoleransi sikap anda jika ini terulang kembali, setelah Pemotretan temui saya di ruangan saya". Ucap Rain keluar dari ruang pemotretan.


"Ck! Nyebelin banget". Kesal Bella menghentak hentakkan kakinya, iya tak bisa menahan lengkungan bibirnya yang mulai kebawah menahan tangis. Semua orang gemas Melihat wajah Bella yang saat ini menggemaskan.


"Makanya jangan telat, kena omel bos besar kan". Ucap seseorang dari belakang Bella.


"Darren?" Ucap Bella terkejut.


"Ck, terakhir kali kita ketemu Lo ga nengur gue". Sindir Darren.


Bella pun mulai mengingat ingat kejadian saat pertemuan di ruangan Rain saat itu.


"Ck, jangan di bahas. Gue kangen banget sama Lo!" Ucap Bella yang mulai memeluk Darren.


"Jangan meluk meluk gue, gue juga laki laki normal kali bel". Ucap Darren yang membuat Bella melepaskan pelukannya dengan cepat. Bella menatap Darren dengan pandangan ngeri.

__ADS_1


"Gadis kecil guee".. ucap Darren terkekeh dan memeluk kembali Bella.


"Gue becanda kali elah".. ucap Darren yang membuat Bella mengerucutkan bibirnya kesal.


Selesai pemotretan Bella  menemui Rain  sesuai instruksi boss nya yang ternyata kejam itu.


Bella menarik dalam nafas nya. Ia mengetuk ruangan Rain.


Tok


Tok


"Masuk".


Suara bariton dingin itu membuat bulu kuduk Bella merinding.


Bella memasuki ruangan rain dengan merunduk.


"Duduk". Titah Rain yang langsung di angguki Bella.


"Kamu tau apa kesalahan kamu?" Tanya Rain.


Bella mengangguk kan kepalanya ragu.


"Saya khilaf". Ucap Bella yang membuat Rain ingin menyemburkan tawanya.


Khilaf Nya setiap hari ya. Ucap Rain yang membuat Bella semakin takut.


"Kemari". Titah rain yang membuat Bella merasa bingung


"Kemana?" Tanya Bella.


"Ck! Sini !" Ucap Rain lagi


Bella mendekati kursi Rain dengan takut takut.


Rain berdiri menghadap Bella. Sedetik kemudian Rain mencubit pipi Bella gemas.


"Makanya jangan bandel bandeell". geram Rain.


"Kamu gak marah?" Tanya Bella sambil mengerjab kan matanya lucu.


Rain terkekeh dan memeluk Bella gemas. "Nggak sayang". Ucap rain singkat namun mampu memporak porandakan hati bella.


Sudah lama rasanya Bella tak merasakan kebahagiaan ini.


"Jahat banget ih!"Ucap Bella mengerucutkan bibirnya.


"Aku cemburu". Kesal Rain.


Sejenak Bella Teringat Sean, ada rasa bersalah menyeruak kedalam dadanya.


"Hei kenapa?" Tanya Rain.


"Aku mau ngomong sesuatu sama kamu Rain". Ucap Bella


"Duduk sini". Titah Rain mendudukkan Bella pada kursnya. Sedangkan Ia sudah berlutut sambil menggenam tangan Bella.


"Mau ngomong apa hm?" Tanya rain memainkan jari jemari Bella.


"Aku dan Sean akan segera menikah".


Deg


Rain merasa ada petir yang menyambar nya saat ini. Ia melepas tautan tangan nya dari tangan Bella.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2