
🌼🌼🌼
Bella menggeliat dari tidur nya Karena seseorang membuka gorden kamarnya, rasanya ia kesal sekali.
Siapa yang berani beraninya mengganggu tidurnya? Batinnya kesal.
"Bella!! Astaga anak gadis belum bangun!"
Bella membuka matanya cepat.
"what? Shireen? Lo pagi pagi udah namu aja di rumah gue!" Kesal Bella.
"Ck, Lo harus ikut gue hari ini! Ini penting banget Bell !" Teriak Shireen.
"Ogah", ucap Bella kembali tenggelam dalam tidur nya.
"Bel !! Bangun ih!". Kesal Shireen Manarik narik tangan Bella.
"What the fff !!!" Kesal Bella.
"Ayo dong". Mohon Shireen dengan puppy eyes nya.
Bella yang mulai jengah pun melangkah menuju kamar mandi sambil menghentakkan kakinya.
Shireen pun tersenyum menang.
"Gue tunggu di mobil 5 menit!" Teriak Shireen.
"Lima menit pala Lo!" Kesal Bella.
🌼🌼🌼
"Awh cangtip nya". Kekeh Shireen melihat Bella yang berjalan ke arahnya dengan wajah cemberut.
Bella masuk ke dalam mobil, dan ternyata tak hanya Shireen, Namun Darren juga ada di dalamnya.
"Lo bangunin gue pagi pagi cuma buat jadi obat nyamuk?" Amuk Bella kepada Shireen.
Sementara Shireen hanya terkekeh mendengar nya.
"Bell".. panggil Darren.
"Apaan?" Kesal Bella.
"Gue punya kabar baik buat Lo". Ucap Darren tersenyum.
"Apaan?" Tanya Bella penasaran.
"Rain udah pulang ke Indonesia, dia udah pulih dan Sekarang kita ke bandara untuk menyambut kepulangan nya". Senyum Darren.
Bella diam membeku mendengar perkataan Darren.
"Lo.. Lo gak becanda kan?" Tanya Bella.
"Emang hal begini lucu di becandain?" Ucap Darren kesal.
Bella meneteskan air matanya bahagia, setelah setengah tahun penantian nya akhir nya Rain kembali.
"Gue seneng banget!" Lirih Bella.
Shireen langsung memeluk erat Bella.
🌼🌼🌼
__ADS_1
Bella, Shireen dan Darren sampai di Bandara. Ternyata laksar bara dan gio sudah sampai terlebih dahulu.
"Bella?" Sapa gio canggung.
Bella tersenyum melihat mereka. "cangtip banget ya Bell sekarang". Ledek bara.
"Jadi maksud Lo gue dulu jelek gitu?" Kesal Bella.
"Jelek banget". Sahut Darren yang membuat Bella melotot sebal.
"Lo kesini sama Darren?" Ucap laskar kepada Shireen.
Shireen yang di tatap tajam mengangguk kan kepalanya berani. Melihat laskar membuat nya terbayang atas pengkhianatan yang di lakukan oleh laskar.
Bella yang sadar akan kecanggungan yang terjadi mulai buka suara.
"Ehem.. kayaknya bentar lagi pesawat Rain landing. Kita masuk yuk". Ajaknya.
Mereka semua pun mengikuti langkah Bella. Bella merasa degupan jantung nya mengencang, ia berhenti karena tangan nya mulai mendingin. Ia menarik nafas nya dalam dalam.
"Ck! Kenapa gue gugup banget". kesal Bella.
"Lo ga papa bel?" Tanya bara.
"Gue.. gue gapapa. Gue cuma agak gugup aja".
"Yang mau ketemu pujaan hati jantungnya mulai jedag jedug ya Bun". Kekeh Sergio.
"Ck! Berisik banget Lo semua!" Kesal Bella.
Tiba tiba Handphone Darren berdering
Tante lisa calling ...
"Hallo Tan?"
"Iya kami udah di Bandara". Senyum Darren mengembang.
"Gimana?" Tanya Bella gugup.
"Itu Rain". Ucap Darren menunjuk ke satu arah.
Deg
Rasanya jantung Bella berhenti. Ia menahan tangis bahagia nya.
Terlihat Rain, Abraham, mamalisa dan kedua adik Rain yang sedang menuju ke arah mereka.
"Weesss! Akhirnya kita bisa liat Lo lagi bro!" Ucap gio kepada Rain.
"Lebay Lo!" Kekeh Rain.
"Sayang, kamu inget kan sama mereka?" Tanya mamaLisa yang membuat Darren dan yang lainnya mengerinyit bingung.
"Sebenernya Rain mengalami Amnesia lakunar karena benturan di kepalanya cukup fatal. Pengidap amnesia ini akan mengalami hilangnya ingatan mengenai suatu peristiwa secara acak. Amnesia jenis ini terjadi karena seseorang mengalami kerusakan pada bagian otak yang terjadi pada limbik. jelas Abraham yang membuat Bella menutup mulutnya shock.
"Rain inget kok mah, mamah jangan khawatir". Senyum Rain.
Darren merasa perasaannya tak enak.
"Rain, Lo inget sama Bella kan?" Tanya Darren.
Rain tersenyum kesal.
__ADS_1
"ya inget lah.. siapa yang gak Inget sama cewek nyebelin yang dulu suka banget ngejer ngejer gue. Lo ngapain disini?". Tanya Rain yang membuat semua orang menegang.
Artinya Rain tak ingat bahwa ia mencintai Bella.
Bella merasa tangan nya gemetar, ia menahan diri agar air matanya tak luruh.
"Em, gue tadi di ajak sama Darren makanya gue kesini". Ucap Bella menahan tangisnya yang membuat Rain mengangguk kan kepalanya.
"Lo semua mau tetep disini?" Sindir Rain yang membuat Darren dan yang lain nya tersadar akan fikiran mereka masing masing.
"Pokoknya Lo semua harus mampir ke rumah gue!" Ucap Rain yang di angguki oleh semua orang.
Bella menatap Rain dalam diam, sejujurnya hatinya begitu sesak, namun melihat Rain yang baik baik saja sudah cukup menenangkan hatinya. Biarlah Rain tak mengingat semua tentangnya.
"Kenapa Lo liatin gue begitu?" Tanya Rain kepada Bella.
Bella menggeleng kan kepalanya dengan cepat. "Nggak gue seneng aja liat Lo udah pulih". Ucap Bella tersenyum.
Disisi lain Rain merasa hatinya berdebar melihat kehadiran Bella, apakah ia telah melupakan sesuatu? Batinnya.
Namun semakin ia mencoba mengingat sesuatu justru kepalanya terasa semakin pusing.
🌼🌼🌼
Duduk, biar Tante buatin minum. Ucap mamalisa ketika mereka sampai di kediaman Rain.
Bella duduk bertepatan di sebelah Rain, Bella berfikir mungkin saja Rain akan merasa tidak nyaman di dekatnya, karena ketika Rain belum mencintai Bella, Rain sangat membencinya bukan?
Bella sedikit memberi jarak antara nya dan Rain.
Sedangkan Rain mengerinyit kan kening nya bingung, bukan kah Bella dulu suka mepet mepet kepadanya? Mengapa sekarang berubah. Bella pun sudah tak se menyebalkan dulu, ia tak lagi merengek serta mengganggu nya.
"Bell.. Lo gapapa kan?" Tanya Darren.
"Emang dia kenapa?" Tanya Rain.
"Em.. gue gapapa kok, tadi gue cuma gak enak badan aja, Tapi ini udah mendingan". Ucap Bella agar Rain tak terlalu berfikir sehingga membuat kepalanya sakit.
"Kalo Lo sakit kenapa ikut ke Bandara?" Tanya Rain.
Bella yang di tanya seperti itu merasa sedikit gugup.
"Ehh.. yaudah gue pulang aja deh". Ucap Bella tersenyum canggung, seperti nya kehadiran nya mengganggu Rain.
Rain yang melihat Bella begitu berbeda semakin bingung. Melihat Bella yang mulai beranjak dari duduk nya membuat Rain menarik tangan Bella untuk kembali duduk.
Ada rasa tak rela jika Bella pergi.
"Ck, mau kemana Lo! Udah duduk!" Kesal Rain.
"Udah lama gak ketemu ternyata Lo banyak berubah ya? Gak se agresif dulu". Tanya Rain kepada Bella.
Bella yang di sindir seperti itu hanya menunduk canggung.
"Iya sorry ya dulu udah gangguin Lo". Ucap Bella menahan air matanya agar tak luruh.
Rain terdiam mendengar ucapan Bella, entah mengapa saat ini ia merasa bersalah telah mengatakan hal itu. Apa yang sudah ia lewatkan? Mengapa ia begitu sensitif ketika menyangkut soal Bella? Seingat nya ia sangat membenci bella, tapi mengapa perasaan nya bertolak belakang.
Sedangkan Bella, Di saat ia berharap agar dapat memeluk Rain dan menuntaskan rindunya, saat ini yang ia dapatkan justru perlakuan asing.
Tapi tak apa, Bella merasa senang untuk kesembuhan Rain, Selanjutnya apapun yang akan terjadi Bella tak akan menuntut lebih, karena kebahagiaan dan kesehatan Rain yang menjadi tujuan utamanya.
Ia tak kan memaksa agar Rain mengingat nya, walau jauh di lubuk hatinya yang terdalam ia sangat berharap hal itu terjadi.
__ADS_1
Darren dan yang lain nya menatap iba kepada Bella. Mereka tak menyangka hal ini akan terjadi.
🌼🌼🌼