
Rain mengerjabkan mata nya, bau obat menyeruak ke Indra penciuman nya, ia sudah dapat menebak di mana saat ini ia berada.
Sesaat Rain memegang kuat kepalanya, kemudian ia meneteskan air matanya.
"Gimana bisa gue lupain Lo bel? Orang yang paling berarti di hidup gue". Lirih Rain, Tak lama kemudian pintu ruangan Rain terbuka, Rain melihat chia Darren dan Shireen yang memasuki ruangannya.
"Dimana Bella?" Tanya Rain yang sontak membuat chia dan yang lain nya terkejut.
Mata chia memanas. Apakah ini artinya hubungan nya dan Rain akan berakhir bahkan sebelum di mulai? Batin chia rasanya sesak.
Mengingat kenangan ketika ia merawat Rain dulu, menyuapi hingga membawanya berjalan keliling taman. Semua itu membuat chia menjatuhkan hati sejatuh jatuhnya kepada Rain, pesona yang Rain miliki memanglah tak bisa ia tolak.
Prangg!
Suara sesuatu yang terjatuh mengalihkan pandangan semua orang. Darren sontak membuka pintu dan terpampang lah pelaku dari keributan tersebut.
Ternyata ia adalah Bella yang tak sengaja menabrak suster yang sedang membawa gelas kaca.
Bella yang ketahuan melihat Rain dari jauh pun mulai gugup. Ia berjalan pelan memasuki ruangan Rain.
Wajah datar Rain membuat Bella merasa bersalah, Darren sudah menceritakan semua yang di alami Rain ketika Bella pingsan.
"G-gue tadi cuma lewat aja kok, gak ada maksud ngeliatin lo". Ucap Bella gugup.
"Yang bilang Lo ngeliatin gue siapa?" Tanya Rain datar.
Bella semakin gugup dan merasa begitu bodoh saat ini.
"Yaudah gue keluar aja, semoga cepet sembuh". Senyum Bella masam sambil mengambil langkah keluar.
"Siapa yang nyuruh Lo keluar?" Tanya Rain dengan suara dingin.
Bella semakin merasa serba salah
"Sini". Titah Rain agar Bella mendekat.
Darren dan Shireen memutuskan untuk duduk di sofa kamar rumah sakit tanpa memperdulikan drama mereka.
Sementara chia terus saja memperhatikan Rain dan Bella dengan pandangan terluka.
Bella mendekati tempat tidur Rain dengan perasaan berdebar.
"Lebih dekat!" Perintah Rain yang entah mengapa di turuti oleh Bella.
"Duduk sini". Titah Rain menepuk nepuk tempat tidur di samping nya yang masih kosong. Lagi lagi Bella merasa jantungnya akan segera keluar.
Bella duduk di samping Rain dengan perasaan takut dan ragu.
Namun yang di lakukan Rain membuat Bella terkejut.
Rain menggenggam tangan Bella dan mencium nya lembut.
"Maafin aku mbel, aku bodoh karena bisa bisanya aku lupain kamu". Lirih rain yang membuat Bella membeku, sesaat Bella terdiam karena begitu terkejut dengan apa yang ia dengar.
"Kamu.. k-kamu?" Tangis Bella mulai keluar.
"Iya aku udah inget semuanya, Maafin aku sayang". Ucap Rain yang membuat Bella menggeleng kan kepalanya.
"Ssstt.. kenapa minta maaf? Ini semua bukan salah kamu Rain". Ucap Bella menangis terharu.
__ADS_1
Rain menarik Bella agar ia tidur di sebelah nya. Ia mengelus rambut panjang Bella.
"Gimana kondisi kamu? Udah baikan?" Tanya Rain yang di balas anggukan oleh Bella.
"Lebih baik dari sebelumnya". Ucap Bella yang membuat Rain tersenyum.
"Aku kangen banget". Rengek Rain yang di hadiahi cubitan oleh Bella.
"Kemarin aja aku di cuekin". Sebal bella
Rain yang merasa sangat bahagia memeluk Bella dengan erat. "Kan aku gak Inget mbeel".. kekeh Rain.
Hal itu tak luput dari pandangan chia.
Chia memilih untuk keluar karena hal itu benar benar menyiksa batin nya. Usahanya agar rain melupakan Bella sia sia sudah.
"Kamu kurusan", ucap rain yang membuat Bella mencubiti pipi Rain gemas.
"Kamu jahat banget, yakali aku doang yang gak di Inget". Cemberut Bella.
"Maafin hm?". Ucap Rain yang membuat hati Bella berdesir aneh.
Bella memeluk Rain untuk menyembunyikan semburat merah pada pipinya.
"Heh! Astagfirullah bukan mahrom pak ajii !!!" Ucap Darren melempar rain dengan kulit kacang.
"Berisik Lo! Keluar sana!" Kesal Rain.
"Dih, gak bisa! Gak bisa di biarin emang Lo berdua!" Kesal Darren menarik Bella agar menjauh dari Rain.
"Ck, Darren ihh!!" rengek Bella yang di hadiahi pelototan tajam Darren.
🌼🌼
2 tahun kemudian
"Aduh bel kayak nya sup kamu keasinan deh". Ucap mamalisa setelah menyicipi masakan Bella.
Tatapan Bella yang semula riang langsung berubah menjadi berkaca kaca.
"Aduh mamah salah ngomong". Panik mamalisa melihat bibir Bella yang melengkung kebawah menahan tangis.
"Aduh mama sih!" Panik Rain pula.
"Mana sini sayang aku cobain sup nya, enak gini ihh.. mamah kemakan garem kali! Iya nih garem nya yang salah bukan kamu kok". Bujuk rain menenangkan.
Sudah satu tahun usia pernikahan Rain dan bella, sekarang Bella tengah mengandung. Hal itu yang membuat mood Bella seperti rollercoaster.
Salah bicara sedikit mood nya bisa langsung berubah. Hal itu membuat Rain pusing sekaligus gemas melihat tingkah istri Mungilnya.
"Bohong! Bilang aja gak enak!" Rajuk Bella menangis sembari pergi ke kamar nya.
Rain menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Sedangkan mamalisa sudah memasang tampang tanpa dosa yang membuat Rain semakin kesal saja.
"Mamah ihh.. gimana dong?" Tanya Rain frustasi.
"Hehe.. ya kamu bujuk dong Rain, Namanya ibu hamil mah biasa begitu, Ntar juga baik lagi". Ucap mamalisa menenangkan.
Rain memasuki kamar dan melihat Bella yang duduk di sofa membaca majalah namun menangis sesenggukan.
__ADS_1
"Majalahnya kebalik sayang". Ucap Rain.
"Hwaaaaaaaaaa"... Tangis kencang Bella membuat Rain kocar kacir.
"Ng-nggak maksud aku yang salah majalahnya nih, Bukan kamu kok". Bujuk Rain sambil menepuk nepuk pelan bahu Bella.
Bella mengerjabkan matanya lucu. "Kepala aku pusing ihh". Rengeknya.
"Makanya jangan kebanyakan nangis mbel, nanti kepalanya makin pusing". Ucap Rain sambil memijat halus kepala Bella.
"Emang gitu?" Tanya Bella polos.
Rain hanya mengangguk kan kepalanya sambil mencubit hidung istri kecilnya.
Rain mengelus perut buncit Bella gemas. Namun tiba tiba terasa tendangan dari dalam yang membuat Rain terkejut hingga membulat kan matanya lebar.
Sontak hal itu membuat Bella tertawa. "Bayinya nendang ihh.." girang Bella
"Kayaknya bayi kita nggak suka deh Rain sama kamu. Dia nendang Mulu ihh.." Rajuk Bella.
"Terus aku mesti gimana dong? Perut kamu nggak sakit?" Khawatir Rain serta masih terkejut mengetahui bayinya senang menendang perut ibunya.
"Nggak sakit kok. Mmm Kayak nya kamu mesti jauh jauh deh Rain dari aku". Ucap Bella menahan tawa.
"Ihh nggak! gak bisa gitu !!" Panik Rain mendengar ucapan Bella.
Sedangkan Bella hanya tertawa melihat kepanikan Rain.
🌼🌼🌼
3 bulan kemudian
"Tarik nafas yang dalam.. Keluarkan !" Ujar seorang dokter yang membantu Bella melahirkan.
Rain yang memegang tangan Bella sangat panik melihat darah yang begitu banyak.
"Gimana sih dok! Darah nya kenapa bisa banyak banget!"
"Bisa nggak sih dok ngeluarin bayinya lebih cepat? Istri saya kasian kalo begini!" Panik Rain.
"Melahirkan emang seperti itu pak". Ucap dokter yang sangat sabar menghadapi pertanyaan konyol Rain sedari tadi. selama kehamilan Bella rain seringkali merasa panik.
Tak lama suara bayi membuat Rain Membeku.
"Udah keluar?" Tanya Rain Girang.
Rain segera memeluk Bella yang setengah sadar.
"Bayi kita laki laki sayang. Cakep banget kayak aku!". Haru Rain hingga menangis bahagia.
Bella menggenggam tangan Rain mencari kekuatan.
"Sakit sekali?" Panik Rain lagi
Bella hanya tersenyum sembari menggelengkan kan kepalanya. Rasa sakitnya menguap melihat bayi mungilnya sedang menangis di dalam pelukan ayahnya.
"Kau kecil sekali". Ucap rain yang mendapat kekehan dari Bella.
"Terimakasih telah hadir dalam kehidupan kami" ucapan haru Rain kepada bayi kecilnya yang membuat Bella tersenyum bahagia.
__ADS_1
🌼🌼🌼