LARA ( MENGEJAR CINTANYA)

LARA ( MENGEJAR CINTANYA)
24.LARA


__ADS_3

Sudah seminggu setelah Bella mengatakan bahwa ia akan menikah dengan sean,  selama itu pula Rain Tak pernah menampakkan dirinya di hadapan Bella.


Bella merasa begitu kehilangan namun ia tak berdaya, ia tak bisa memikirkan kebahagiaan nya sendiri.


Hari ini Bella merasa tak bersemangat untuk ke kantor, Karena ia tahu bahwa Rain tidak ada. Belakangan ini Rain memang selalu menghindar dari Bella, dan Bella paham akan hal itu.


Bella berjalan menuju ke ruang pemotretan, ia tak pernah terlambat lagi setelah peringatan yang Rain berikan terkahir kali. Betapa terkejutnya Bella ketika melihat naina di ruangan tersebut.


"Oh Miss Umbrella, ini adalah Miss Naina yang di rekomendasikan sir Rainald untuk  menjadi model produk keluaran terbaru saat ini". Ucap maudy memperkenalkan.


Bella menatap sengit ke arah Naina yang sedang tersenyum penuh arti.


"Bagus Bella !" Ucap sang fotografer kepada Bella. saat ini Bella dan Naina sedang melakukan pemotretan baju yang mengharuskan mereka untuk berfoto berdua.


'Ck, kenapa hanya Bella". Batin Naina menggerutu.


Tanpa mereka sadari, Rain sedari tadi memperhatikan Bella dan Naina yang sedang melakukan pemotretan.


"Naina, mengapa kamu begitu kaku? Tidak bisakah sedikit terlihat natural?"  Ucap fotografer yang membuat Naina gelagapan.


"Iya sorry, sebelumnya gue gak pernah jadi model". Ucap Naina.


Ya naina hanyalah model dadakan yang di usulkan oleh Rain, Entah apa sebabnya.


"Gue gak abis fikir sama yang ngerekomedasiin Lo jadi model, Emg udah gak mampu cari  model profesional lagi?" Kekeh Bella yang membuat Naina geram.


"Gue ngerekomedasiin dia karena emang dia cantik dan postur tubuhnya sesuai kriteria". Ucap Rain yang membuat Bella terkejut.


Sejak kapan Rain berada disini. Batin Bella.


Sementara Naina sudah tersenyum menang mendengar nya.


"Emm.. kayak nya gue emang gak cocok deh Rain jadi model". Ucap Naina berharap semakin dibela oleh Rain.


"Cocok kok". Ucap Rain yang membuat Bella semakin geram saja.


"Menurut Lo aja cocok. Menurut gue nggak!" Kesal Bella.


"Saya tidak bertanya pendapat anda". Ucap Rain yang membuat Bella semakin geram, berbeda dengan Naina yang semakin merasa senang.


"Terserah, gue gak bisa bekerja sama dengan org yang gak profesional". Geram Bella, entah mengapa matanya mulai berkaca-kaca mendengar Rain yang terus terusan membela Naina.


'Mengapa anda begitu marah? Saya hanya mengatakan yang sebenarnya". Ledek Rain.


"Ya karena.. karena gue gak suka aja".


"Gak suka kalo saya belain Naina?" Ucap Rain.


"Apaan sih Lo!" Kesal Bella dengan wajah memerah Karena malu.


Rain tersenyum melihat Bella yang sudah terlihat begitu marah.


Sementara Naina mulai kembali terbakar api cemburu.


"Ikut gue". Titah Rain kepada Bella

__ADS_1


"Gak mau gue! Apa apaan Lo nyuruh nyuruh gue!" Marah Bella dengan mata berkaca-kaca.


"Ck, ikut atau gue gendong!" Ucap Rain yang membuat Bella melotot terkejut.


"Rain, kamu apa apaan sih, kamu kan udah janji buat makan siang sama keluarga aku". Ujar Naina menimpali.


"ayo bel !" Suruh Rain lagi tanpa memperdulikan Naina.


Naina mulai menatap penuh amarah. "Lo liat aja bel", batin nya.


Akhirnya Bella menurut saja, Bella berjalan di belakang Rain menunju ke ruangan Rain.


"Ck, Lama banget jalan Lo!" Ucap Rain sambil menggenggam jemari Bella. Hal itu membuat Bella tersentak dan merasa debaran jantungnya mulai tak terkendali.


Rasa rindu menyeruak ke dalam dadanya. Sudah seminggu ini ia tak melihat Rain membuat nya frustasi.


"Duduk!" Titah Rain setelah mereka sampai di ruangan Rain.


Bella hanya menurut saja.


"Mau apa lagi Lo? Mau marah marah lagi sama gue karena gue ngeledekin Naina?"


"Tenang aja! Gue gak bakal ganggu Naina lagi"


"Diem atau gue cium!" Potong Rain yang sontak membuat Bella terdiam.


"Dengerin gue umbrella, Ucap Rain memegang pundak Bella, hal itu membuat Bella salah tingkah.


"Gue seneng setelah mengetahui kalo Lo cemburu sama Naina, itu artinya Lo masih sayang kan sama gue?" Ucap Rain tersenyum.


"Munafik kalo gue gak berharap kalo pernikahan Lo batal". Kekeh Rain.


"Tapi gue juga pengen liat Lo bahagia walaupun bukan sama gue". Ucap Rain menggenggam tangan Bella.


"Selamat ya atas pernikahan nya, gue turut bahagia atas kebahagiaan Lo". Ucapan Rain membuat  air mata Bella yang sedari tadi tertahan mulai keluar, rasanya sangat sesak sekali.


"Hiks.. gue.. gue"..


"Sstt! Baru aja gue minta Lo bahagia udah nangis aja!" Kekeh Rain.


"Lo fikir gue bisa bahagia dengan pernikahan ini sementara hati gue masih buat Lo?" Bentak Bella dengan nafas yang mulai sesak.


"Ucapan Bella membuat Rain terdiam. Jadi, Bella benar benar masih mencintainya?" Batin Rain bahagia.


Rain memeluk Bella dengan perasaan campur aduk.


"Hiks.. gue bisa apa Rain? Gue gak mungkin batalin pernikahan ini, gue gak mungkin bisa bahagia di atas penderitaan orang yang udah nemenin gue di masa masa sulit gue". Lirih Bella.


"Mbell.. Kalo emang kita berjodoh, kita pasti bakal di pertemukan lagi", ucap Rain menenangkan.


"Maafin gue". Lirih Bella.


"Maaf buat apa, hm?" Ucap Rain menangkup kedua pipi Bella.


Hiks..

__ADS_1


"Ck, jangan nangis sayang". Ucap Rain sambil mengusap air mata Bella.   Hal itu membuat hati Bella berdesir hebat.


Bella sontak memeluk Rain kembali, Anggap lah ini pelukan terakhir sebelum pernikahan Bella di langsungkan.


Brak!!


Suara pintu terbuka kasar


"Bella !"


Suara itu membuat Bella berdiri kaget seketika.


"Sean?" Gugup bella.


Sean menatap datar ke arah Bella.


"Ayo pulang!" Titah Sean yang di angguki oleh Bella. Ia merasa khawatir saat ini, apakah Sean mendengar semuanya?


Sementara Rain hanya tersenyum sedih melihatnya.


🌼🌼🌼


"Kamu sadar apa yang baru aja kamu lakuin? Secara gak langsung kamu udah selingkuh di belakang aku bel!" Bentak Sean sambil mengendarai mobil nya dengan kecepatan di atas rata rata.


"Aku gak selingkuh Sean!" Ucap Bella.


"Terus kalo ga selingkuh apa bell? Lo kira gue ga liat aksi peluk pelukan Lo tadi!!" Geram Sean semakin kesal.


Bella tak tau harus berkata apa lagi.


"Aku emang masih cinta sama Rain! Aku juga udah berusaha buat luapain dia tapi gak bisa.. hiks".. lirih Bella.


Ciiittt


Sean menghentikan mobilnya mendadak.


"Apa kamu bilang?" Ucap sean mencengkram wajah Bella.


Bella mulai merasa takut Melihat sisi lain Sean.


"Maafin aku, aku tetep bakal nikah sama kamu, aku bakal belajar buat cinta sama kamu Sean". Lirih Bella.


"Cih, jadi kamu terpaksa ngejalanin hubungan ini?" Geram Sean.


"Berengsek!!" Maki Sean sambil memukul stir mobil nya.


Sementara Bella mulai gemetar an saat ini.


Sean melajukan kembali mobilnya menuju ke rumah Bella. Bella merasa sangat bersalah saat ini, sedari tadi permintaan maaf nya tak di hiraukan oleh Sean.


Bella sadar yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan, Namun ia benar benar mencintai Rain.


"Sean.. kamu masih marah?" Ucap Bella berusaha membujuk.


Sean hanya mengelus Surai panjang Bella tanpa mengatakan apapun.

__ADS_1


🌼🌼🌼


__ADS_2