
0852xxxxxxx
Bel ini aku Rain, aku pengen kita ketemu, keluar yaa.. aku udah nungguin kamu di depan. Aku janji ini yang terakhir.
Bella membaca pesan tersebut dengan perasaan bingung, untuk apa Rain meminta bertemu malam malam begini? namun Bella segera menyambar jaketnya.
Bella melihat ada sebuah mobil di depan pagar rumahnya, apakah itu benar Rain? Batin Bella.
Bella memilih untuk menghampiri mobil tersebut, namun seseorang memukul tengkuknya hingga akhirnya Bella jatuh pingsan.
"Bawa dia". Ucap seseorang memerintah.
"Baik bos!" Ucap sang anak buah.
Bella merasa kepalanya Sangat pusing, ia mencoba membuka matanya. Ia terkejut karena saat ini ia telah berada di rumah kosong dengan kaki dan tangan di ikat kuat.
Seingat nya ia pergi ke depan rumahnya untuk menemui Rain, tapi seseorang menculik nya. Bella mulai merasa takut dan sangat khawatir, air mata mulai membasahi wajah nya.
"Lepasin guee!!" Teriak Bella yang membuat seseorang di luar sana tersenyum miring.
Tok
Tok
Tok
Suara langkah kaki seseorang yang menggunakan heels mulai mendekati Bella.
Bella merasa sangat ketakutan, ia hanya bisa menangis dan menundukkan kepalanya saat ini.
"Hai Bella". Ucap seseorang membuat Bella mendongak kan kepalanya.
"Na- Naina?" Ucap Bella terkejut.
"Ternyata lo". Ucap Bella menatap tak menyangka ke arah naina.
"Segitu gak bisanya Lo nyaingin gue sampai Lo harus nyulik gue dengan cara kampung begini?" Ejek Bella.
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Bella.
Bella tersenyum sinis melihat nya, "apa? Lo gak terima?".
Naina hanya tersenyum miring dan mengeluarkan pisau lipat dari sakunya. Bella yang melihat hal itu terkejut dan merasa takut.
"Lo udah gila ya!!" Bentak Bella tak menyangka jika Naina se nekat itu.
"Kemana aja Lo selama ini sampe Lo gak tau kalo gue emang gila?" Tawa Naina membuat Bella merasa merinding.
"Ck, sebelum gue menghabisi Lo disini gue mau ngasih tau Lo sesuatu". Ucap Naina tersenyum penuh arti.
"Gue gak ngerti kenapa Lo selalu ngerusak kebahagiaan gue, Lo selalu ngebully gue, Lo ambil Rain dari gue!! Saat itu gue hampir sepenuhnya memiliki Rain tapi Lo!! Lo dengan lancang nya membuat Rain membatalkan pertunangan kami!!"
"Udah bagus Lo pergi jauh dari hidup Rain, tapi sekarang Lo malah hadir dan mau ngerebut semua yang udah gue usahain !!"
"Dan Shireen, dia temen Pertama gue dan kehadiran Lo juga ngebuat gue di buang gitu aja!! Manusia kaya Lo gak bisa gue biarkan hidup! Gak bisa!!" Bentak Naina.
"Rain dan Shireen cuma milik gue!! Gak ada yang bisa ngerebut mereka dari gue!" Ucap Naina penuh penekanan.
"Asal Lo tau kalo gue udah ngebunuh seseorang yang pernah menjadi teman Shireen di kampus". Ucap Naina membuat Bella terkejut.
"Itu bukan cinta na, itu obsesi!! Lo gila ya? Sedari awal Rain emang udah sama gue dan Shireen emang temen gue!! Lo yang gak tau diri!!" Bentak Bella.
"Kalo Lo emang cinta sama Rain ya Lo biarin dia bahagia! Cara Lo bener bener gila !!"
"Masih berani Lo sama gue!" Marah Naina.
Plak !
__ADS_1
Tamparan keras sekali lagi bella dapatkan .
"Kayanya kalo gue rusak wajah cantik Lo dulu bakalan seru!" Ucap Naina ingin mengarah kan pisau lipatnya.
Ck, tapi gue mau menunggu seseorang dulu. Ucap Naina yang membuat Bella heran.
"Jangan berani Lo sentuh gue!" Bentak Bella.
Brak
Pintu terbuka dengan kasar.
"Sean!" Teriak Bella senang.
"Tolongin aku, aku takut". Tangis Bella pecah.
Hahahahahaha. Tawa Naina menggelegar.
Sean tersenyum miring ke arah Bella. "Dasar Gadis bodoh!" Ucap nya kepada Bella yang membuat Bella terkejut.
"Sean, kamu.. kamu"..
"Iya! Gue sama Naina yang udah ngerencanain penculikan ini !"
"Asal Lo tau kalo bokap Lo yang udah ngebuat perusahaan ayah gue bangkrut sampai akhir nya dia meninggal karena stroke! Dan Lo, gue deketin dan pengen nikahin Lo gak lain cuma agar nguasain perusahaan ayah Lo".
"Tapi kehadiran Rain merusak semuanya! Mungkin kalo gue culik purti nya, Gultom akan menyerahkan perusahaan nya ke gue! Atau nggak gue bunuh aja Lo supaya gue bisa membalaskan dendam ayah gue". Tawa Sean menggelegar.
"Apa ini? Pengkhianatan lagi?" Batin Bella sakit.
"Kalo emang ngebunuh atau nyakitin gue bisa buat Lo bahagia, lakuin aja Sean.
Gue udah anggep Lo sebagai abang serta pelindung gue selama ini". Ucap Bella dengan mata berkaca-kaca.
"Apapun niat awal Lo deketin gue, yang jelas Lo udah bantuin gue di masa masa tersulit gue". Senyum Bella kepada Sean yang membuat Sean diam seketika.
"Gue sayang banget sama Lo Sean. Gue bahkan ikhlas ninggalin Rain supaya gue bisa bikin Lo bahagia nikah sama gue, karena gue kira sebelumnya Lo beneran cinta sama gue". Kekeh Bella di sertai tangisan kecil.
Entah mengapa hati Sean nyeri melihatnya. Melihat tangis Bella membuat hatinya hancur. Tidak, bukan ini yang Sean inginkan.
"Naina mengeluarkan pistol dari tasnya. Ck, kelamaan. Langsung gue bunuh aja kali ya". Ucap Naina.
Sementara Sean hanya diam di tempat. Ini adalah hari yang ia tunggu tunggu, hari dimana ia bisa menyaksikan putri kesayangan Gultom mati di hadapannya. Namun bukan perasaan bahagia yang ia Rasakan, justru perasaan sesak yang saat ini ia rasakan.
Brak!
Pintu kembali di buka oleh seseorang.
Rain!! Jerit Bella melihat Rainald yang sudah babak belur, darah yang bercucuran di pelipisnya membuat Bella menangis meraung Raung.
'Pergi dari sini Rain!" Jerit Bella.
"Lo udah gila Naina!" Bentak Rain yang membuat Naina terkejut.
Naina segera mengarahkan pistol nya ke arah Bella.
"Jangan mendekat atau gue bunuh dia!" Ancam Naina yang membuat Rain diam seketika.
"Apa mau Lo !!" Bentak Rain.
"Gue cuma mau Lo Rain! gue cuma mau Lo!!" Jerit Naina.
"Lo udah gila Na!" Bentak Rain lagi.
"Ucapkan selamat tinggal untuk wanita yang Lo cintai!" Ucap Naina terkekeh. Hal itu membuat Rain panik.
Seketika..
Dor!
__ADS_1
"Rain!!" Jerit Bella menutup wajahnya
Peluru mengarah kepada Bella. Rain yang terkejut mulai berlari melindungi Bella. rain memeluk Bella erat, ia tak peduli jika harus mati asal bella selamat saat ini.
Sudah beberapa detik namun ia tak merasakan apapun.
Rain melepas kan pelukan nya dari Bella. Yang terjadi justru Sean yang tergeletak terkena peluru karena melindungi Rain dan Bella.
"Seaaann!!!" Jerit Bella histeris.
Sementara Naina mulai panik dan tangan nya gemetar an.
"Rain melepas kan ikatan pada tangan dan kaki Bella. Bella sontak merangkak memeluk Sean!! Sean buka mata kamu ini aku Bella!! Bukaa!! Aku janji gak bakal marah sama apapun yang kamu lakuin! Kamu kan udah janji gak bikin aku khawatir lagi Sean !!" Tangis Bella menggelegar.
Sean membuka sedikit matanya dan tersenyum ke arah Bella.
"Maafin gue bel, gue emang egois. Gue bodoh selama ini gak menyadari kalo gue emang bener bener cinta sama gadis lucu gue". Ucap Sean terkekeh pelan.
Hal itu semakin membuat Bella menangis. "Jangan tinggalin gue seann!!" Tangis Bella.
"Ssstt! Lo harus janji sama gue kalo apapun yang terjadi Lo gak boleh nangis". Ucap Sean sebelum memejamkan matanya kembali.
"Seaaann!!!" Teriak Bella histeris.
"Kenapa Lo tega banget Naina!! Kenapaa!!" Bentak Bella sesuguk an.
"Siapa yang tega! Lo atau gue!" Bentak Naina.
"Dasar iblis Lo! Lo pikir dengan apa yang Lo lakuin saat ini Lo bisa dapetin gue! Jangan mimpi ketinggian Lo!" Bentak Rain lagi.
"Kalo gue gak bisa dapetin Lo, lebih baik Lo mati di tangan gue". Ucap Naina membuat Bella menggeleng kan kepalanya.
"Stop Naina! Jangan lagi!!" Mohon Bella.
Naina hanya tersenyum miring melihat nya.
Rain mencoba menjangkau pistol yang di pegang Naina. Naina mulai merasa panik dan akhirnya..
Dor!!
Peluru tepat mengenai dada Rain.
Rain!!!! Teriak Bella memeluk Rain.
"Rain jangan tinggalin gue Rain. Gue mohon". Ucap Bella semakin histeris.
"Jangan nangis sayang". Ucap Rain yang membuat Bella kembali sesugukan.
Sementara Naina sudah mengeluarkan air matanya, ia benar benar tak bermaksud menyakiti Rain.
Pistol Naina terjatuh Dari tangan nya. Naina merasa sangat shock saat ini.
"Rain".. lirih Naina.
"Puas Lo!! Puas!!" Bentak Bella yang membuat Naina tersadar akan kesalahannya.
"Rain maafin gue". Ucap Naina lagi.
"Bunuh gue aja lagi Na!! Bunuh gue!!" Teriak Bella histeris melihat Sean dan Rain yang tergeletak tak berdaya.
"Anda telah kami kepung! Angkat tangan".
Tiba tiba polisi datang dan membuat Naina gemetaran.
"Shireen!" Tangis Bella kala melihat Shireen yang datang bersama beberapa polisi.
"Rain dan Sean hikss".. tangis Bella.
"Tega ya Lo na!" Ucap Shireen mengeluarkan air matanya. Sedangkan Naina yang di tatap kecewa oleh Shireen merasa semakin bersalah.
__ADS_1
"Semua bakal baik baik aja, gue udah manggil ambulance". Ucap Shireen menenangkan Bella yang mulai histeris.
🌼🌼🌼