
lin terduduk diam.
ia segera menghabiskan makanannya.dan berlari keluar.
"hey kau mau kemana?!"teriak putri memanggil lin tapi lin tidak mendengarnya karena ia sudah berlari jauh.
lin berlari keluar rumah,bangunan rumah lainnya memang terlihat seperti desa.
langitnya seperti langit bumi pada umumnya.
air mata mengalir di mata kirinya."aku pulang"
di belakang lintang,putri mengejar-ngejar dirinya.
"huff....huff...huff...kenapa larimu cepat sekali..."putri terengah-rengah.
lintang yang menyadari putri mengejarnya,meminta maaf.
ia hanya bersemangat bahwa ia telah kembali ke bumi.
"aneh?....kau berbicara seperti sudah lama kau tidak kembali?"ujar putri penasaran dengan perkataan lintang.
lintang hanya tersenyum palsu,ia keceplosan berbicara soal valhalla.
"lupakan....ayo kita kembali.pasti kakek akan mengkhawatirkanku..."
lintang mengganguk iya.mereka berdua pun berjalan kembali ke rumah.
"untuk sekarang mungkin aku harus merahasiakan tentang identitasku...."pikir lintang.ia tak mau mengalami mimpi buruk itu lagi.
__ADS_1
saat mereka berdua sampai di rumah,mereka melihat seseorang pria paruh baya,yang tidak salah adalah...
"kakek!!!"
putri berlari menerjang pria paruh baya tersebut.ia memeluknya dengan erat sembari tersenyum lebar.
"selamat datang di rumah!"
"iya.."jawab singkat kakek tersebut.ia membalas senyum putri dengan senyuman dan memeluknya kembali.
momen kekeluargaan mereka berlangsung lama.membuat lintang merindukan rasanya mempunyai keluarga.
"semoga ayah dan ibu masih ada"pikir lintang memandangi moment kekeluargaan mereka berdua.
sang kakek sadar bahwa ada orang ketiga yang ada di rumah ini.
"putri apakah ia pacarmu?...kenapa kau tidak bilang bahwa kau mempunyai pacar pada kakek?"tanya kakek tersebut dengan nada bercanda.
"masa?"
"iya!!"jawab putri serentak.masih dalam wajah memerah.
kakek itu hanya tertawa kecil.sambil memandangku alisnya terangkat.
"tubuhmu bagus juga ya nak"puji kakek tersebut pada lintang.
"putri,siapa nama pacarmu ini?"tanya kakek itu pada lintang.
"sudah kubilang kakek.dia bukan pacarku.namanya lintang!!"jelas putri dengan wajah merah padam.
__ADS_1
kakek hanya bisa tertawa melihat kelakuan cucunya tersebut.
ia meminta putri untuk menyingkir dengan lembut.
"jadi pacarmu ini berasal dari mana?"tanya kakek tersebut.
"sudah kubilang kakek,dia bukan pacarku!!"teriak jengkel putri.dengan perasaan jengkel ia pun pergi ke kamarnya.
lintang hanya menahan tawa melihat putri ngambek.
kakek itu pun juga tertawa.sesudah itu raut mukanya berubah serius menghadap lintang.
dengan tatapan tajam ia bertanya"nak,jujurlah kau berasal dari mana?....orang-orang di desa bilang kau di temukan di tepi pantai dengan keadaan tak sadarkan diri"
"dan parahnya lagi..."tangan kakek tersebut menunjukan urat-urat nadi."kau telanjang di depan cucuku...apakah kau tak tahu malu!!"terdengar ia bicara sambil kesal tapi ia berusaha tenang.
"aku tak tahu kakek,aku juga tak ingat apa yang terjadi denganku?"alibi lintang.keringat dingin bercucuran.
kakek tersebut menatap tajam,ia mengamati tubuh lintang dari telunjuk kaki sampai sehelai rambutnya.
dari raut wajah hingga aura yang terpancarkan darinya.ia bisa tahu bahwa lintang tak bermaksud apa-apa terhadap cucunya.
kakek tersebut menghela napas."baiklah,mungkin kau benar-benar lupa ingatan?""kau boleh tinggal di sini selama kau bekerja mengerti!".
lintang menjawab dengan anggukan.
"pergilah,aku mau makan"ujar kakek tersebut berpaling menghadap makanannya dan dengan rasa lapar ia mengambil lauk yang ada di meja dan memakannya dengan rakus.
lintang hanya menggelengkan kepalanya,dirinya dan kakek tersebut ternyata sama saja.
__ADS_1
sementara dari dalam kamar putri.ia mengelus dadanya.
"syukurlah kakek tidak mengusirnya.."ujarnya dengan perasaan lega.