Last Einherjar

Last Einherjar
kesan


__ADS_3

kami pergi ke restoran terdekat.


setelah kami memesan meja kami pun duduk dengan posisi saling berhadapan.


suasana menjadi canggung,mungkin hanya aku sendiri yang canggung.


james terlihat sangat tenang sembari menunggu makanan yang kami pesan datang.


aku hanya mengetuk-ngetuk meja dengan jemariku.


gugup dengan apa yang akan di bicarakan.


[tuan,tolong tenanglah]


'bagaimana aku bisa tenang!'


'aku khawatir dia akan meminta bayarannya sementara gajiku saja belum terbayarkan'


[kenapa tidak dengarkan dulu apa yang akan di bicarakan pengacara anda]


'tapi..."


sebelum aku hendak melanjutkan,pelayan datang ke meja kami dan membawakan pesanan yangdi pesannya.


pelayan juga menaruh kotak merah berisi nasi dan fried chicken.


aku tak mau memakannya,walaupun perut ku ingin sekali memakan makanan itu.


tapi aku khawatir jika aku akan di suruh membayar makanan nya.


seakan jame tahu apa yang ku pikirkan,dengan tenang sembari menyantap makanannya ia berkata.


"tenang saja tuan lin,makanannya saya yang bayar"


mendengar kata bahwa james lah yang membayar membuat mata ku berbinar-binar.


dengan sigap aku membuka bingkisan makananku dan melahapnya dengan rakus.


*jame pov


'dari cara dia makan,sepertinya dia hanyalah orang miskin yang baru kali ini merasakan junk food'


aku heran,mengapa nona muda keluarga verchild bisa jatuh cinta pada seorang orang kelas menengah ke bawah.

__ADS_1


"tuan lintang?"


lelaki di depan ku mendongak ke arahku,ia masih mengunyah makanannya di mulut.


"ya?"


"maaf jika pertanyaan ibi bersifat pribadi,tapi apakah anda mengenal nona vira verchild?"tanya diriku dengan penuh adab.


ia mengganguk.


"bisa anda ceritakan pendapat anda tentang nona?"tanya ku.


aku menaruh kedua tanganku di atas meja,sembari kedua telapak bagian belakang menopang daguku.


ia menelan terlebih dahulu makanannya kemudian berbicara pendapatnya tentang nona vira.


"jujur,kesan pertama saat aku bertemu dengannya adalah jengkel"


"dia orang yang hanya mempedulikan dirinya sendiri tanpa peduli keselamatan orang lain,dia seorang gadis yang muda tersurut emosi."


"hanya karena aku membuat rusak sedikit mobil sportnya yang mahal itu,membuatnya mengirimkan beberapa assasins yang mengincar kepalaku"


hoh?


tapi itu masih belum menjawab pertanyaan ku kenapa nona vira sendiri harus mengirimku untuk membantu orang ini.


"saat aku berkerja di sekolah,ia pun ingin membunuhku juga."


aku menaikkan kedua alisku.


jadi rumor di organisasi gelap itu benar,bahwa ada salah seorang target yang sulit di bunuh.


bukan sulit di bunuh melainkan mustahil untuk membunuhnya.


sudah banyak assasins yang menerima misi tersebut,selain imbalan uang yang banyak juga akan membuat assasins tersebut memiliki koneksi dengan keluarga verchild.


tapi tak ada satupun assasins yang berhasil.


bahkan tim assasins yang di pimpin langsung oleh sang nomer satu assasins,jacob digger pun tak mampu untuk membunuhnya.


target yang di beri gelar immortal itu sekarang ada di depanku.


menarik...

__ADS_1


"tapi..."


ia menundukan kepalanya,aku bisa melihat ada sebuah senyum terukir di wajahnya.


"saat ia datang kepadaku seorang diri tanpa membawa senjata....dan saat itu juga...ia meminta maaf atas apa yang ia lakukan sebelumnya.."


"itu membuatku sadar bahwa vira itu tidak semenyablakan sebelumnya..."


ia tersenyum kecut.


"walaupun aku tendang dengan lutut olehnya tapi aku tidak marah sama sekali."


"aku merasa senang jika vira sudah mulaibtumbuh menjadi dewasa,aku juga senang bahwa ia masih memiliki ayah yang masih menyanyanginya walaupun ayahnya adalah orang yang sangat sibuk"


kesan anak ini...


entah kenapa terasa begitu dalam...


seolah kata-kata itu berasal dari lubuk hati terdalam nya.


aku pun berdiri.


"begitu,kalau begitu terima kasih sudah mau menceritakan kesan anada pada nona vira"ujar ku.


aku kemudian berbalik dan berjalan keluar.


"tunggu sebentar tuan james!"


aku menoleh dan melihat bahwa tuan lintang juga berdiri dan menyusulku.


"tolong titipkan salam ku padanya da rasa terima kasih pada vira"


"dan juga..."


"aku memaafkan kesalahannya!"ujarnya dengan penuh senyum.


"tentu...akan saya sampaikan padanya nanti"ujarku kemudian berjala keluar restorant.


kami pun berpisah.


aku tersenyum,aku senang bahwa nona vira telah jatuh cinta pada lelaki yang benar.


bukan lelaki yang hanya memakan harta dan hanya melihat tubuh wanita saja.

__ADS_1


__ADS_2