
di sekolah...
seorang anak muda dengan kulit masam,sedang mengepel lantai.
ia terlihat serius dengan pekerjaannya.
sampai...
seorang gadis berjalan ke arahnya.matanya nan inda bagai permata,ia menatap layu lelaki itu.
lelaki itu yang menyadari bahwa ini akan terjadi lagi menghela napas.
"dia mulai lagi...."
lintang pun menatap ke arah gadis itu dengan tatapan malas.
dahinya berkerut.biasanya ia selalu membawa pisau tapi...
ia tak melihat adanya pisau yang ia genggam?
lintang menyipitkan matanya.setelah di perhatikan baik-baik.gadis itu menundukkan kepalanya seperti malu-malu.
lintang memiringkan kepalanya.tidak biasanya dia seperti ini.
"anu..."akhirnya gadis itu membuka mulutnya.
"aku...ingin..."
suara dering telpon berbunyi.lintang pun segera mengangkatnya
"lintang.tolong kamu ke kelas 8-b untuk memperbaiki pintu yang rusak akibat siswi yang berkelahi!"ujar dingin seorang wanita.
ya,lintang tahu siapa dia.wakil kepala sekolah ini.cecilia.
"tapi nona,aku..."ujar lintang sembari terbata-bata.
tanpa balasan dari lintang.cecilia pun menutup telpon.
lintang pun hanya bisa menghela napas."bagaimana caranya aku bisa memperbaiki pintu?"
[host bisa menggunakan kemampuan kuli host untuk memperbaikinya]
mendengar suara system lintang pun menjadi senang.
__ADS_1
"benarkah?!.tapi bagaimana caranya?"tanya antusias lintang.
[host hanya butuh mendengarkan penjelasan dari system agar host dapat menggunakan kemampuan host]
mendengar itu.lintang pun menjadi bersemangat.
lintang pun dengan segera merapikan peralatannya dan segera pergi dari situ.
"kau mau kemana?"tanya vera yang sedari tadi berdiri.
"hmm"lintang melupakan vera yang sedari tadi berdiri.
"pergi ke tempat lain"ujarnya tak acuh.ia males meladeni gadis itu.
"tunggu! aku ingin bilang.."vera merentangkan tangannya ke depan mencoba mencapai lintang.
wush!!!
tanpa ia sadari kakinya tergelincir di lantai.
ia tertalu panik hingga ia lupa bahwa lantainya barusan saja di pel.
vera itu segera menutup mata,bersiap menahan sakitnya jatuh ke lantai.
"eh?"
saar ia membuka matanya,pupilnya membesar.
melihat sosok lelaki kulit masam dengan mata zambrud nan indah tengan menggendongnya dengan gaya putri.
"padahal aku baru saja mengepelnya.."batin lintang.
jangan salah paham,ia menolong vera itu bukan karena rasa kasihan malahan takut bahwa ia akan di marahi oleh kepala sekolah dan lagi jika terjadi sesuatu pada gadis itu tentunya ia juga yang akan kena.
saat pandangan lintang menghadap kepada vera.
kedua mata pun bertemu.
deg!
deg!
deg!
__ADS_1
deg!
jantung vera seakan berdetak hebat saat itu.
rona merah mulai menjalar dari leher hinggan ke wajahnya.membuatnya terlihat imut.
"menjauh dariku dasar mesum!!"
tanpa sengaja ia menggunakan kekuatan hunternya.
menggunakan lutut kanan yang kini berapi.ia menendang wajah lintang sehingga menbuat mereka berdua terjatuh.
brak!!!
"aduh!!!"vera memegangi tubuhnya.merasakan sakit akibat jatuh.
dengan segera ia bangun dan berlari menjauhi lintang.
"aku minta maaf soal kemarin!!"ujarnya berlari menjauh.
"minta maaf buat apa bodoh!!!"sarkas lintang.ia mengelus pipi kananya.
walaupun tidak sakit sama sekali tapi ia merasakan suhu api yang membakar pipinya.
(mungkin vera juga harus minta maaf lagi akan apa yang ia perbuat pada lintang tadi)
lintang pun berdiri,ia segera mengepel lagi lantai yang kotor akibat vera.(walaupun dirinya juga yang mengotori lantainya)
setelah itu ia pergi menuju kelas 8-b.
sementara itu....
vera berlari ke arah belakang sekolah.banyak para siswa dan siswi yang mempertanyakan perilaku vera yang aneh.
hingga sampai di belakang sekolah.ia pun bersandar.
"ada apa denganku??"tanya dirinya sendiri.ia memegangi wajahnya dengan kedua tangannya.
baru pertama kalinya ia merasakan perasaan aneh seperti ini.serasa sesak tapi di sisi lain membuat nyaman dan bahagia.
"apa..."
mencoba untuk menyangkal kemungkinan itu.vera menggelengkan kepalanya dengan penuh rasa malu.
__ADS_1
"tak mungkin aku menyukai janitor itu kan?!"