
"apa maksudmu memanggilku gadis *@*****!!"terika amarah yuiko sembari menunjuk ke arah lintang.
"memang kenyataan nya seperti itu"ujar lintang dnegan nada datar,seimbang dengan ekspresinya.
kerutan nadi muncul di kening yuiko.
sang ketua kendo mengulurkan katananya di deapn yuko.
dia memberi senyum manis pada yuko,memberi tanda untuk tenang.
ketua klub menodongkan katananya kepada lintang.
"dengar orang mesum,kami tidak akan membiarkan tangan kotormu itu menyentuh adik seperguruan kami!"ujar nya dengan penuh serius.
di ikuti oleh teriakan anggota lain.
"ya benar! keluar dari dojo kami dasar mesum!"
"jangan ganggu adik seperguruan kami!"
lintang menghela napas.
'dia pasti baru bergabung dengan club ini....'
"kalian mudah sekali tertipu oleh gadis brengsek ini,kau tahu sudah berapa banyak masalah yang dia timbulkan"
"j-jangan percaya dengan apa yang dia katakan!"ujar yuiko dengan nada sedikit panik.
dengab penuh muslihatnya,yuiko memanfaatka aset besarnya untuk memeluk lengan ketua dojo,menelan asetnya di lengan ketua dojo itu.
"tolong....selamatkan aku dari penculik ini.."
melihat kejadian ini,hidung ketua dojo mimisan karena betapa empuk dan kenyalnya aset yuiko.
__ADS_1
ketua dojo itu menggelengkan kepalanya.
dengan penuh percaya diri,ketua dojo itu mengacungkan katananya pada lintang.
"dengar kakak,aku tidak suka memakai cara kekerasan tapi jika kakak hendak ingin menyakiti orang yang lemah terutama gadis cantik ini...."
tatapannya berubah menjadi intimidasi.
"aku tak akan segan-segan menggunakan cara kekerasa demi melindungi yang lemah!"
"...."
lintang hanya diam di tepat,ekspresi wajahnya tidak menunjukan rasa apapun.
baginya,intimidasi seperti itu seperti angin di wajahnya.
'you must be f*vking kidding me! I dont give f*cking **** right now!"
[tuan,lebih baik anda tenangkan diri terlebih dahulu. jika anda lepas kendali lagi maka itu akan membuat masalah jauh lebih besar dan rumit]
suara yang terdengar di kepalanya memperingati.
lintang mengganguk dan mulai mengatur nafasnya.
ia menarik nafas dalam-dalam,dan menghembus kan nya keluar dengan halus.
sekarang pikiran lintang sudah tenang,dia melihat sekitarnya apakah ada sebuah cara agar masalah ini bisa di timbulkan dengan minimum membuat masalah yang lebih besar.
matanya terhenti saat melihat katana yang di pegang ketua dojo.
sebuah senyum terukir di wajahnya.
"dengar ketua dojo,bagaimana kalau kita berduel saja?"
__ADS_1
ujar lintang dengan nada sesantai mungkin,dan sedikit menaikkan intonasinya agar sedikit mendiskrimasi.
"duel? untuk apa kita berduel"
wajah dan nadanya menjadi datar,jauh lebih datar.
yuiko yang melihat reaksi lintang yang menjadi datar tersenyum kecil.
'dia pasti ketakutan'
pikirnya,yuiko pun memeluk erat ketua dojo,membuat oppainya menekan lengan kirinya.
ketua dojo yang secara teknis masih dalam masa puber merasa ingin mimisan.
"apa yang kamu tunggu lagi kakak! cepat usir penculik ini!..apa...jangan bilang kakak takut?~"
ujar manja yuiko yang terdengar menyelepelkan ketua dojo.
ketua dojo yang mendengar itu merasa sedikit tersinggung,dia pun tersenyum bangga pada dirinya.
ketua dojo itu pun mengganguk dan menodongkan.
"baiklah,aku terima duel mu!"
lintang mengepalkan tanganya,urat-urat nadi bisa terlihat di sekujur tangannya.
yuiko yang melihat itu berpikir bahwa lintang takut untuk menerima tantangan duel dari ketua dojo yang mana hal sudah berpengalaman soal berpedang.
[tuan....tidak ada cara lain...]
lintang menghela napas panjang,wisdom benar....ini hanya sekali...
lintang pun mengganguk dingin menerima tantangan duel ini.
__ADS_1