
esoknya
bangun dari tidurnya,yuiko melihat sekelilingnya.
Masih sama seperti sebelumnya,ia berada di sebuah kamar kecil.
Dimana perabotannya masih terlihat sama seperti sebelumnya.
sadar atas baru saja yang ia lakukan,dengan panik ia melihat ke arah belakangnya.
'janitor itu tidak ada?'
ia mendengar suara shower dari dalam kamar mandi.
yuiko tahu janitor itu sedang mandi.
Senyum di wajahnya terukir,dengan diam-diam ia melangkah menuju pintu keluar.
Clek-
'pintunya di kunci!'
secara bersamaan pintu kamar mandi terbuka,memperlihatkan tubuh janitor yang berotot tapi jauh ke arah ramping.
Yah itu lintang,dan ia hanya menggunakan handuk sebagai penutup bagian bawahnya.
wajah yuiko memerah padam,ia tak tahu bahwa tubuh seorang janitor bisa se panas ini.
yuiko dengan cepat menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"kyaaa!!!"
Suara teriakan yuiko terdengar hingga seluruh penginapan.
"apa yang terjadi?!"tanya seorang tamu pria.
"sepertinya seseorang wanita barusan berteriak"jawab tamu lainnya.
"ayo kita cari,mungkin dia dalam masalah!"
"betul,suaranya berasal dari kamar nomer 201!"
Lintang menjadi panik,kamar 201 adalah kamar tempat ia dan yuiko menginap.
brak!
"woi buka pintunya!"
__ADS_1
"cepat buka atau kami akan mendobrak masuk!"
Lintang semakin panik.
Ia sadar bahwa ia keluar hanya menggunakan sehelai handuk.
Jika mereka masuk,akan terjadi kesalah pahaman yang akan membuat dirinya berada dalam masalah besar.
Lintang dengan segera menutup mulut yuiko dengan satu jarinya.
"sstt"bisiknya sembari menempelkan satu jari lainnya di mulutnya.
yuiko menatap lintang,dengan tatapan yang membuat lintang tidak nyaman.
Ia handuk yang menutupi tubuh bagian bawah lintang,membuatnya melorot jatuh.
"eh?"
yuiko terdiam,dengan wajah semerah apel,bahkan jauh lebih merah lagi.
"kyaaa! Dasar mesum!!"
Suara teriakan yuiko yang berada di balik pintu membuat para pengunjung yakin.
Bahwa ada seorang bajingan mesum yang sedang memperkosa seorang gadis.
brak!!
Pintu di buka,terlihat remaja dengan mata hijau zambrud menatap ke arah mereka.
belum sempat bertanya,para pengunjung langsung berhamburan masuk.
saat mereka masuk bukan pemandangan yang mesum yang mereka lihat.
Malahan hanyalah sebuah tv digital yang sedang menayangkan film thriller.
"ada apa ya?"jawab polosnya,yang tak lain adalah lintang yang mengenakan bajunya.
para melihat sekitar,semua terlihat rapi tak ada tanda-tanda kekerasan di sini.
dengan rasa malu dan perasaan canggung.
Para pengunjung meminta maaf karena mereka telah mendobrak masuk tanpa izin.
Mereka mengira bahwa terjadi kejadian tida senonoh di kamar ini.
Lintang hanya mengganguk,memaafkan mereka.
__ADS_1
para pengunjung keluar,mereka bener malu dengan diri mereka sendiri.
Saat di rasa semua pengunjung penginapaj telah keluar,lintang menghela napas lega.
"hampir saja"ujarnya menyeka keringat.
Lintang merentangkan tangan kanannya.
Dimana cincin emas yang ia sebut draupnir bersinar ke emasan.
Perlahan-lahan cahaya emas itu menyerupai sebuah pedang.
Pedang dengan bilah perak panjang dengan ujung yang tajam.
gagang berwarna keemasan dengan rumbal diukir simbol-simbol nordik.
hofund sword.
lintang menghela napas sesaat,sudah lama ia tidak menggunakan pedang ini.
Ia berharap semoga tidak terjadi 'hal' yang sama seperti di ginungagap.
'supreme combat:3rd form-gate of void'
Lintang menebas udara,dari tebasannya retakan hitam muncul.
retakan hitam itu mengeluarkan petir hitam yang menyambar ke segala arah.
lintang tanpa rasa takut memasukkan tangan kanannya ke dalam retakan hitam itu.
Saat di rasa ia telah memegang sesuatu,seperti kain.
Ia menariknya.
Saat di tarik keluarlah sosok gadis cantik yang tengah tertidur.
Atau lebih tepatnya ia pingsan.
setelah yuiko keluar dari retakan hitam itu,lintang membentuk garis vertical ke atas secara perlahan.
Menutup retakan itu sekaligus.
lintang kembali menatap yuiko.
"kau benar-benar membuat ku hampir kena masalah dua kali"
__ADS_1