Leave Me Alone

Leave Me Alone
3. Pintar Tapi ....


__ADS_3

"Angkat tas kalian dan berdiri. Tempat duduk bakal ibu ubah."


Mendengar hal itu, seluruh murid di kelas melongo. Ingin protes rasanya, tapi apalah daya, guru yang berbicara tadi adalah guru killer yang tak segan menggunakan kekerasan jika murid tidak menurut. Ditambah dengan omongan pedasnya dan hukuman yang tak pernah main-main.


"Kamu." Bu Sri - selaku wali kelas mereka menunjuk seorang cowok yang duduk di belakang. "Duduk di depan, kelompok dua."


Cowok itu menurut. Ia takut melawan, takut dimarahi, dan takut dimaki. Bu Sri mulai mengatur tempat duduk mereka.


Lima atau enam orang bersyukur saat mendapatkan teman sebangku yang sekiranya bisa dimanfaatkan. Contohnya Randi, cowok dengan wajah nyaris sempurna.


Ia duduk di bangku kedua di kelompok empat bersama dengan seorang gadis. Yaitu Alana Riandani. Si cewek beasiswa yang mudah untuk dimanfaatkan.


Sejak tempat duduk di bagikan Alana hanya diam dan memasang wajah datar. Setelah duduk, Alana kembali membaca buku yang ia baca tadi pagi.


Pergantian tempat duduk selesai, pelajaran dimulai. Sedangkan Alana masih kelihatan sibuk membaca buku yang sedari tadi ia pegang. Ia bahkan tak mengeluarkan buku pelajaran yang sedang dibahas.


Bu Sri yang melihat Alana sibuk sendiri langsung saja menghampiri cewek itu. "Alana. Kerjakan soal di depan."


Alana tersentak. Tanpa pikir panjang ia berdiri dan berjalan ke depan. Mengambil spidol di meja guru, lalu mengerjakan soal Matematika dengan cepat. Setelah itu ia kembali ke tempat duduknya.

__ADS_1


Bu Sri hanya mengangguk membenarkan jawaban Alana dan kembali menjelaskan materi. Ia bahkan tak marah atau mengomel melihat Alana kembali sibuk dengan buku yang dibaca tadi. Lagipula kelihatannya Alana sudah mengerti dan paham akan materi ini.


Sombong banget ni cewek. Caper sama Rendi pasti. Jijik.


Dari kejauhan, Misca menatap sinis Alana yang duduk dua baris di depannya. Ia benar-benar tidak sukap pada gaya Alana.


Tidak seperti orang yang ditindas lainnya, Alana terlihat tenang. Kadang cewek itu memperlihatkan rasa takutnya, tapi tak pernah berlebihan. Seakan ingin memberitahukan orang-orang bahwa dialah yang jadi korban di sini, dialah yang perlu di bela. Cewek itu memang pintar.


"Kerjakan tiga soal di depan, setelah istirahat harus dikumpul." Bu Sri keluar dari kelas.


Alana mendongak. Melihat papan tulis setelah itu pandangannya bergerak ke atasnya, tepatnya benda berbentuk lingkaran dengan tiga jarum yang bergerak memutar.


Tapi buku itu segera di sahut oleh seseorang dari samping kirinya. Alana menoleh dengan wajah tanpa ekspresi. Melihat seorang cowok bername tag Randi Pranadipati memegang bukunya.


"Pinjam," ujar cowok itu.


Alana memejamkan matanya menahan amarah. Yang ia tahu, Randi adalah cowok pintar dan selalu mendapat rangking dua dari kelas sepuluh. Cowok itu memang selalu satu kelas dengan Alana dari MOS.


Nilai Randi selalu sempurna di bidang akademik maupun non akademik. Tak ayal, semua guru mengenal Randi dengan baik. Bahkan cowok itu selalu masuk lima besar juara umum.

__ADS_1


Tapi melihat Randi merebut buku dan menyalin jawaban Alana kebukunya membuat Alana meragukan kepintaran Randi.


Pinter apa? Jangan-jangan dia pinter karena nyontek atau nge-cheat? Tebak Alana dalam hati.


Saat Alana ingin melanjutkan membaca buku, Randi tiba-tiba menggeser buku Alana yang masih terbuka ke meja Alana.


"Jawaban lo salah tuh. Seharusnya 167,5 centi meter persegi," ujar Randi dengan nada datar sambil menunjuk soal nomor dua.


Alana mengoreksi jawaban nomor dua di bukunya. Benar saja, ia salah mengalikan ruas kanan dan ruas kiri. Ini pasti karena ia mengerjakan soal tersebut dengan buru-buru karena ingin segera melanjutkan membaca buku.


"Makasih udah diingatkan," jawab Alana.


Randi mengangguk dengan wajah datarnya lalu kembali menyalin jawaban Alana.


Gue salah, ternyata dia pintar. Alana tersenyum tipis.


**To Be Continued..


Jangan jadi silent reader dong, sist. Kasih like atau komen gitu ke aing, apa yang kurang dan apa yang salah.

__ADS_1


Dah segitu ajeh. Babai😙**


__ADS_2