LEGENDA JENDERAL PERANG

LEGENDA JENDERAL PERANG
Ch. 11 Griffondel 5


__ADS_3

"Light Of Justice!!!"


Alexander mengayunkan pedangnya dan mengeluarkan magic skill berupa pisau cahaya berwarna keemasan.Pisau cahaya itu lebih lemah dari sebelumnya.Tentu saja ini karena mana Alexander terkuras banyak.


Saat pisau cahaya tersebut hampir menyentuh para Orc yang berusaha menyerang Alexander.Tiba-tiba bola cahaya berwarna hijau berukuran sebesar semangka melesat ke pisau cahaya Alexander.


"Apa !? Mereka memiliki sorcerner!?"


Alexander heran dengan kejadian di depan matanya.Dia tidak menyangka moster seperti Orc memiliki sorcerner.


"Haha sudah kuduga Suku Serigala Salju tidak cukup kuat menghadapi penduduk dunia ini."


Sherkhan tertawa lantang dengan suara serak khasnya.


"Keparat apa yang dilakukan si tua bangka!"


Kwanza bergumam pelan agar tidak terdengar oleh Sherkhan.


Kedua magic skill tersebut berbenturan dan beradu kekuatan.Benturan keduanya menghasilkan gelombang kejut di sekitar Griffondel.Meski pisau cahaya milik Alexander lebih besar tapi tidak mampu mengalahkan bola cahaya hijau tersebut.


Lama kelamaan pisau cahaya Alexander bergerak mundur karena terdorong bola cahaya.Tidak hanya terpukul mundur pisau cahaya Alexander semakin meredup.Selang beberapa pisau cahaya itupun menghilang dan bola cahaya Sherkhan langsung melesat menuju Alexander.


Alexander mencoba menghindari serangan itu namun tubuhnya berkata lain.Tubuh Alexander sudah mencapai batasnya.Tapi Alexander berhasil menggerakkan tubuhnya sedikit ke kanan.Sehingga serangan yang semula menuju dada meleset ke bahu kirinya.


"ARGH!!!"


Alexander menjerit karas tapi hanya sebentar.Karena ia tau musuhnya tidak akan memberinya waktu untuk berteriak kesakitan.


"Dasar keras kepala!"


Sherkhan berteriak geram karena musuh yang jauh lebih lemah darinya begitu susah untuk dibunuh.


Sherkhan menenangkan dirinya kemudian berkata.


"Tidak kusangka kau masih bisa menghindar,meski itu tidak akan merubah keadaan."


Sherkhan percaya diri karena melihat musuhnya yang sudah tidak berdaya.Suku Serigala Salju hanya terdiam melihat kelakuan Sherkhan.


Alexander menghela nafas perlahan.


"Sayang sekali aku tidak mengerti apa yang dikatakan orang yang akan membunuhku."


Alexander berpura-pura kecewa meski aktingnya sangat buruk.Orang bodoh pun tahu kalau ia hanya akting.Atau mungkin serius karena memang bahasa Orc berbeda dengan manusia.


"Haha setelah kabar ini sampai di ibukota bangsa manusia akan senantiasa siaga dan kalian mungkin tidak akan menang melawan kami!"


"Kalian mungkin memang lebih kuat dari kami namun kami memiliki seribu satu cara untuk bertahan hidup."

__ADS_1


Darah segar membasahi jubah Alexand dia tidak bisa menghentikan pendarahan itu karena ia kehabisan mana.Luka di bahu kiri Alexander cukup dalam.Seharusnya magic skill Sherkhan dapat memisahkan lengan Alexander dari tubuhnya.Tapi setelah berbenturan dengan pisau cahaya Alexander kekuatan bola cahaya tersebut berkurang banyak.


Sherkhan memberi tanda agar Suku Serigala Salju menyingkir.Agar tidak terkena serangan nyasar.Kemudian Sherkhan mengucapkan mantara-mantra sembari mengelus tongkatnya.


Kemudian Sherkhan mengayunkan tongkatnya dan muncul bola cayaha berwarna hijau.Mirip bola cahaya yang tadi hanya saja ukurannya lebih besar.Bola cahaya itu berdiameter sekitar dua meter.


Bola cahaya itu melesat menuju Alexander.Tanah yang dilewati bola cahaya hancur membentuk garis.Seperti membuat garis dengan tangan di tanah hanya saja ini lebih besar.


Alexander mengangkat pedangnya dengan tangan kanannya,karena tangan kirinya terasa sakit jika digerakan.Ia mengangkat pedangnya tinggi-tinggi dan mengaliri pedangnya dengan mana.Perlahan pedangnya mengeluarkan cahaya emas.


"Semoga ini cukup untuk menahan serangan itu."


Bola cahaya hijau itu semakin dekat dengan Alexander.Dan saat bola cahaya itu berada di hadapannya,Alexander mengayunkan pedangnya dengan tangan kanannya sekuat tenaga.


Gelombang kejut muncul saat benturan itu terjadi.Para Suku Serigala Salju yang mengambil jarak cukup jauh saja masih terkena dampaknya.Api yang membakar rumah penduduk Griffondel seketika padam terkena gelombang kejut tersubut.


"Gila apa yang dilakukan Sherkhan!"


Kwanza bertanya-tanya sembari menahan gelombang kejut yang menghantam tubuhnya.


"Apa dia hanya ingin pamer kekuatan?"


"Dasar!!!"


Alexander mencoba membelah bola cahaya di hadapannya.Meski mana yang ia alirkan tidak banyak tapi ia yakin mampu membelahnya karena percaya dengan kualitas pedangnya.


"Tamatlah riwayatmu!"


Sherkhan berkata penuh percaya diri.


"Sudah kubilang kau tidak bisa menghindari yang kali ini."


Sherkhan sudah merasa berada di atas angin.


Dia yakin kemenangan berpihak kepadanya.


"Berisik!aku sedang mencoba membelah magic skillmu lagipula aku tidak tahu apa kau katakan."


Alexander geram melihat lawannya yang terlalu banyak bicara.Yang membuatnya lebih geram bahasa mereka berbeda satu sama lain.


Akhirnya Alexander dapat membelah bola cahaya itu.Bola cahaya itu terbelah menjadi dua bagian yang sama besar.Kedua belahan tersebut terus melesat ke belakang Alexander hingga menghantam bukit di dekat Griffondel.


Setelah membelah bola cahaya tersebut kaki Alexander tidak kuat lagi menahan tubuhnya untuk berdiri.Alexander segera jatuh ke tanah dalam posisi tengkurap.


Alexander masih sadarkan diri namun tubuhnya sudah mencapay batasnya.Tubuhnya tidak bisa digerakkan sama sekali.


"Mungkin ini akhirnya."

__ADS_1


Alexander menghela nafas perlahan.


***


El terus berjalan hilir mudik seperti orang khawatir pada umumnya.Sudah cukup lama El menunggu,ia ingin pergi meninggalkan Griffondel namun hatinya berkata lain.


"Mungkin aku harus menjemput kakek itu"


El masih ragu akan pilihannya,dia ingin menjemputnya tapi resikonya besar.


"Baiklah aku akan menjemput kakek itu"


El menyakinkan dirinya sendiri.Ia segera memacu griffin yang ia tunggangi.Griffin itu dengan cepat terbang ke langit Griffondel.El segera memacu griffinnya ke tempat terakhir ia bertemu dengan Alexander.


El sudah begitu lihai menunggangi griffin.Karena hampir seluruh penduduk Griffondel dapat menunggangi griffin.Baik tua atau muda karena itu sudah menjadi adat desa ini.


El mendengar suara dentuman keras ia segera menghampirinya secepat yang ia bisa.Ia memacu griffinnya menuju sumber suara tersebut.


Sesampainya di sumber suara El melihat bola cahaya berwarna hijau menuju sosok yang ia kenali.Ketika El hendak menghampirinya tiba-tiba gelombang kejut memaksanya mundur.Dia kehilangan kendali akan griffinnya ia terombang-ambing di udara.


Setelah mendapat keseimbangannya El segera melakukan gerakan menukik.Dan saat ia mendarat sosok yang ingin ia jemput sudah tengkurap di tanah.Tanpa pikir panjang El segera membawanya terbang dengan griffinnya.


"Ah kau berat juga ya kek."


"Hah kau kenapa kau disini nak?"


"Seharusnya kau sudah meninggalkan tempat ini nak?"


"Kakek pikun?"


"Kakek sudah berjanji padaku."


"Tenang kek aku akan membawamu ke ibukota."


"Tidak,mautku sudah dekat membawaku ke ibukota hanya akan merepotkanmu."


"Lagipula lukaku sudah terlalu parah,aku juga sudah kehilangan banyak darah."


"Tapi kek..."


"Dengarkan aku sebentar sebelum aku mati!"


"Tapi kek..."


"Dengarkan aku nak!"


Suku Serigala Salju mulai mengepung mereka.Mereka bersiap menyerang El dan Alexander.Jarak diantara mereka memang cukup jauh,cukup memberi El dan Alexander waktu untuk berbicara sejenak.

__ADS_1


__ADS_2