LEGENDA JENDERAL PERANG

LEGENDA JENDERAL PERANG
Ch. 3 Perjalanan Meninggalkan Mars


__ADS_3

Seorang Orc masuk kedalam tenda Sherkhan dan melapor.


"Yang mulia,sudah 42 suku yang sampai di perkemahan pusat."


"Hm 42 suku dari 63 suku ya."


"Ah setidaknya sudah separuh lebih bangsa Orc berkumpul disini."


Ujar Sherkhan sambil mengelus tongkatnya.


"Suruh mereka membuat tenda dan istirahat karena besok kita akan meninggalkan dunia ini."


Perintah Sherkhan kepada Orc dihadapannya sembari mengayunkan tongkatnya.


"Baik yang mulia."


Setelah itu tenda Sherkhan kembali hening.


Serkhan mulai mengetuk-ngetukan jarinya ke singgasana tempatnya duduk.Ia terlihat sedang memikirkan sesuatu.


Ia kemudian bangkit dari singgasananya lalu memijat keningnya yang mulai penuh kerutan.


Kemudian ia berhenti memijat keningnya.Perlahan ia tersenyum senyumannya semakin lama semakin lebar hingga akhirnya ia tertawa terbahak-bahak.


Tawa yang begitu menyeramkan ditambah dengan fisik Sherkhan membuat siapapun yang melihatnya ketakutan.


Dengan seluruh tubuh berwarna hijau layaknya lumut termasuk matanya yang bersinar hijau.Bukan hanya itu hal aneh dari tubuh Sherkhan,dari punggungnya tumbuh 6 benda seperti tanduk berwarna hitam legam.


Benda di punggungnya bercabang cabang layaknya tanduk rusa.


Hal itu mungkin efek samping dari penggunaan Ra'.Karena Sherkan satu-satunya Orc yang memakai Ra'.Mungkin kejiwaan Sherkhan juga mulai berubah karena terlalu sering menggunakan Ra'.Seringkali ia tertawa sendiri saat tengah malam.


"Hah sepertinya aku butuh istirahat besok aku harus mengubah gapura menjadi portal."


"Aku seperti orang gila saja,berbicara pada diri sendiri."


Setelah berbicara demikian Sherkhan kembali duduk di singgasana lalu memejamkan matanya.Karena tanduk di punggungnya Sherkhan tidak bisa lagi tidur ranjang.


Malam itu semua bangsa Orc mempersiapkan diri untuk meninggalkan Mars.


***


Di bawah sinar rembulan rombongan Suku Serigala Salju terus melaju menuju perkemahan pusat.Kwanza memimpin rombongan itu dengan menunggangi serigalanya.Semua anggota Suku Serigala Salju menunggangi serigala sesuai dengan nama suku mereka.


Serigala serigala ini dibawa dari dunia para Orc.Mereka memang sudah biasa dijadikan tunggangan oleh para Orc.Tubuh mereka bahkan sedikit lebih besar dari Orc.


Karena sudah biasa dijadikan tunggangan fisik mereka menjadi terlatih tidak kalah dari para Orc.


Dengan jumlah mereka yang banyak dan kecepatan mereka yang tinggi membuat debu berterbangan disekitar mereka.Kerena memang mereka tengah berlari di atas gurun pasir.

__ADS_1


"Oi Kwanza bukankah kita perlu istirahat?"


Tanya seorang Orc yang berusaha menyamai kecepatan mereka,akan tetapi ia kesulitan karena serigala kepala suku memang lebih unggul.


"Oh benar juga hari sudah malam."


"Kita dan serigala kita perlu istirahat sejenak,lagipula jarak perkemahan pusat sudah tidak jauh."


"Terimakasih sudah mengingatkanku Sulong."


Orc yang diajak bicara Kwanza tidak menjawab karena sudah tertinggal jauh di belakangnya.


Sulong adalah wakil Kwanza sekaligus sahabatnya.Sulong mengerti betul tingkah laku Kwanza karena mereka sudah bersahabat sejak kecil.


Mulai dari sikap baik Kwanza hingga sikap buruknya.Memang seperti itulah biasanya kita lebih mengenal orang lain ketimbang diri sendiri.


Kekuatan Sulong tidak jauh di bawah Kwanza bahkan Sulong mendapat julukan tangan ketiga Kwanza.Sulong tidak keberatan dengan julukan tersebut karena memang ketika Kwanza dalam kesulitan ia selalu menolongnya.Kecuali ketika Kwanza memiliki masalah dengan istrinya


Kwanza mulai menurunkan kecepatan serigalanya hingga berhenti.


Tak lama kemudian Kwanza memberi aba-aba kepada sukunya untuk berhenti.


Mereka kemudian berhenti setelah untuk beristirahat sejenak.Setelah 10 jam perjalanan akhirnya mereka berhenti untuk istirahat.Perjalanan dari Perkemahan Suku Serigala Salju menuju Perkemahan Pusat membutuhkan waktu kurang lebih 12 jam.


Dengan begitu Kwanza dan sukunya hanya tinggal menempuh 2 jam perjalanan untuk tiba di Perkemahan Pusat.


Rombongan Kwanza kemudian duduk melingkar dengan serigala mereka masing masing.Sebagian dari mereka memilih untuk berbaring dan bermandikan cahaya bulan.Di tengah gurun pasir yang gersang.


Mereka memakan perbekalan mereka, perbekalan yang sangat sederhana.Karena memang Mars hanya tinggal gurun pasir.Tidak ada sesuatu untuk dikonsumsi selain air.


Sambil menyantap bekalnya Kwanza berseru mengingatkan sukunya.


"Sebelum fajar terbit kita harus sudah sampai di Perkemahan Pusat."


"Karena besok pagi portal untuk meninggalkan dunia ini dibuka."


"Jika kita terlambat bisa bisa kita ditinggalkan di dunia ini."


Sukunya hampir tidak menjawab karena kelelahan.Kwanza memaklumi sikap sukunya karena berkendara dari pagi hingga malam bukanlah hal yang mudah.Terlebih lagi tadi siang panasnya matahari begitu menyengat.


Kwanza kemudian kelanjutkan menyantap bekalnya.


"Hei sayang apakah kita bisa berburu di atas salju lagi seperti dulu,seperti di dunia kita dulu?"


Tanya Khala kepada suaminya yang tengah mengisi perutnya.


Setelah menelan makanannya Kwanza menjawab pertanyaan istrinya.


"Entahlah aku tidak mau berbohong kepadamu,aku tidak tahu jawabannya."

__ADS_1


"Yang jelas aku tidak percaya dengan si tua bangka Sherkhan!"


"Hm mengapa kau tidak percaya kepadanya, apakah kau lupa dialah yang menyelamatkan bangsa kita lima puluh tahun lalu?"


Khala menanyai alasan Kwanza yan tidak mempercayai Sherkhan.


"Tidakkah kau melihat tubuh Sherkan yang menjadi aneh."


"Ditambah lagi dimanapun ia berada tanah menjadi tandus dan tumbuhan mati."


Kwanza mengutarakan alasannya.


"Kau ada benarnya,tapi kita belum tahu pasti."


"Sudahlah kita juga harus mengistirahatkan pikiran kita juga."


Ujar Khala yang tidak ingin bicara lebih jauh


"Baiklah sayang."


Kwanza mengatakannya sambil mengelus pipi istrinya yang tercinta.Keadaan yang cukup romantis.Bermandikan cahaya rembulan di malam hari.


Sayang sekali keadaan seperti itu tidak dianggap romantis oleh Bangsa Orc.Romantis bagi Orc adalah berburu atau bertempur bersama.


Khala memukul tangan Kwanza yang mengelus pipinya lantas berkata.


"Jangan sampai ketiduran aku tidak ingin membuang tenagaku untuk membangunkanmu!"


Setelah mendengar ucapan istrinya Kwanza pun tertawa.Tak lama setelah itu tawanya menulari Khala.Mereka berdua tertawa terbahak bahak.


Kwanza dan Khala segera menyita perhatian.Akan tetapi mereka berdua tidak menghiraukannya dan melanjutkan tawanya.


Setelah beristirahat selama kurang lebih 1 jam.Mereka berniat melanjutkan perjalanan mereka.Mereka melakukan peregangan agar tidak mengalami cidera.


Kwanza yang telah usai meregangkan badan berteriak


"Yosh mari lanjutkan perjalanan kita!"


Teriaknya dibalas dengan teriakan khas Orc


"ROAR!!!"


Kwanza kemudian bersiul untuk memanggil serigalanya.Sesaat setelahnya serigalanya berlari ke arahnya.Tanpa pikir panjang Kwanza melompat ke punggung serigalanya dan segera mengendarainya.


Serigala itu berlari kencang meski beban di dengan Kwanza di punggungnya.Dengan segera ia berlari memimpin di depan.


Para anggota Suku Serigala Salju segera menyusul Kwanza yang sudah jauh di depan.


Rombongan Kwanza segera melanjutkan perjalanannya.

__ADS_1


"Mari kita tinggalkan dunia ini!"


Teriak Kwanza sembari memimpin sukunya penuh semangat


__ADS_2