
Sherkhan dan Suku Serigala Salju sedang beristirahat di dekat Desa Griffondel.Mereka menyalakan api unggun agar mereka tidak kedinginan.Karena angin malam yang begitu kencang.
Mereka berada tidak jauh dari Desa Griffondel.Desa yang akan mereka serang.
"Apakah kau yakin ingin menyerang desa itu."
Khala bertanya kepada suaminya.
"Entahlah firasat ku buruk."
"Dari awal si tua bangka itu memilih suku kita perasaanku selalu tidak enak."
"Pffftt... jangan bilang begitu."
Khala mencoba membungkam Kwanza yang berkata buruk tentang Sherkhan.Kwanza kemudian melamun sambil menatap langit malam yang cerah.Menyuguhkan pemandangan yang memesona.
Sebenarnya misi mereka hanyalah mengintai. Namun alasan Sherkhan mengajak Kwanza dan sukunya agar mereka mengetahui kekuatan musuh.Dan Kwanza berubah pikiran tentang Ra' yang diberikan Sherkhan.
Memang firasat Kwanza tidak salah.Karena sejak awal ia ingin membagi bagikan Ra' kepada seluruh Orc tanpa kecuali.Karena saat Ra' mengalir ditubuh Orc Sherkhan dapat dengan mudah mengendalikannya.
Para Orc sengaja menyerang saat dini hari agar mereka bisa beristirahat sejenak sebelum melakukan serangan kejutan.
Tapi ada beberapa kejutan yang menanti mereka.
***
Disaat semuanya tidur, Alexander masih terjaga karena banyak pikiran yang menyerang kepalanya.Dia kemudian bicara sendiri seperti orang gila.
"Hmph...."
Alexander menghembuskan nafas perlahan.
"Kupikir masalah ini tidak bisa diselesaikan dengan mudah?"
"Musuh menyerang desa terluar dari berbagi arah,artinya mereka memang menarget ras manusia."
"Tapi kenapa?"
Alexander terus memijat kepalanya yang terasa sakit karena banyak pikiran yang menyerangnya (mubal).
Alexander yang sedang mengelus jenggot nya yang sudah memutih, tiba-tiba ia mendengar suara derap kaki hewan.Karena meski ia sudah berumur inderanya masih terlatih.
Alexander kemudian menepis pikiran buruknya.Ia berpikir itu pasti hanya suara hewan yang lewat.Karena hutan di sekitar Griffondel memang masih lebat.
Alexander sedang mengubah posisinya dari duduk ke terlentang.Saat tiba tiba terdengar raungan dan teriakan garang.Alexander langsung bangkit mengambil pedangnya dan membangunkan para prajurit elit.
Para prajurit elit yang baru bangun segera memberi hormatnya kepada Alexander.
"Kita tidak punya banyak waktu!"
"Mungkin desa ini sedang diserang."
"Segera pakai peralatan tempur dan bangunkan yang lain,aku akan mengecek keadaan di luar sana."
__ADS_1
Alexander segera mengenakan jubah birunya yang tebal.Ia segera berlari keluar penginapan.
Setelah keluar dari penginapan,Alexander segera berlari ke sumber suara tanpa pikir panjang.Berlari sambil membawa pedang besar bukanlah hal yang mudah.Tapi Alexander melakukan seolah-olah dia sedang berlari membawa ranting kayu.
Sesampainya Alexander di sumber suara.Ia melihat ada puluhan mahkluk besar berotot dan menaiki serigala.Besar mereka sekitar 3 kali lipat tubuh manusia dewasa.
Mereka berwarna merah muda pucat tapi salah satu dari mereka berwarna hijau dengan pakaian mirip sorcerner.
Bumi memang penuh hal aneh akan tetapi mahkluk dihadapan benar benar terlihat aneh dan.Alexander baru pertama kali melihat Orc.
Ia kemudian sadar ini bukanlah waktu yang tepat untuk terheran heran.Alexander kemudian menghunuskan pedang besarnya ke arah puluhan Orc dan berkata.
"Majulah kalian mahkluk jelek!"
Hanya ada satu yang ada dipikiran Alexander.
Yaitu mengulur waktu hingga penduduk Desa Griffondel melarikan diri.
***
Sherkhan dan Suku Serigala Salju sedang bersiap menyerang Griffondel.Mereka memadamkan api unggun dan menguburnya agar tidak meninggalkan jejak.
Beberapa rumput di sekitar tempat mereka bermalam sudah mulai layu dan kering.Ini mungkin karena pengaruh Ra' yang dimiliki Sherkhan.
"Apa kau yakin bisa menang melawan mereka Dewa Palu."
Sherkhan bertanya kepada Kwanza dengan nada mengejek
"Apakah kau tidak menginginkan kekuatanku?"
Rasa-rasanya Kwanza ingin menghantam muka Sherkhan dengan palu ditangannya.Tapi ia berusaha menahan diri dan tetap diam.
"Dasar tua bangka rasanya kamu ingin aku ih....!"
Kwanza menggerutu dalam hati sambil terus berjalan.
"Baiklah saudaraku kita akan menyerang desa di atas sesuai perintah Yang Mulia Sherkhan."
Kwanza sangat bersusah payah mengucapkan bagian 'Yang Mulia Sherkhan'
seolah mulutnya menolak kata kata itu.
"Ingat kalian hanya boleh membunuh yang melawan."
Sherkhan mengingatkan Suku Serigala Salju agar tidak membunuh yang tidak melawan.
Alasannya karena Sherkhan akan mengubah energi kehidupan mereka menjadi Ra'.
"Mari saudara saudaraku!"
Kwanza berteriak sambil mengangkat palunya untuk membakar semangat.
ROOAAR
__ADS_1
Teriakan dan derap kaki serigala segera memenuhi udara.Sesampainya di Griffondel mereka langsung disambut seorang manusia yang rambut dn jenggotnya yang sudah beruban.
Dia menghunuskan pedangnya sembari berkata kata kata yang tidak Bangsa Orc.Pertarungan di antara keduanya tidak akan terelakkan.
Alexander mengalirkan mana ke pedangnya.
Cahaya keemasan mulai muncul dari pedangnya.Para Orc ternganga melihat kejadian yang baru pertama kali mereka lihat.
Saat mereka tengah menganga terkagum kagum.Alexander mengubah mana di pedang nya menjadi magic skill.
"Lingkaran keadilan."
Alexander menancapkan pedang nya ke tanah.Sesaat kemudian muncul lingkaran cahaya di bawah kaki mereka.Seketika para Orc berlutut seolah-olah tubuh mereka ditimpa beban yang sangat berat.Dan memaksa mereka berlutut dihadapan Alexander.
Merubah mana menjadi magic skill memang bukan hal yang mudah.Kebanyakan orang yang mampu mengubah mana menjadi kemampuan adalah sorcerner.
Tapi beda halnya dengan The Guardian, magic skill The Guardian malah jauh lebih kuat dari sorcerner.
"Cepat pergi ke Ibukota sampaikan kabar ini!"
"Aku tidak bisa menahan mereka semua lama lama."
"CEPAT!!!"
Alexander berteriak sampai urat di lehernya terlihat.Para penduduk Griffondel segera berhamburan ke segala arah.Mereka segera pergi meninggalkan Griffondel menaiki grffin.
"Woi prajurit elit di mana kalian."
Alexander memanggil prajurit elit meminta bantuan.Selang sesaat 10 prajurit elit mendekati mereka.
"Pak kita kalah jumlah."
"Ya kemungkinan kita tidak akan selamat."
"Setidaknya penduduk Griffondel selamat dan bisa melaporkan kejadian ini."
"Kau mengatakannya seolah kau siap mati
pak!"
"Kau kira aku menunggu apa selama 87 tahun terakhir."
"Aku akan sangat bangga jika bisa gugur di sini bersamamu pak."
"Ini akan menjadi awal pertempuran besar."
"Segera buat formasi bertahan!!!"
Setelah berkata demikian lingkaran cahaya di bawah kaki Orc menghilang.Dan segera para Orc langsung bisa bergerak leluasa.
Puluhan Orc segera berlari ke arah Alexander dan para prajurit elit.Para Orc segera menyerang secara membabi buta menghancur kan rumah rumah sekitar.Sebagian dari mereka menyerang Alexander dan prajurit elit.
Saat Orc menghancurkan salah aatu rumah terdengar suara teriakan anak kecil yang meminta tolong.
__ADS_1
Seorang anak kecil laki-laki yang berusia sekitar 12 tahun berlari dari kejaran Orc.Dia yatim piatu sejak orang tuanya meninggal di Desa Pompon karena serangan Orc.Saat mereka melakukan pengiriman ke Desa Pompon.
Namanya adalah El.