LEGENDA JENDERAL PERANG

LEGENDA JENDERAL PERANG
Ch. 6 Strategi


__ADS_3

Penduduk Bumi tidak hanya satu ras atau bangsa saja.Mahkluk yang menduduki Bumi : Manusia,Elf, Undead,Kurcaci,Goblin,Ocean Born dan Beast.


Orc yang melakukan pengintaian di Bumi hanya berhasil menemukan 4 diantaranya.


Manusia,Kurcaci,Elf dan Undead karena keberadaan mereka sangat mencolok.


"Jika laporan ini benar maka ada empat jenis mahkluk yang harus ditaklukkan."


Sherkhan bicara seorang diri di dalam tendanya sambil mengelus dagunya yang berjenggot tipis.


"Kalau begitu dua ras saja cukup untuk tumbal."


Sherkhan kemudian memanggil pelayannya untuk mengumumkan agar para Orc segera berpencar dan membangun perkemahan sendiri.


"Ah aku harus melihat seberapa kuat musuh."


"Tapi aku butuh satu suku untuk menga.."


Tiba tiba ide terlintas di kepala Sherkhan.


"Aku akan memilih suku sok kuat itu hahaha."


Sherkhan memutuskan keluar dari tenda untuk menemui Kepala Suku Serigala Salju.


Ia memutuskan langsung menemui Kwanza langsung agar Kwanza tidak bisa menolak.


Sherkhan berjalan perlahan dan menggunakan tongkat sebagai tumpuan.


Setelah berjalan beberapa saat ia sampai di tempat dimana Suku Serigala Salju berehat.


Sherkhan langsung disambut dan dipersilakan.Memang seharusnya begitu karena Sherkhan adalah pemimpin bangsa Orc.


"Kepala Suku yang mulia Sherkhan datang kemari!"


"Dasar tua bangka,pasti dia akan memaksa aku menggunakan Ra'."


Dengan wajah tak ramah Kwanza mendatangi Sherkhan yang sudah duduk di dekat api unggun.


"Sudah kubilang aku menolak kekuatan yang kau beri!"


Mendengar perkataan Kwanza Sherkhan tertawa lantang meski dengan suara serak.


"HA HA HA HA HA"


"Kenapa kau tertawa aku bicara serius?"


Kwanza heran karena tiba-tiba Sherkhan tertawa.


"Kau ini me...."


Sebelum Sherkhan melanjutkan perkataannyanya Kwanza memotongnya dengan cepat.


"Ah tidak usah basa basi langsung ke intinya saja."


Keadaan menjadi hening hanya ada bunyi kayu yang terbakar di depan mereka.


"Kau memang pemimpin tapi jika aku berhasil membunuh mu aku akan mendapat kehormatan dan merebut tahtamu."


Sherkhan tidak menanggapi ucapan Kwanza.Dia memilih untuk mengatakan maksud dan tujuannya.

__ADS_1


"Aku tau kalian Suku Serigala Salju termasuk tim pengintai."


"Lalu?"


"Aku ingin melihat musuh yang kita hadapi kini!"


"Aku ingin kau dan beberapa orang kepercayaan mu mengntarkan aku."


"Aku tahu kalau sukumu cepat."


Sherkhan mengatakan apa yang maksud kehadirannya kemari.Kwanza berpikir sejenak.Ia bingung harus menjawab ya atau tidak.


Di satu sisi ia membenci sulong tapi ini kesempatan ubtuk Suku Serigala Salju untuk unjuk gigi.


"Baiklah aku dan Sulong akan mengawalmu."


***


Seminggu setelah datangnya Orc ke Bumi desa desa terluar kerajaan manusia dibakar habis oleh Orc dan penduduknya diculik.


Seketika Orc membuat kerajaan manusia heboh.Bukan sekedar heboh akan tetapi kehebohan yang besar.Padahal Bangsa manusia tidk memiliki masalah dengan bangs lain.


Hal ini membuat para manusia panik dalam hitungan hari.


"Yang mulia desa terluar sebagian barat dan selatan hancur."


Seorang prajurit manusia dengan paju besi dan pedang pinggang berkata kepada seseorang yang duduk di singgasana.


Dia adalah Louis d' Dobliase raja manusia kini.Ia mengenakan mahkota dari emas murni.Dan jubah panjang dari bulu.


"Keparat,tidak ada satupun yang berhasil selamat kembali ke sini."


"Lantas bagaimana cara kita mengetahui wujud musuh kita."


"Mungkin pilihan terbaik adalah menjaga desa terluar."


"Bagaimana menurut mu General Of War?"


Raja mengajak bicara pria sepuh berjenggot dengan rambut dan jenggot yang sudah memutih.Dia adalah Sang Jenderal Perang ke 96 Alexander Van Dablos.Jenderal perang adalah satu dari tiga The Guardian.


The Guardian adalah pelindung ras manusia.


Mereka adalah orang orang terpilih yang bertugas melindungi ras manusia.The Guardian merupakan gelar turun temurun dan The Guardian masih dibagi menjadi tiga gelar lagi.


General of War,Draganaga


dan Light Bringer.Gelar ketiganya turun temurun tapi hanya The Guardian sebelumnya yang dapat memilih penerusnya.


"Menurutku kita tidak bisa bertahan selamanya jika menggunakan cara itu"


"Karena ada benyak desa terluar dan itu artinya kita harus membagi pasukan kita yang berakibat pertahanan kita lemah tapi rata."


"Jika musuh menyerang dengan kekuatan penuh kita tidak akan berdaya."


Ujar Alexander kepada raja


"Lalu bagaimana cara mengatasi musuh kita yang entah dari mana?"


Tanya raja

__ADS_1


"Aku akan membawa beberapa pasukan bersamaku untuk mengecek desa desa yang telah hancur."


"Lalu akan ku telusuri jejak musuh hingga menemukan markas mereka."


"Aku akan mengintai dan membuat laporan tentang musuh kita."


"Setelah markas mereka ditemukan kita akan menyerang markas mereka dengan kekuatan penuh."


Alexander menjelaskan strateginya kepada raja.Raja Luis hanya mengnggukkan kepala tanda mengerti.


"Jadi Kau ingin menyerang mereka apakah kau yakin?"


"Sebenarnya saya kurang yakin yang mulia,maka dari itu saya melakukan pengintaian."


"Tapi aku menyarankan agar kita bekerja sama dengan bangsa lain agar kekuatan kita bertambah."


"Lagipula menyerang adalah pertahanan terbaik."


Raja mengangguk setelah mendengar perkataan Alexander.Kemudian Raja Luis berkata.


"Tapi bukankah yang kita lakukan seperti mengantar nyawa."


"Mungkin memang seperti itu tapi menurutku itu lebih baik karena kita memiliki kesempatan untuk menang,daripada mati dengan lama dan tersiksa."


"Kau ada benarnya juga Alexander,dengan ini kuberi kau ijin untuk memimpin perang Alexander The General War."


"Baik yang mulia aku akan mempersiapkan diri ke desa yang baru saja hancur."


Alexander mengatakannya dengan tegas.Ia langsung memberikan hormat kepada raja dan langsung pergi untuk mempersiapkan diri.


Alexander kemudian menemui para prajurit elit dan meminta mereka untuk ikut dengannya.Tanpa basa basi mereka langsung berangkat menaiki kuda masing masing.Alexsander dan 10 prajurit elit memulai perjalanan mereka.


Mereka menyusuri jalan kota dengan cepat dan pemandangan segera digantikan dengan lebatnya hutan.Perjalanan mereka dari Ibukota menuju Desa Pompon memakan waktu kurang lebih dua hari menggunakan kuda.


Mereka akan melewati desa desa sekitar dan jika hari sudah gelap mereka akan mencari penginapan di desa.Tapi mereka lebih memilih tidur beratap langit malam jika tidak hujan.


Melakukan perjalanan menggunakan baju besi bukanlah hal yang mudah.Tapi para prajurit elit sudah terbiasa.


Meski fisik manusia tidak sekuat fisik Orc.Tapi manusia menang jumlah.


"Kenapa kau pergi menaiki kuda Pak Alex bukankah lebih cepat menaiki griffin."


Griffin adalah mahkluk unik nan aneh dengan fisik setengah singa setengah elang.Memang lebih cepat menggunakan jalur udara timbang jalur darat.Tapi Alexander memiliki alasan sendiri


"Kau memang benar grffin memang lebih cepat,tapi tujuan kita mencari jejak musuh dan menemukan markas mereka."


"Akan susah mencari jejak dari jalur udara"


Alexander menyatakan alasannya.


Tiba-tiba terdengar suara perut keroncongan.


Suara perut Alexander begitu keras membuat para prajurit elit menahan tawa.Padahal perjalanan mereka baru mulai beberapa jam.


"Maaf,salahku"


Alexander mennyeringai sambil menahan malu


"Sebaiknya kita istirahat sebentar untuk mengisi energi."

__ADS_1


"Baik pak!!!"


jawab para prajurit elit serempak


__ADS_2