LEGENDA JENDERAL PERANG

LEGENDA JENDERAL PERANG
Ch. 9 Griffondel 3


__ADS_3

Tidak semua penduduk Griffondel bisa melarikan diri sebelum para Orc lepas dari kemampuan Alexander.Sebagian dari mereka berhasil meninggalkan Griffondel menaiki giffin.


Setelah magic skill yang menahan Orc hilang.Para Orc segera menyerang secara membabi buta.


Alexander memang tidak berharap banyak.Dia hanya berharap ada beberapa yang selamat dan melaporkan kejadian ini.


"PAYAH!!!"


Seorang anak kecil terus berteriak sambil berlari dari kejaran Orc.Dia adalah El seorang anak kecil 12 tahun yang menjadi yatim piatu sejak kemarin.


"Bagus dia mempunyai kapak besar dan yang ku punya ranting pohon cemara."


El terus mengeluh tanpa mengurangi kecepatan.Terlintas di pikirannya untuk melawan namun ia segera membuang jauh jauh pikirannya tersebut.Karena dia tau masih banyak Orc lain yang menyerang Griffondel.


Dia memegang erat erat ranting cemara yang dipungutnya saat berlari.El sengaja mengambil ranting itu untuk berjaga jaga jikalau pertarungan tak terelakan.


Memang perbandingan senjata mereka seperti........ ya seperti ranting banding kapak besar.Tapi dipikiran El itu lebih baik dari pada tidak sama sekali.


Hanya seorang Orc yang mengejar El.Sesekali Orc tersebut mengayunkan kapaknya sembari berkata bahasa yang tidak dimengerti El.


Karena memang bahasa Bangsa Orc berbeda dengan manusia.Bahkan hampir setiap ras di bumi memiliki bahasa sendiri.


Nafas El mulai memburu setelah berlari selama ini.Dadanya mulai sesak dan nafasnya tak beraturan.Meski Orc yang mengejarnya masih telihat prima.


Tapi dia memaksakan dirinya untuk lari dari kejaran Orc.Namun ketika El sudah hampir tertangkap tiba tiba Orc yang mengejarnya tersungkur ke tanah.


Beberapa prajurit elit menghantam Orc yang mengejar El menggunakan perisai mereka.


"Nak kami akan melindungimu hingga kau pergi dari desa ini."


"Kami berhasil menyelamatkan sebagian penduduk meski banyak yang tertangkap."


"Penduduk Griffondel saat ini hanya tersisa kau."


El hanya diam tidak menjawab satu pertanyaanpun.Alexander dan para prajurit elit membentuk formasi bertahan sambil mundur perlahan.


"Nak nak nak."


Alexander menggoyangkan tubuh El sembari tanpa menurunkan kewaspadaan.El kemudian tersadar dari lamunannya.Ia mengalami trauma ringan karena nyaris mati.


"Iya"


El menjawab dengan gemetar.Tubuhnya tak bisa berhenti bergetar.Ia masih memegang ranting cemara dengan kuat di tangan kanannya.


Sembari terus melangkah mundur perlahan di dalam formasi bertahan.Alexander mengubah mana menjadi magic skill ditangannya.Perlahan cahaya emas muncul dari tangannya.Ia lantas memegang kening El dan memberikan hawa ketenangan dan rileks.


Alexander kemudian mulai melontarkan pertanyaan kepada El sembari terus menangkis serangan yang datang.

__ADS_1


"Siapa nam... argh."


Saat Alexander bertanya kepada El serangan tiba tiba datang.Dia tidak siap menahan serangan itu,tapi dia masih sempat menangkisnya.Meski sampai mundur beberapa langkah.


"Namaku El umurku 12 tahun."


El menjawab pertanyaan Alexander yang belum tuntas.Alexander masih sibuk menagkis serangan demi serangan yang datang.


Pedang besarnya terus berbenturan dengan kapak,palu dan senjata senjata lain.Nafas Alexander mulai memburu dan mananya terkuras banyak.


Mereka semakin dekat dengan tepi jurang dimana para griffin dikandang.Sejauh ini mereka sudah menyelamatkan banyak penduduk Griffondel.Formasi bertahan melindung penduduk sampai ke tepi jurang memang efektif.


Pertempuran sudah berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan banyak penduduk yang selamat.Terbukti para Orc kewalahan menghadapi Alexander dan para prajurit elit.


Sejauh ini sudah ada 6 prajurit elit yang gugur.Itu artinya hanya tinggal Alexander dan 4 prajurit elit.


Setelah mengmbil jarak dari para Orc Alexander kembali menayai El.


"Nak apakah kau bisa menaiki Giffin?"


"Tentu kek inikan kampung halamanku."


"Kalau begitu cepat lari pergi! tinggalkan kampung halamanmu ini!"


"Tapi bagaimana denganmu kek?"


Alexander tersenyum hangat mendengar pertanyaan itu.Ia kemudian kembali memberikan hawa tenang ke El.


"Tapi sebelum itu aku harus mengalihkan para moster ini agar tidak mengejarmu."


Alexander bisa melihat sifat El yang baik dan peduli.El sempat hampir kehilangan kesadaran karena melihat prajurit elit tewas mengenaskan.


Namun Alexander berhasil menenangkannya dengan menggunakan magic skillnya.


"Apa yang kau tunggu nak cepat lari!?"


"Aku akan menahan mereka sebisaku."


El yang tidak bisa berkata-kata kemudian segera lari secepat yang ia bisa.Ia sempat menengok ke belakang dan melihat pertarungan El dan Orc.


"Rasakan ini moster!!!"


Alexander berteriak sembari mengubah mananya menjadi magic skill berupa gelombang cahaya.Gelombang cahaya berwarna emas itu mendorong mundur para Orc hingga tersungkur.


"Prajurit elit kita harus menahan mereka selama mungkin!"


4 prajurit elit yang tersisa segera mendekati Alexander dan berkata

__ADS_1


"Baik pak!"


Meski mereka sudah mengalami luka luka yang cukup parah.Mereka tetap berusaha bangkit.Karena mereka sudah tahu ini resiko menjadi prajurit.


***


Kwanza terkejut sesampainya di Griffondel mereka dihadang oleh seorang pria tua.Pria itu menghunuskan pedangnya sambil mengata-ngatai mereka dengan bahasa yang tidak mereka mengerti.


Lalu tiba-tiba tubuh mereka seakan ditimpa beban yang begitu berat dan dipaksa untuk berlutut.Para Orc berusaha menggerakan tubuhnya tapi hasilnya nihil.


Di bawah kaki para Orc terdapat cahaya keemasan yang terang.Ketika cahaya itu hilang para Orc bisa kembali bergerak bebas.


Tanpa pikir panjang mereka langsung menyerang Griffondel secara membabi buta.


Mereka berhasil menangkap sebagian penduduk Griffondel meski sebagian lagi berhasil lolos.


Sherkhan sedari tadi hanya melihat dari kejauhan.Dia sengaja membiarkan Suku Serigala Salju tahu kekuatan musuh.


Sherkhan memang sudah mengetahui keberadaan Alexander dan rombongannya.


Karena semalam Sherkhan melihat cahaya terang saat malam hari.


Dia segera tahu ada pengguna sihir yang kuat.Karena itu Sherkhan sengaja mengajak Suku Serigala Salju menyerang Griffondel.


Agar mereka tahu kalau musuh mereka kuat dan mereka membutuhkan kekuatan tambahan.


Dan Sherkhan akan menyediakan Ra' sebagai kekuatan tambahan.


"Setelah kalian menerima Ra' ku artinya semua Orc sudah ku kendalikan."


Kwanza berkata sendiri sambil mengelus dagunya.


Pertempuran sudah berlangsung selama kurang lebih 2 jam.Dan para Orc terlihat sangat mendominasi.Di sisi lain Alexander dan prajurit elit berada di posisi mengenaskan.


"Sudah kuduga meski dia kuat dia tetap memiliki batas"


Dia berkata sambil menunjuk Alexander yang mulai memburu nafasnya.Serta prajurit elit yang mulai gugur satu per satu.


"Tapi aku heran, mereka bertubuh kecil tapi kenapa kekuatan mereka hampir setara dengan Orc."


"Apa rahasia mereka sebenarnya?"


Sherkhan kembali bertanya kepada dirinya sendiri.Dia berada cukup jauh dari Orc lain sehingga tidak ada yang mendengarnya.


"Aauauah"


Sherkhan mulai menguap kebosanan karena hanya menonton dari jauh.

__ADS_1


"Ah aku bosan lebih baik aku ikut bertempur,menonton saja memang tidak seru."


Sherkhan melakukan peregangan lantas berjalan perlahan menuju medan tempur


__ADS_2