LEGENDA JENDERAL PERANG

LEGENDA JENDERAL PERANG
Ch. 4 Penawaran Sherkhan


__ADS_3

Kwanza dan rombongannya semakin dekat dengan perkemahan pusat.Mereka diterpa angin malam yang kencang dan dingin.Namun hal itu tidak membuat mereka mengurangi kecepatan.


"Semangat saudara saudaraku tujuan kita sudah dekat."


Kwanza berteriak mencoba menyaingi kerasnya suara telapak kaki serigala yang tengah berlari.


Suku Serigala Salju menanggapinya dengan menambah kecepatan mereka.Jarak mereka dengan Perkemahan Pusat semakin dekat.


"Lihat itu cahaya obor!"


Kwanza girang mengetahui tujuan mereka sudah di depan mata.


Sesampainya mereka di depan Perkemahan Pusat. Beberapa Orc menghentikan untuk melakukan pendataan.


Salah seorang Orc mencegat mereka sembari berkata.


"Bisa berhenti sebentar kami harus


melakukan pendataan."


"Oh baiklah silakan"


Jawab Kwanza santai.


Lalu Kwanza segera melakukan tanya jawab dengan Orc penjaga.


"Kalian dari suku mana?"


"Suku Serigala Salju dan aku kepala suku mereka Kwanza Sang Dewa Palu dan dia Sulong wakil ku."


Kwanza mengatakannya sambil menunjuk Sulong yang berada di sampingnya.Sulong yang terkejut Kwanza tiba tiba menunjuknya.


"Berapa jumlah anggota sukumu."


"Sekitar 50."


"Baiklah silakan istirahat kalian pasti lelah kalian boleh mendirikan tenda di sekitar Perkemahan Pusat."


"Baiklah"


Setelah memasuki area Perkemahan Pusat Sulong bertanya pada Kwanza


"Apakah kita akan mendirikan tenda ?"


"Tentu saja tidak sebentar lagi sudah pagi,kita tidak punya banyak waktu."


Jawab Kwanza sambil menggelengkan kepalanya.


"Mungkin kita yang paling terakhir sampai disini,lihat sudah banyak tenda baru yang berdiri."


Kwanza terus berbicara sembari berjalan dan menunjuk sekitar.


"Terakhir kali kita mengirim orang biru tempat ini terlihat sangat sepi."


Sulong memulai percakapan dengan Kwanza,sembari berjalan mencari tempat untuk istirahat.


"Menurutku sekarang jauh lebih sepi."


Kwanza meladeni Sulong yang mengajaknya berbincang.


"Apa yang kau maksud Kwanza?"


Sulong yang bingung bertanya.


"Lihat sekeliling mu para orang biru yang lemah itu sudah tidak berada di sekitar tenda."


Kwanzapun duduk setelah berbicara seperti itu karena ia telah menemukan tempat untuk mereka istirahat.


Sulong dan yang lain ikut duduk untuk mengistirahatkan badan mereka yang mulai pegal.Mereka memeluk serigala masing-masing untuk menghangatkan diri.Karena udara malam di Mars amat dingin.


"Benar juga dimana para orang biru itu di kurung."

__ADS_1


Sulong melanjutkan pembicaraan nya dengan Kwanza.


"Tentu saja di dekat gapura"


jawab Kwanza sambil menluruskan kakinya.


"Oh iya tentu mereka kan dijadikan tumbal."


"Sulong buatlah api unggun tempat begitu dingin."


"Baiklah baiklah Dewa Palu."


Sulong langsung berdiri menjalankan perintah Kwanza dengan malas.


Sulong perlahan lahan menuju tenda terdekat dan mengambil obor yang berada di depan tenda.Ia lalu kembali ketempatnya duduk tadi.


Sebelum duduk Sulong melempar obor ke tanah lantas melemparkan tasnya ke arah api.


"Heh kau membakar bekalmu!"


Kwanza terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Sulong.


"Eh tidak itu hanya berisi tendaku."


tenda yang terbuat dan tas yang terbuat dari kulit hewan itu pun segera terbakar.Suku Serigala Salju duduk melingkari api.


Tiba-tiba seorang Orc mendekati Kwanza dan berkata.


"Kau dipanggil Yang Mulia Sherkhan Dewa Palu."


"Eh aku?"


Kwanza yang langsung berdiri dan menghampiri Orc yang memanggil nya.


"Mari ku antar kau menghadap Yang Mulia Sherkhan."


"Ya ya ya aku dibelakangmu."


Sesampainya di tenda Sherkhan Kwanza disambut dengan pemandangan yang sesak.Tenda itu dipenuhi para kepala suku bangsa Orc.


Dan dihadapan para kepala suku Sherkhan duduk disinggasananya.


Sherkhan kemudian mulai bicara dengan suara seraknya yang khas.


"Aku tahu kalian bertanya-tanya kenapa aku mengumpulkan kalian."


"Kalian pasti tahu besok pagi kita akan meninggalkan dunia ini."


"Dunia selanjutnya yang harus kita taklukkan tidaklah lemah,kita harus memperkuat diri."


"Oleh karena itu aku akan memberi kekuatan ku kepada kalian."


"Hah kau pikir kami lemah!"


jawab seorang Kepala Suku dengan nada tinggi.


"Apakah kau tidak ingin kekuatan ini,jika kalian setuju aku akan memberi kekuatan ku kepada kalian dan suku kalian."


"Aku tidak memaksa kalian kok."


"Aku dan sukuku menolak jawab Kwanza sambil berjalan keluar tenda."


Kwanza memiliki dua alasan menolak tawaran Sherkhan


Pertama karena ia percaya dengan kekuatan Anggota sukunya dan alasan kedua tentu saja karena ia tidak mempercayai si tua bangka Sherkhan.


Setelah ia kembali ke tempat sukunya beristirahat berbagai pertanyaan segera tertuju padanya.


"Kenapa Sherkhan memanggil mu?"


"Apakah kepergian kita dari dunia ini ditunda?"

__ADS_1


"Apa tumbal yang kita berikan kurang untuk membuka portal."


Kepala Kwanza mulai pusing karena banyak pertanyaan yang harus ia jawab.Kwanza yang tidak tahanpun berteriak.


"Diam!!"


"Aku akan menjelaskan apa yang terjadi di sana."


Kwanza menjelaskan satu persatu apa saja yang dilihat dan didengar.Suku Serigala Salju mendengar kan apa yang dikatakan Kwanza secara seksama.


Mereka yang mendengar Kwanza terkejut karena Kwanza menolak tawaran Sherkhan.


"Kenapa kau menolak penawaran itu Kepala


Suku?"


"Bukankah kita diuntungkan?"


Pertanyaan kembali menyerbu Kwanza.


Kwanza kemudian mengatakan alasannya.


"Dengarkan aku,aku memiliki dua alasan."


"Pertama karena aku percaya kalau kalian tidak lemah."


"Kedua karena aku tidak percaya dengan ai tua bangka Sherkhan."


Setelah Kwanza berkata demikian suasana menjadi hening.


"Lagipula aku tidak ingin kulitku menjadi berwarna hijau seperti lumut hahahaha."


Sulong mencoba mencairkan suasana yang tegang.Dengan segera tawa mereka memenuhi udara.


***


"Oi segera tiup terompet perkumpulan,sebentar lagi matahari terbit!"


Sherkhan yang sudah berdiri di depan gapura memetintahkan anak buahnya.


sesaat setelah itu suara terompet berbunyi kencang ke seluruh penjuru Perkemahan Pusat.Semua Orc yang mendengar suara terompet itu segera berbondong-bondong menuju sumber suara.


beberapa saat setelah itu seluruh bangsa Orc sudah berkumpul di depan gapura.Di depan mereka terdapat sesosok yang berpakaian seperti (sorcener) tukang sihir.Sosok itu adalah Sherkhan.


"Saudara saudaraku sudah lima puluh tahun terakhir kita belum mendapatkan dunia yang tepat."


Sherkan memulai pidato nya pagi pagi buta.Disaat matahari belum menampakkan diri.


"Selama lima puluh tahun kita sudah berpindah dunia lima kali"


"Saat ini kita sedang berjuang untuk menemukan dunia bagi generasi selanjutnya."


"Meski diantara kita belum ada yang memiliki anak karena kondisi yang tidak memungkinkan."


"Meski beberapa dari kalian ingin bersetubuh dengan pasangan kalian hahaha."


Sherkhan tertawa dengan suara serak


"Tapi aku menghimbau kalian jangan melakukan hubungan suami istri.Karena kita tengah bertempur jangan bahayakan nyawa kalian dengan hal bodoh seperti itu."


"Yang kita lakukan ini untuk generasi selanjutnya."


"Ayo berteriak untuk generasi selanjutnya


Pidato Sherkhan dibalas dengan teriakan khas para Orc


"ROAR!"


"Kita akan meninggalkan dunia ini setelah matahari terbit."


Teriak Sherkhan pada bangsanya

__ADS_1


__ADS_2