Legenda Zirah Dewa

Legenda Zirah Dewa
Haki-nai no chikara


__ADS_3

Luthor sudah memperlihatkan ilmu dan energi yang dia ketahui. Kakek Gi Sang Yu tertawa melihat aksi Luthor yang begitu semangat.


"Bagaimana kek jurus saya?" Luthor bertanya sambil tersenyum kelelahan.


"Hhmmm... Bagus dan hebat tuan."


"Tapi ada satu lagi yang belum tuan perlihatkan kepada saya."


"A.. apa? Satu lagi?"


"Iya tuan."


"Apa itu kek?"


"Yang belum tuan perlihatkan kepada saya adalah Haki-nai no chikara."


"Haki-nai no chikara?"


"Iya."


"Apa itu?"


"Tenaga dalam Haki."


"Tenaga dalam Haki?"


"Iya. Tenaga dalam Haki atau Haki-nai no chikara adalah tenaga dalam terkuat dan tersuci yang dimiliki oleh para dewa."


"Oh."


"Terus kek?"


"Haki-nai no chikara sendiri dapat mengalahkan 10000 lebih pasukan setan dalam sekejap dan 10 ksatria hitam."


"Haki-nai no chikara juga dapat menyegel sihir dan ilmu terkutuk atau terlarang."


"Terus apa lagi kek?"


"Sudah, yang saya tahu hanya sekedar itu saja tuan."

__ADS_1


"Oh."


"Maaf ya tuan. Pasti tuan nanti juga akan tahu sendiri."


"Sudah tidak apa-apa. Justru seharusnya saya yang bilang minta maaf karena sudah bertanya dan menyusahkan kakek."


"Tidak apa-apa, dengan senang hati." sambil tersenyum.


"Sekarang coba tuan keluarkan Haki-nai no chikara. Jangan dipaksakan kalau tidak bisa."


"Baiklah kek, saya akan coba."


Luthor memfokuskan atau memusatkan energinya di kedua tangannya dan tidak lama kemudian kedua tangannya mengeluarkan cahaya yang sangat berkilau, tangan Luthor pun terasa hangat.


"Sudah cukup tuan." sambil memegang tangan Luthor.


"Kenapa kek."


"Haki-nai no chikara dapat menyerap banyak stamina tuan. Jadi sebaiknya tuan hentikan agar tidak membuang stamina dan energi tuan sia-sia."


"Baiklah kek. Terimakasih."


Luthor pun langsung menetralisir energi yang telah dia keluarkan. Cahaya yang ada ditangan Luthor pun perlahan menghilang.


"Sebaiknya kita masuk kedalam dan mengobrol lagi."


"Siap kek!"


"Hahahaha..."


Mereka berdua pun langsung masuk kedalam rumah dan duduk diruang tamu.


"Cerita lagi kek."


"Hhmmm... Cerita yang mana yaa?"


"Oh iya. Saya ingat. Dewa air, dewa tanah, dewa petir, dan dewa Agung pernah menggunakan Haki-nai no chikara untuk mengalahkan Iblis yang sangat kuat."


"Berkat semangat mereka, Iblis itupun kalah dan hancur begitu saja tanpa ada jejak."

__ADS_1


"Kuat juga ya kek Haki-nai no chikara itu."


"Iya tuan, tapi semakin banyak energi Haki-nai no chikara yang dikeluarkan maka semakin bahaya juga bagi penggunanya."


"Kenapa kek?"


"Karena Haki-nai no chikara dapat menyerap energi yang begitu banyak sehingga dapat mengakibatkan lumpuh atau cacat bahkan kematian sekaligus bagi para dewa."


"Tapi, bagaimana nasib para dewa yang menggunakan Haki-nai no chikara saat bertarung melawan Iblis?"


"Dewa air dan dewa petir wafat akibat kehabisan energi kehidupan."


"Oh jadi begitu ya."


"Iya tuan."


"Berarti saya harus berhati-hati saat menggunakan Haki-nai no chikara ya kek?"


"Benar tuan. Makanya saya hentikan tuan."


"Terimakasih ya kek."


"Tidak masalah."


"Bagaimana caranya agar saya dapat menggunakan Haki-nai no chikara yang benar kek?"


"Setahu saya tuan cukup berlatih dengan sangat keras dan tuan juga harus belajar mengendalikan energi yang tuan miliki."


"Jika tuan sudah terbiasa, maka kemungkinan besar tuan dapat menggunakan Haki-nai no chikara tanpa mengalami kelumpuhan atau cacat bahkan kematian sekaligus tuan."


"Yosh, kalau begitu saya akan berlatih dengan sangat keras." sambil tersenyum.


"Bagus kalau begitu tuan, saya tunggu perkembangan tuan selanjutnya." membalas senyuman Luthor.


Tanpa disadari mereka berdua sudah mengobrol hingga sore menuju malam yang gelap. Luthor pun memutuskan untuk pulang kerumahnya dan akan kembali kerumah kakek Gi Sang Yu besok.


Next Episode


Perpisahan

__ADS_1


__ADS_2