Legenda Zirah Dewa

Legenda Zirah Dewa
Kisah Perjalanan Kakek Gi Sang Yu 2


__ADS_3

Ksatria kegelapan itu bangkit dan membalas serangan makhluk cahaya itu dengan meluncurkan pedang hitamnya kearah makhluk bercahaya itu. Makhluk bercahaya itu memberikan serangan terakhir yaitu ilmu tenaga cahaya suci dan ksatria kegelapan itu terpental sangat jauh kemudian menghilang begitu saja.


Gi Sang Yu pun lari ke arah kamarnya untuk bersembunyi. Makhluk bercahaya itu menghampiri Gi Sang Yu ke kamarnya dan mengajak Gi Sang Yu untuk pergi bersamanya.


"Tidak usah takut Gi Sang Yu, saya adalah utusan dewa Agung."


"Saya datang kemari hanya untuk menjemput kamu ke langit untuk bertemu dengan dewa Agung atas perhatiannya." jelas makhluk bercahaya itu.


"A..a... apa? Kamu mau bawa sa... saya ke ma.. mana?"


"Kamu tidak dengar ya? Saya kan mau ajak kamu bertemu dengan dewa Agung."


"Mau tidak kamu ikut, kamu termasuk orang yang paling beruntung karena diundang ke tempatnya."


"Saya pergi dulu ya, sayang sekali kamu tidak mau ikut."


Makhluk bercahaya itu mulai menghilang sedikit demi sedikit.


"Tungguu!" teriak Gi Sang Yu.


"Saya ikut. Sekalian ada hal yang harus saya bicarakan sama dewa Agung."


"Bagus, ayo. Pegang tongkat saya."


Gi Sang Yu pun memegang tongkat itu dan tiba-tiba mereka menghilang begitu saja.


Mereka berdua pun tiba dikerajaan dewa Agung. Makhluk bercahaya itu mengajak Gi Sang Yu masuk kedalam atas perintah dewa Agung. Setelah ada didalam tiba-tiba ada suara yang keluar dari sebuah ruangan besar yang ditutupi oleh pintu yang tinggi.


"Ayo silahkan masuk kedalam."


"Utusanku, antar dia masuk."


Makhluk bercahaya itu langsung mengantarkan Gi Sang Yu memasuki ruangan itu. Setelah didalam, Gi Sang Yu melihat kesembilan dewa termasuk dewa Agung sedang berkumpul.


"Ayo maju ke depan Gi Sang Yu."


Gi Sang Yu pun maju ke depan.


"Kamu tahu, saya undang kamu kesini untuk apa?" tanya dewa Agung


"Ti.. tidak dewa Agung."


"Kamu mau tahu?"


"I.. iya sa.. saya mau tahu. Ta.. ta... tapi sa.. saya mau bertanya. Bo.. boleh?"


"Silahkan."


"Ke.. ke... kenapa dewa Agung merenggut segala orang yang saya sayangi. Contohnya saya tidak jadi menikah malah difitnah oleh orang-orang dan Van Van. Terus kenapa anda juga mengambil Sung Sang Xiang juga."


"Saya tahu kamu pasti akan mengajukan pertanyaan seperti itu."


"Van Van bukanlah jodoh walaupun kalian berdua saling mencintai."


"Sung Sang Xiang mati itu karena sudah takdir."


"Ta.. tapi Sung Sang Xiang mati begitu saja tanpa ada penjelasan yang pasti."


"Asalkan kamu tahu, Sung Sang Xiang itu menderita penyakit mual dan pusing yang sangat luar biasa. Dia seperti habis memakan racun, padahal bukan."


"Apa?"

__ADS_1


"Terus kenapa dewa tidak membantunya?" Kenapa!?"


"Iya saya maklumi kemarahan mu. Tapi kamu harus tahu bahwa saya juga sudah memberikan bantuan kepada dia. Makanya dia bisa hidup lebih lama."


"Maksudnya?"


"Dia itu saat kamu mengadopsinya saat umur 5 tahun seharusnya dia meninggal sebulan setelah kamu mengadopsinya."


"...................." Gi Sang Yu tidak bisa berbicara karena dia merasa kaget.


Gi Sang Yu menunduk kepalanya sambil mengingat wajah Sung Sang Xiang dalam benaknya.


"Kamu lagi memikirkan dia kan?"


"Baiklah, tolong sambil dengarkan saya. Saya mengundang kamu dan dijemput oleh utusan saya karena kamu akan menjadi utusan saya berikutnya untuk menggantikan utusanku yang menjemput mu tadi."


"Bersediakah kamu?"


"A... apa?" Gi Sang Yu kebingungan.


"Kalau kamu mau saya akan memberikan kamu untuk sering menjumpai Sung Sang Xiang."


"Karena hanya makhluk suci saja yang bisa masuk ke surga."


"Tapi kenapa saya yang harus menjadi utusan mu?"


"Saya yakin kamu adalah orang yang baik dan bertanggung jawab serta kamu sangat meyakini bahwa saya ada. Oleh karena itu saya akan menjadikan kamu sebagai utusan ku selanjutnya."


Gi Sang Yu pun menunduk kepalanya kembali sambil berfikir.


"Baiklah saya bersedia."


"Utusanku bawa dia ketempat upacara."


"Baiklah tuan dewa."


Mereka berdua berjalan keluar dari ruangan itu dan menuju ketempat upacara. Sudah banyak makhluk bercahaya yang berkumpul di tempat itu. Dewa Agung pun tiba ditempat itu.


"Baiklah semuanya. Kita langsung saja mulai upacara penyerahannya."


"Gi Sang Yu silahkan maju ke depan dan berdiri ditengah."


Gi Sang Yu pun maju ke depan dan berdiri tepat ditengah.


"Selanjutnya utusan lamaku silahkan maju dan berdiri disampingnya."


Makhluk bercahaya itu maju dan berdiri disamping Gi Sang Yu.


"Utusanku bersediakah kamu menyerahkan segala kekuatan dan gelarmu sebagai utusanku dan makhluk yang paling suci kepada Gi Sang Yu sebagai pengganti dirimu?"


"Saya bersedia dengan sepenuh hati untuk menyerahkan segala kekuatan dan gelar saya sebagai utusan dewa Agung kepada Gi Sang Yu sebagai pengganti saya."


"Gi Sang Yu bersediakah kamu menerima segala kekuatan dan gelar sebagai utusan baru saya."


"Saya bersedia dengan sepenuh hati untuk menerima segala kekuatan dan gelar sebagai utusan baru tuan dewa Agung."


"Baiklah kalau begitu Gi Sang Yu kamu pegang tongkat utusanku yang ada di sampingmu."


Gi Sang Yu pun memegang tongkat itu dan tiba-tiba keluar cahaya dari tongkat itu. Cahaya itu seketika menyelimuti seluruh tubuh Gi Sang Yu hingga tidak terlihat lagi wujud Gi Sang Yu.


"Selamat kepada Gi Sang Yu kamu mulai dari detik ini dan seterusnya, akan menjadi utusan baru saya."

__ADS_1


Mereka semua yang ada diruangan itu bertepuk tangan.


"Dan saya ucapkan juga terimakasih kepada utusan lamaku yaitu Jullyah sudah mau setia dan rela menjadi utusan saya selama 95 tahun."


"Baiklah kita akan bubarkan upacara hari ini dan terimakasih kasih kepada seluruh orang yang ada diruangan ini."


"Silahkan membubarkan diri."


Mereka pun mulai bubar satu persatu.


10 Menit Setelah Upacara Penyerahan


"Selamat ya Gi Sang Yu." kata Jullyah.


"Terimakasih Jullyah."


Tiba-tiba Jullyah terjatuh dan berubah menjadi cahaya dan pergi begitu saja.


"Jullyah kau dimana?"


"Jullyah sudah wafat dan sudah saya kirim dia ke surga."


"Apa?"


"Dia sudah berusia 112 tahun."


"Semoga dia bahagia."


---------------------------------------------------------------


"Itu adalah kisah perjalanan saya tuan dewa."


"Sedih sekaligus keren banget kek."


"Aku jadi terinspirasi dari kakek. Kakek ternyata orang yang sangat tangguh dan memiliki rasa keyakinan yang kuat."


"Tuan dewa bisa saja. Tapi tuan dewa harus bisa lebih baik dari saya."


"Iya kek, siap." sambil tersenyum manis.


"Janji?"


"Iya, janji kek."


Tidak terasa mereka mereka berbincang-bincang hingga matahari hampir terbenam.


"Kek, saya pulang dulu ya, udah mau gelap."


"Ya sudah."


"Kek besok saya kesini lagi ya."


Kakek Gi Sang Yu tidak menjawab tapi dia hanya senyum. Luthor pun pergi pulang kerumahnya dengan menggunakan ilmu teleportasi.


Setibanya di rumah, Luthor langsung pergi mandi. Setelah mandi dia makan malam sambil memikirkan cerita kakek Gi Sang Yu tadi.


Setelah beres makan dia menunggu 1 jam dan dia pun tidur.


Next Episode


Luthor Pergi Berlatih Di Istana Dewa

__ADS_1


__ADS_2