
Setelah Luthor dan kakek itu sampai dirumah kakek tua itu. Mereka langsung masuk kedalam dan duduk di bawah.
"Kek jelasin lagi dong."
"Apa itu Kami no Kagaku?" tanya Luthor sambil menatap mata kakek itu dengan tajam.
"Seperti yang kakek bilang Kami no Kagaku adalah ilmu tertinggi yang hanya dimiliki oleh dewa Agung saja. Dia bisa melakukan apapun dengan Kami no Kagaku contohnya tuan dewa tadi menggunakan Kami no kagaku wa kieru."
"Sebenarnya itu bukan jurus atau ilmu menghilang tapi ilmu teleportasi yaitu Terepōtēshon no kami. Para dewa Agung terdahulu pun pernah menggunakan Terepōtēshon no kami seperti yang tuan lakukan."
"Terus ilmu dan teknik apa saja yang kakek tahu?"
"Setahu saya ilmunya itu banyak ada puluhan bahkan hingga ratusan sebagaimana dewa Agung tersebut mengendalikannya, semakin dewa Agung itu hebat dan ahli maka dewa Agung tersebut bisa memiliki Kami no kagaku lebih banyak."
"Kami no Kagaku yang pernah saya tahu diantaranya Terepōtēshon no kami, Kami no kagaku wa kieru, Terepashī no kami, Han tōmei no kami, Sōsa no kami, Iyashino-shin, Soratobu kamigami, Shizen saigai no kami no kagaku, dan masih banyak lagi. Nanti tuan dewa pasti tahu sendiri."
"Dan teknik yang saya tahu diantaranya teknik tenaga dalam cahaya biru, tenaga dalam cahaya emas, teknik pukulan maut, teknik tendangan api, teknik meringankan tubuh, teknik kulit baja, dan lainnya."
"...................." Luthor tidak bisa berkata satu kata pun.
"Dan satu lagi."
"A..a...apa itu kek?"
"Para dewa Agung terdahulu memiliki Zirah Dewa."
"Zirah Dewa?"
"Ya, Zirah Dewa digunakan saat para dewa Agung berperang besar-besaran. Zirah Dewa itu kata dewa Don Yin sangat kuat butuh puluhan juta hingga ratusan juta tahun lamanya."
"120 juta tahun yang lalu raja iblis telah naik kebumi dan mengakibatkan perang yang sangat besar serta sangat lama. Kalau tidak salah itu saat zaman kekuasaan dewa Agung Fu Gong. Dewa Fu Gong itu menggunakan Zirah Dewa dan raja iblis itu tidak dapat menghancurkan zirah itu."
"Wauww..."
"Keren kek?"
"Menurut dewa Don Yin akan ada ksatria Iblis yang akan naik kebumi dan membumihanguskan seluruh dunia. Pasti kamu pada saat itu akan tampak keren dan bijaksana ketika memakai Zirah Dewa itu."
__ADS_1
"Kek aku lebih tertarik dengan Kami no kagaku."
"Kenapa kamu tidak suka cerita legenda Zirah Dewa itu? Padahal saya menceritakan itu agar tuan lebih ahli dan handal."
"Sudah saya bilang cukup!!" teriak Luthor.
"Ma..ma...maaf kek." Luthor sambil menunduk.
Luthor pun langsung pergi kearah luar dan memandangi langit. Luthor merasa bingung kenapa dia tidak mau mendengar tentang Zirah Dewa itu hingga membentak kakek itu. Luthor pun merasa menyesal. Kakek tua itu berjalan ke arahnya dan berdiam disisinya sambil menatap langit juga.
"Saya minta maaf tuan dewa."
"Tidak, seharusnya saya yang harus bilang maaf karena sudah membentak kakek."
"Saya mengerti kenapa tuan tidak mau mendengar tentang Zirah Dewa itu."
"Tidak, kakek tidak mengerti." bantah Luthor.
Kakek itupun mengarahkan pandangannya kepada Luthor sambil tersenyum.
"Kenapa kakek memandangiku seperti itu?"
"Hahahaha....., hahahaha....."
"Ke..ke... kenapa kek?"
"Tidak, tidak ada apa-apa."
"Hahahaha..." kakek tua itu tertawa kembali.
"Kek, kakek sehatkan?"
"Sehat kok."
"Terus kenapa?"
"Tidak, tidak ada apa-apa. Mari saya ajarkan Kami no Kagaku paling dasar." sambil tersenyum.
__ADS_1
"Baiklah kek." Luthor membalas senyuman kakek itu.
Kakek itu menyuruh Luthor untuk duduk sila dan berkonsentrasi.
"Tuan cukup mengingat atau membayangkan rumah tuan dengan sangat jelas. Caranya yaitu dengan kesabaran dan fokus."
"Tutup mata tuan dan bayangkan."
Luthor pun menutup matanya sambil berkonsentrasi penuh dan membayangkan rumahnya.
"Setelah tuan melihat gambaran itu secara jelas sangat jelas. Maka tuan ucapkan pindah."
Tiba-tiba Luthor tiba dirumahnya, dia telah berhasil berteleportasi. Kakek tua itu tersenyum bahagia.
"Asiik... asiiikk... horeee....., akhirnya aku berhasil."
Luthor memejamkan matanya lagi dan membayangkan rumah kakek itu dengan sangat fokus dan teliti. Setelah dia dapat melihat rumah kakek itu dengan jelas, Luthor mengucapkan pindah dalam hati.
Luthor pun kembali muncul di rumah kakek tua itu hanya cukup sekali tanpa tersesat.
"Kek saya berhasil."
Luthor langsung memeluk kakek itu dengan sangat erat dan tersenyum bahagia.
"Iya, saya juga ikut senang tuan."
Kakek itu baru pertama kalinya dipeluk oleh seseorang apalagi yang memeluknya adalah seorang dewa. Dia sangat bahagia.
"Sudah tuan lepaskan."
Luthor pun melepaskan pelukannya.
"Sebenarnya nama saya adalah Gi Sang Yu."
"Oh, salam kenal Kakek Gi Sang Yu." sambil tersenyum.
"Iya tuan." membalas senyuman Luthor.
__ADS_1
Next Episode
Kisah Perjalanan Kakek Gi Sang Yu