
Kepedihan Lintang tidak mengubah sama sekali akan sikapnya pada Bima maupun pada pengasuh Bima, Lintang merupakan wanita yang pandai menyimpan rahasia apalagi tentang kepedihan dalam hidpnya.
''Mbak tolong jaga Bima sebentar dan Aku mau mandi sebentar, setelah Aku mandi mbak boleh pulang .'' pinta Lintang sopan.
''Baik mbak.'' sahut Mimi pengasuh Bima, Mimi wanita empat puluh tahun menjadi pengasuh Bima sejak Bima lahir.
Lintang segera meninggalkan Bima dan Mimi yang berada di teras rumahnya, Lintang meluapkan tangisannya di bawah guyuran air mandi.
''Mas Tama kamu tega sekali,'' lirihnya di bawah guyuran air dengan gayung, airmata Lintang tetus mengalir bersamaan dengan air yang diguyurkan di atas kepalanya.
Air terus diguyurkan di atas kepala Lintang hingga beberapa saat setelah dirasa cukup tenang Lintang menyudahi ritual mandinya, Lintang segera membasuh mukanya dengan air wudhu selesai sholat Lintang segera menemui Bima dan Mimi yang masih berada di teras depan memainkan bongkar pasang.
__ADS_1
''Bima sini main sama Bunda, Mbak Mi terima kasih ohya ini ada sedikit lauk bawa pulang dan ini buat tambah belanja,'' Lintang menyerahkan selembar uang ratusan dan dan sekotak ayam kriuk pada Mimi, memang kebiasaan Lintang selalu memberi bonus lebih jika pekerjaaan pegawainya melebihi jam kerja.
''Terima kasih Mbak Lintang, kalau begitu saya pamit dulu ada apa-apa segera hubungi saya, jangan sungkan,'' pesan Mimi seperti biasa.
Tiga tahun bekerja pada Lintang membuat Mimi dan Lintang sangat akrab apalagi setelah kepergian kedua oramg tua Lintang setahun yang lalu memebuat membuat keduanya bak saudara, mengingat Lintang jauh dari saudaranya selain bekerja pada Lintang Mimi merupakan tetangga yang beda RT sehingga hanya butuh waktu lima menit jarak rumah diantara mereka jika ditempuh dengan sepeda motor.
Lintang tetap mengasuh Bima seperti biasa di rumah tersebut selalunya hanya di huni berdua jarang sekali bertiga atau berempt mengingat Mimi tidak bisa menginap setiap hari karerna Mimi juga memiliki sebuah keluarga yang harus diurusnya, sedangkan Tama sering pergi untuk mengurus proyeknya yqng ada di luar kota maupun luar pulau dalam jangka waktu yang lumayan lama, kadang dalam sebulan hanya seminggu berada di rumah kadang baru di rumah lagi setelah dua bulan.
Malam semakin larut Bima sudah terlelap dalam tidurnya, Lintang berusaha menelpon Tama namun hingga sampai panggilan ketiga telpon Tama tetap tidak aktif, sebenarnya hal seperti itu sudah biasa sebab Tama selalau bilang jika di proyek kadang susah untuk mendapatkan sinyal dan Lintang percaya percaya begitu saja mengingat selama ini Tama selalau baik dan perhatian pada Lintang dan Bima, seolah tiada cela sedikitpun ditambah Lintang yang fokus pada bisnis dan mengurus Bima jadi sedikitpun tidak curiga tentang skandal Tama dan selema ini Lintang juga kenal baik dengan keluarga Tama walau jarang bertemu jarak tempuh rumah orang tua Tama dan Lintang lumayan jauh karena Tama berasal dari luar kota. yang memiliki jarak tempuh berjam-jam.
Adzan subuh telah berkumandang Lintang melakuakn aktifitas seperti biasa, memasak setiap pagi sudah menjadi aktifitas Lintang sejak dulu, sebelum Bima bangun biasanya Lintang sudah selesai pekerjaan dapurnya, tugas Mimi menjaga Bima jika Lintang sedang sibuk, namun jika Lintang tidak sibuk tugas Mimi hanya bersih-bersih rumah saja, untuk pakaian Lintang membawanya ke laundrynya. Mimi biasa datang dijam delapan dan pulang tidak pasti tergantung kesibukan Lintang.
__ADS_1
''Mbak Mi, nanti mbak tolong jaga Bima ya, hari ini saya ada acara di luar kota lagi, pulangnya mungkin kaya kemarin, untuk makan Bima sudah saya siapkan jangan lupa mbak Mi juga makan,'' peasan Lintang pada mbak Mi,seperti biasa.
''Baik Mbak, hati-hati di jalan, jangan ngebut, kelihatannya mbak Lintang seperti kurang sehat apa gak sebaiknya mbak Lintang minta tolong sopir laundry saja,'' nasehat Mbak Mi yang menangkap gelagat Lintang seperti tidak baik-baik saja.
''Tadi sudah pesen ojek onlin ke rumah teman kebetulan hari ini ada temannya,'' sdahut Lintang sambil membenahi tasnya.
''Oke Bima sayang Bunda kerja dulu, baik-baik di rumah bersama Bu Mi, ya,'' pesan Lintang pada Bima, Lintang mencium Bima seperi biasa.
Lintang pergi meninggalkan rumah dengan mengendarai ojek onlin yang sudah dipesan tadi, Lintang segera menuju mall tempat kemarin melihat Tama beserta wanita tersebut, dengan harapan bisa melihat lagi, setau Lintang Tama sedang menggarap proyek di lain kota, jam sepuluh mall sudah buka walau masih sepi pengunjung, Lintag berjalan dan melihat-lihat dari toko satu ke toko lainnya, setelah berjalan beberapa saat Lintang duduk di sebuah kedai makanan cepat saji, tidak lupa Lintang metubah penampilannya jika biasanya dia berhijab biasa sekarang dia mengubah penampilannya memakai abaya lengkap dengan niqobnya. sepuluh menit, dua puluh menit setengah jam berlalu Lintang duduk dan menikmati makanannya di tempat tersebut, benar saja sesuai dengan perkiraaan Lintang, Tama datang ke tempat tersebut dengan wanita kemarin dan anaka perempuan, mereka terlihat sangat harmonis wanita tersebut duduk tidak jauh dari tempat duduk Lintang, sedangkan Tama dan anak enam tahun tersebut memesan makanan.
Lintang berusaha tetap tenang tidak dipungkiri matanya sudah mulaui mengembun, kaca mata yang dipakainya dapat membantu meyamarkan penampilannya, sehingga walau jarak duduk diantara mereka dekat Tama tetap tidak mengenali Lintang, canda tawa Tama dan keduanya terdengar jelas di telinga Lintang. Hati Lintang semakin remuk melihat kejadian tersebut namun Lintang tidak boleh gegabah, Lintang terus menyimak setiap percakapan mereka siapa tahu Lintang dapat mengorek informasi tentang tempat tinggal wanita tersebut. Tidak sampai satu jam Lintang meninggalkan temoat tersebut lebih dulu menujubnkamar mandi karena hatinya sudah sangat sesak, tidak di sangka wanita dan anak yang bersama dengan Tama juga menuju ke kamar mandi umum. Lintang segera menenagkan hatinya dan menyapa anak enam tahun tersebut dengan manis untuk mengorek temp[at tinggalnya, karena di dalam tadi sama sekali tudak ada informasi apapun tentang tempat tinggalnya.
__ADS_1
''Cantik sekali namanya siapa gemes deh sama rambutnya,'' sapa Lintang pada anak enam tahun yang sedang mencuci tangan diwastafel sbelah lintang sedangkan ibunya masih berda di dalam toilet.
''Hai tante namaku Dina tante,'' sahut gadis enam tahun tersebut yang mengaku bernama Dina.