Lelah Mengalah

Lelah Mengalah
Lintang menyamar menjadi sales


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu jatah cuti Tama, juga sudah habis pagi ini Tama, kembali ke kota tempat dia menggarap proyek, Bima kembali di bawah pengasuhan Mbak Mimi, sedangkan Lintang, mulai sibuk di laundry disamping memberi pengarahan pada temannya yang akan mengelola laundry Lintang juga sudah mulai sibuk membeli peralatan laundrynya, kesibukan Lintang membuatnya sedikit lupa akan wanita lain dalam ruamh tangganya.


Satu bulan berlalu seperti yang diucapkan Tama, tempo hari Tama, tidak pulang bulan ini kebetulan pekerjaan Lintang dalam membuka lundry baru juga sudah selesai, kini sahabat Lintang, sudah bisa memulai usahanya lebih dari seminggu. Ketitak pulangan Tama, merupakan kesempatan emas bagi Lintang, Lintang mulai menyusun semua jadwal kerjanya dan untuk satu bulan ke depan untuk urusan laundry di serahkan pada Sekar, dan untuk Bima, di serahkan pada Mimi.


''Mbak Mi, bulan ini saya minta tolong pada Mbak Mi, tolong jaga Bima, karena saya mau ke luar kota ada pekerjaan dan saya tidak mungkin membawa Bima, bagaimana apa Mbak Mi, bersedia?'' tanya Lintang pada Mimi, sambil duduk santai di teras rumah.


''Tenang saja Mbak Lintang saya akan menjaga Bima, Mbak Lintang tiap hari pulang seperti biasanya kan?'' tanya MImi, sedikit memastikan.


''Sayangnya kali ini saya tidak bisa tiap hari pulang, tapi pekerjaan ini harus segera saya selesaikan Mbak, ini menyangkut masa depan Aku dan Bima,'' tutur Lintang, pandangannya menerawang jauh.


''Mbak Lintang ada masalah?'' Mimi, memberanikan diri untuk bertanya pada Lintang.


''Sedikit, namun inshaallah akan baik-baik saja, yang penting tolong titip Bima, ya MBak,'' pinta LIntang penuh permohonan.


''Mbak Lintang jangan kawatir, jika perlu bantuan saya dan suami siap untuk membantu,'' ucap Mimi, tanpa keberatan, Mimi tidak berani bertanya lebih jelas tentang masalah yang di hadapi oleh Lintang, karena takut menyinggung perasaan Lintang, di tambah selama ini Lintang, jarang sekali berkeluh kesah dengan hidupnya, seteiap kali ada masalah Lintang berusaha mengatasinya sendiri.


''Sebelumnya terima kasih banyak Mbak Mi, oh ya karena kemungkinan Aku jarang pulang Bima, boleh mbak Mi bawa pulang sperti biasa,'' pesan Lintang seperti biasa.


''Kalau tiba-tiba bapak pulang bagaimana Mbak?'' tanya Mimi.

__ADS_1


''Mas Tama tidak akan pulang dalam waktu dekat, kemarin lusa sudah ngomong, dan kebetulan Aku ada pekerjaan di luar kota.'' jelas Lintang.


'' Baik kalau begitu,'' sahut Mimi.


Tidak ada yang tidak mungkin jika kita mau berusha, setelah memastikan bahwa anak dan pekerjaanya sudah tertata, Lintang pamit pada Mimi dan karyawan lainnya, dengan mengendarain kereta api Lintang menuju kota tempat Mona, tinggal beruntung Lintang mendapat informasi alamat langsung dari Dina.


Tama semakin sibuk dengan pekerjaannya di proyek, kali ini Tama menangani pembangunan Hotel bintang lima, sebuah mall dan juga sebuah resort, begitu banyaknya pekerjaaan Tama, namun semua bisa tertasi dengan baik oleh Tama, itu sebabnya bosnya Tama sangat mempercayakan proyeknya pada Tama.


''Tam, pulang ke mana?'' tanya Pak Dori bos besarnya Tama, ketika bersantai setelah mengunjungi proyek.


''Istri pertama Pak, bulan ini istri saya ada jadwal USG,'' jujur Tama, Dori tahu jika Tama memiliki dau istri, namun Dori tidak ambil pusing tentang kehidupan bawahannya yang penting pekerjaan beres perusahaan untung banyak.


Dori merupakan lelaki empat puluh lima tahun dan sudah memiki istri serta memiliki empat orang anak, Dori tipe  suamiyang sangat setia pada pasangannya  selama lebih dari dua puluh taun berumah tangga keluarga Dori tergolong adem ayem, Dori sudah beberapa kali menasehati  Tama, terkait dengan kedua istrinya namun tidak pernah di gubris oleh Tama.


''Saya sangat menyayangi mereka berdua, yang terpenting Saya, di luaran tidak main perempuan.'' jawab Tama seperti biasa.


''Yang penting kamu hati-hati, pekerjaan bisa selesai tepat waktu,'' pesan Dori.


''Beres semua akan Saya handel dengan baik.''

__ADS_1


Obrolan mereka berhenti karena keduanya harus berpisah untuk melakukan pekerjaan masng-masing, setelah kepergian Dori, Tama melanjutkan pekerjaannya.


Ketika para pekerja sedang istirahat siang Tama, mentraktir para pekerjanya dengan membelikan minuman segar kalau soal memberikan perhatian pada pekerja dan bayaran para pekerja Tama sangat bagus sehingga Tama, disayangi oleh pekrjanya kalauopun ada yang tidak suka karena ada yang ingin merebut posisi Tama, di perusahaan tersebut.


Lintang setelah menempuh perjalanan hampir tiga jam akirnya Lintang sampai di kota tersebut, Lintang segera mencari taksi setelah mendapatkan taksi Lintang memilih mencari kos-kos-an yang letaknya tidak jauh dari desa tempat Mona, tinggal.


Lintang tidak mau membuang-buang waktu, setelah mendapatkan kos-kos-an untuk tinggal sementara waktu Lintang segera melacak alamat tersebut dengan menaiki ojol, tidak sampai setengah jam Lintang sudah berada di desa tersebut, Lintang meminta ojol tersebut untuk jalan pelan-pelan menyusuri setiap ruas jalan desa tersebut kali ini Lintang belum menemukan rumah Mona, namun Lintang sudah mengetahui tentang alamat tersebut karena hari sudah hampir magrip Lintang memutuskan untuk kembali ke kos-kos-annya.


Sehari tidak bertemu dengan Bima, membuat Lintang sangat merindukan anakanya tersebut Lintang melakukan panggilan video untuk memastikan jika Bima dalam keadaan baik-baik saja selesai melakukan panggilan telepon dengan Bima, lintang menyiapkan sesuatu untuk pencarian besok.


Jam delapan pagi Lintang, pergi ke toko grosir sembako Lintang membeli beberapa renteng minuman sasetan serat jajanan anak kecil pagi ini Lintang, memutsukan menjadi seorang sales jajan keliling, selesai belanja Lintang menuju desa tersebut dengan menggunakan jasa ojol, Lintang meminta ojol tersebut untuk menurunkan Lintang di area dekat alamat yang Lintang, incar.


Penampilan Lintang sangat meyakinkan dengan berjalan kaki Lintang, mulai menawarkan dagangannya pada para ibu-ibu yang di temuinya di jalan, desa tersebut tergolong asri dan mayoritas warganya bertani terlihat dari aktifitas sebagian besar warganya menjemur padi.


''Selamat siang Bu,'' sapa Lintang pada segerombolan ibu-ibu yang sedang ngerumpi di salah satu teras warga sambil menunggu padi.


''Siang Mbak,'' sahut tiga ibu-ibu tersebut ramah.


''Maaf Bu, mengganggu ini saya mau menawarkan dagangan saya sekalian mau numpang istirahat,'' pamit Lintang sopan.

__ADS_1


''Silakan Mbak, dagangannya apa to Mbak?'' tanya ibu berdaster batik ijo dan berhijab merah begitulah pemandangan di kampung mereka memakai pakaian asal bisa menutup tubuhnya soal model dan keserasiannya tidak terlalu dipikirkan bahkan warna bajunya sudah mulai pudar bukan menjadi soal hal semacam ini bukanlah pemandangan aneh buat Lintang, kesopanan dan keluwesan Lintang, membuat warga tersebut menyambut hangat kedatangan Lintang.


__ADS_2