Lelah Mengalah

Lelah Mengalah
kebersamaan Bima dan Tama


__ADS_3

Menjelang pagi mereka bertiga sudah terjaga, Bima bermain dengan Tama, sedang Lintang memilih pura-pura tidur dengan alasan capek dan ngantuk, nampak sekali Bima, sangat menikmati  kebersamaannya dengan Ayahnya, dibalik selimut Lintang, masih dapat melihat dan mendengar segala ocehan Tama, dan Bima, yang begitu akrab dan mesra Tama dan Bima saling melepas rindu setelah sekian lama tidak bersma. Setelah adzan subuh seperti biasa Lintang melakukan aktifitasnya di dapur untuk membuat sarapan bagi keluarga kecilnya, pagi ini Lintang memasak menu kesukaan Tama, yaitu kwe tiaw goreng.


Tama mengajak Bima untuk jalan-jalan pagi disekitar rumah mereka Tama selalu menyapapa ornga yang dikenalnya tanpa memandang status sosial sehingga para tetangga Lintang, sudah sangat hafal dan akrab dengan Tama, walau kenyataannya Tama, jarang sekali  berada di rumah, selsai jalan-jalan dengan Bima, Tama segera memandikan Bima, sambil bermain air di kamar mandi, canda tawa mewarnai kebersamaan antara Ayah dan anka tersebut.


Lintang menghampiri mereka  berdua yang nasih asyik berada di kamar mandi''Rasanya aku tidak percaya mas jika kamu memiliki wanita dana anak lainnya lagi,'' batin Lintang sambil melihat keakrapan ayah dan anaknya tersebut''Ayo mandinya udahan sarapannya nanti keburu dingin,'' perintah Lintang yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


''Sebentar lagi Bunda,'' jawab Tama, tetap fokus pada Bima.


''Cebental Unda,'' Bima, ikut menimpali.


''Ayah, buruan nanti Bima, kedinginan,'' perintah Lintang, lagi sambil membawa handuk siap untuk mengelap tubuh Bima.


''Bima, udahan lalu kita sarapan nanti sore kita mian air lagi,'' akirnya Tama, menyudahi bermain dan mandi bersma Bima, Tama, membersihkan tubuh Bima dari sabun lalu memberikan pada Lintang.


''Ayah, cepetan ya gak pakai lama,'' perintah Lintang pada Tama, sambil menggendong Bima, meninggalkan kamar mandi.


''Beres Bunda, nurut sama Bunda ya sayang,'' perintah Tama,pada Bima.


Tama melanjutkan ritual mandinya sedangnkan Linatng seperti biasa membantu Bima, ganti baju dan mendandaninya selayaknya anak usia tiga tahun.


''Anak bunda bahagia sekali,'' goda Lintang, pada Bima, sambil terus mendandani Bima.


''Unda nanti main Ayah lagi,'' pinta Bima, dengan polosnya.

__ADS_1


''Tentu sayang hari ini kita akan bersma Ayah, Bima senang ayah pulang?'' oceh Lintang.


Bima mengangguk senang sambil memakai celana dengan di bantu Lintang, tidak berselang lama Bima sudah ganteng dan duduk di meja makan menunggu Tama, selesai mandi .Tidak berselang lama Tama sudah rapi dan wangi Tama, duduk kursi mereka bertiga sangat menikmati kebersamaannya.


''Ayah kangen sekali masakan Bunda, masakan Bunda tetap nomor satu,'' puji Tama, setelah memasukkan kwe tiuwnya kedalam mulutnya ''Bima makan yang lahap,'' perintah Tama, pada Bima.


''A...a...a...ayo Bima, makan yang banyak supaya kuat,'' ucap Tama, sambil menyuapi Bima, dengan kwe tiuw.


Lintang, menyuapi Bima, sendiri  karena Tama bearda di rumah Lintang menyuruh Mimi, untuk libur akrena Lintang akan pergi bersama dengan Tama serta Bima. Seleasai sarapan mereka bertiga meninggalkan rumah mereka menuju tempat bermain yang terbuka di salah satu taman bermain yang ada di kota tersebut, mereka mengendarai sepeda motor matic canda tawa dan sendau gurau selalu dilontarkan oleh Tama.


Kehangatan yang ditunjukkan Tama pada keluarganya tidak akan membuat siapapun mengira jika laki-laki tersebut memiliki dua wanita dalam hidupnya, sesampainya di taman yang di maksud Tama, terus memberikan perhatian dan kehangatan pada Lintang maupun Bima, sikap Tama, sama sekali tidak berubah sama sekali.


Apa yang dilakukan Tama, padanya mengingatkan peristiwa beberpa hari yang lalu Tama, juga memperlakukan Wanita tersebut dan anak perempuannya sama persis dari tatapan matanya Tama, sungguh sangat sulit untuk melihat kebohongan darinya. Lintang, kali ini sedikit melamun tidak terlalu fokus pada Tama dan Bima, yang sedang asyik bermain ayunan, tanpa Lintang, sadari Tama, mengamati akan sikap Lintang yang tidak seperti biasanya, begitu selesai bermain Tama dan Bima, menghampiri Lintang yang duduk di kursi dekat mereka bermain.


''Unda,'' panggil Bima, bahagia dalam gendongan Tama.


''Sebulan tidak ketemu ternyata Bima, sudah tambah pintar,'' puji Tama, pada Bima yang semakin pintar.


''Kan anak Ayah,'' timpal Lintang, dengan senum indahnya.


''Bunda kalau senyum tambah manis, membuat Ayah selalu kangen BUnda,'' gombal Tama.


''Gombal,'' sahut Lintang.

__ADS_1


''Baru tahu ya kalau Ayah itu gombal,'' gurau Tama asal " kita lanjut kemana?''.


''Kita bermain di rumah saja ya, rasanya Bunda capek,'' pinta Lintang.


''Baiklah kita pulang dulu tapi nanti malam kita jalan-jalan lagi, kayanya Bunda lagi banyak beban, apa ada masalah yang Ayah tidak ketahu?'' tanya Tama, Tama tetap menunjukkan betapa perhatiannya pada keluarga kecinya.


''Beberapa hari ini Bunda ada seminar di luar kota mungkin efek itu juga,'' sahut Lintang asal.


''Kalau gitu kita pulang saja, Bunda harus sehat jangan sampai sakit,'' nasehat Tama, seperti biasa.


Mereka bertiga memutuskan untuk kembali ke rumah tidak lupa Tama, membeli beberapa makanan untuk mereka sendiri dan juga untuk kekuarga serta beberapa tetangga dekat, semua itu Tama, lakukan semata-mata kerana mereka telah menjaga Lintang dan Bima, ketika tidak ada di rumah.


Tidak sampai setengah jam perjalanan mereka bertiga sudah sampai di rumah, setelah memilih belanjaanya Tama, mengajak Bima, menuju rumah Mimi, dan beberapa tetangga kanan kirinay sekedar memberi makanan. Kebaikan Tama, pada tetangga sekitar sudah menjadi rahasia umum sehingga hampir sepanjang jalan Tama, melemparkan seulas senyum dan mejawab sapaan dari para tetangga.


Tama dan Bima selesai mengantar makanan mereka tidak langsung pulang Tama, berhenti disalah stau rumah tetangganya yang berada di ujung RT, Tama bila di rumah tersebut selalu mampir agak lama karena rumah tersebut dihuni oleh dua lansia suami istri yang tidak memiliki anak maksud kedatangan Tama selain memberi sedikit rezeki juga ingin menghibur kedua lansia tersebut agar tidak terlalu keswpian apalagi di rumah tersebut hampir tidak pernah sepi hampir setiap saata dada saja tetangga yang bersedia menjenguknya.


''Pak Tama,'' sapa tetangga yang kebetulan baru pulang dari sawah sambil membawa ubi jalar, lelaki tersebut memberikan beberapa ubi jalarnya pada kedua lansia tersebut.


''Pak RT, panen Pak?'' sahut Tama, ramah.


''Iya ini, alhamdulilah dapat segini ini pak Tama, ambil buat camilan di rumah,'' Pak RT, menawarkan ubi jalar pada Tama.


''Terima kasih Pak RT, lain kali saja,'' tolak Tama, sopan ''Di sawah di tanami apa sja Pak?'' tanya Tama.

__ADS_1


''Seperti baiasa pak Tama, padi, ubi dan sayuran, kalau pak Tama mau di sawah banyak sekali sayuran ambil saja,'' perintah Pak RT pada Tama.


Di rumah tersebut antara Tama,Pak RT dan kedua Lansia tersebut terlibat obrolan dan canda tawa ringan sedangkan Bima,sudah berbaur dengan anak kecil yang sepantaran dengan Bima, kebetulan dekat rumah lansia tersebut ada anak kecil yang sepantaran dengan Bima.


__ADS_2