
beberapa hari ini aku tak bisa mengalihkan pikiranku dari dia...ya tuhan...sudah serindu inikah aku terhadapnya...sampai tanpa sadar aku tersenyum sendiri....
"udah gila ya....?"
"astaga Ra...kamu benar benar mengagetkan ku...."Siapa yang tak kaget Ayra tiba tiba saja ada di belakangku...
"hahahaaa sorry Al...habisnya aku perhatiin dari tadi kamu tuh senyum senyum gak jelas gitu...bikin orang takut aja..."
"masak sih...ada ada aja kamu..."
"lho beneran kok...oow iya..kamu udah selesai kerja??"
"udah..kenapa...?"
"ngamen yuk.....!"
"sekarang?"
"tahun depan...ya iyalah Al...sekarang..tapi bukan disini..."
"maksudnya...?"kenapa dia aneh ya...aku jadi bingung maksudnya dia apaan...
"emm aku mau ikut kamu ngamen di jalan..."
"what...?are you seriuos?wah jangan jangan kamu yang gila Ra..."ucapku sambil memegang keningnya...dy menepis tanganku dengan sebal...
"apaan sih Al..."
" gak panas tapi kenapa mukanya merah?"ucapku..
"udah ah...kalo gak mau ya udah aku pergi..."
belum sempat dia beranjak dari duduknya aku udah megang tangannya
"eitt...aku becanda...ayo kalo mau ikut...tapi jangan nyesel ya kalo ntar kamu malu..."
"gak bakal...ayok..."sekarang ganti dia yng menarik tanganku..untuk pergi ya ampun gadis ini...gumamku...
aku gak mungkin membawanya ngamen di jalanan kasihan fikirku...dia belum terbiasa sepertiku...maka aku putuskan membawanya ke taman kota...
"kamu capek...?"tanyaku ketika sampai di taman itu...
"hehee sedikit..."jawabnya sambil nyengir lucu..
"makanya kalau di bilangin jangan ngeyel.Ra...sini duduk dulu "ucapku menepuk bangku kosong di sebelahku...
"Aku bosan Al habisnya makanya pingin ikut kamu..."
"kita ngamen disini aja ya sambil duduk...bukan ngamen sih tapi nynyi berdua sma kamu...tapi kalo ad yang ngasih tips ya mau...hehee..."
__ADS_1
"dasar kamu...ya udah deh..."
aku mulai memetik dona di genggemanku...kangen juga sama si Dona aku telantarin terus karna sibuk belajar kemarin...heeheee
pov Ayra
Alfa mulai dengan senyumannya...ya tuhan kenapa begitu menawan...
"ada hati yang termanis dan penuh cinta...
tentu saja kan ku balas se isi jiwa...
tiada lagi
tiada lagi yang ganggu kita..
ini kesungguhan...sungguh aku sayang kamu...."
ya tuhan dy mengerlingkan matanya ke arahku...oh jantung tenang lah kenapa kau begitu cepat berdetak...gumamku dalam hati...
"cantik...
ingin rasa hati berbisik...
untuk melepas keresahan...dirimu...
ooo walau mentari terbit di utara..
hatiku...hanya untuk mu..."
dia terus benyanyi dengan menatap ku...aku udah gak tau seperti apa mukaku sekarang yang aku rasain cuma panas banget pipiku...mungkin udah kayak kepiting rebus kali...sampai aku lupa kalo ini giliranku masuk nada nya...
"ada hati yang termanis dan penuh cinta...
tentu saja kan ku balas se isi jiwa...
tiada lagi
tiada lagi yang ganggu kita...
ini kesungguhan...
sungguh aku sayanggg kamuuuu....."""
prok...prok..prok ...tepuk tangan riyuh pengunjung taman yang mengelilingiku mampu menyadarkan dan mengalihkan pandanganku..ya tuhan kapan disini mulai ramai...aku gak menyadari itu karba terlalu fokus menatap dia...haduhhh kenapa sih aku ini...dan ini juga kenapa jantungku selalu saja tak beraturan berdetak kalau lagi sama dia...sepertinya aku harus melakukan pemeriksaan kesehatan...fikirku...
"terimaksih...."alfa mengucapkan terikasih pada pengunjung yang mulai membubarkan diri...
"kamu kenapa?nyanyi kayak gak fokus gitu..."
__ADS_1
"ah iya kah??ap jelek??"gugupku
"masih bagus kok...ada apa kenapa melamun...?"
"tidak tidak..."
"ya udah jalan yuk..keliling taman ini..."
aku hanya menganggukan kepalaku dan mengikuti langkahnya...
kami berkeliling sambil berbincang bincang di sepanjang jalan sampai langkahku terhenti krna melihat seseorang sedang bercumbu dengan begitu mesra di sudut taman yang sedikit sepi..ya tuhan Leo....ck...seperti tak ada tempat lain lagi...sampai aku tak menyadari bahwa Al juga memperhatikan itu...dan entah mengapa Al terlihat begiti terkejut dengan itu semua..apa dia gak pernah lihat yang seperti itu fikirku..tapi detik selanjutnya aku melihat sebutir air menetes dari sudut matanya...aku terkejut melihatnya...dia kenapa fikirku...
"Al..."
aku memegang pergelngan tangannya tapi dia masih menyaksikan adegan itu dengan tatapan nanarnya...sampai akhirnya aku memutuskan menariknya dari tempat itu...dan dia hanya mengikuti langkahku dalam diamnya...sampi aku berhenti di bangku kosong di sudut taman...
"kamu gak apa apa...?"tanyaku hati hati karna aku memang tak mengerti dengan apa yang di fikirkannya saat ini...
"Ra bisakah kamu pulang sendiri...?"tanya nya membuatku semakin bingung..
"ya aku bisa..."jawabku akhirnya...
"kalau begitu aku pamit pulang dulu ya..."
belum sempat aku menjawabnya dia sudah berlalu dari hadapanku...ya tuhan kenapa sih dia apa terlalu shock melihat adegan tadi...fikirku...ah sudah lah bisa aku tanya kan besok besok padanya.lebih baik aku menghubungi pak no untuk menjemputku...
****
pov Alfa...
aku tetap melangkah kan kaki ku tanpa melihat Ayra yang masih bingung dengan sikapku...
hatiku terlalu kaget melihatnya tadi...itu benar benar Syifa...ya Syifa dan Leo...
ya tuhan kenapa Syifa seperti itu...bukan seperti Syifa yang kukenal...melihat nya bercumbu dengan laki laki lain dengan begitu mesra an tanpa memperhatikan mereka ada di tempat terbuka seperti itu membuatku seolah sedang bermimpi..mimpi yang benar benar buruk...tapi kenapa rasa sakit ini seolah menyadarkan aku kalau ini adalah nyata...
aku meremas dadaku yang terasa begitu sesak....
apa hanya aku selama ini yang berjuang...kenapa?kenapa dia melanggar janjinya...kenapa dia tak menungguku...kenapa dia begitu berubah dari yang aku kenal dulu...benarkah dia Syifaku...
tak terasa airmata menetes begitu saja dari pelupuk mataku...
lalu sebenarnya aku ini sedang berjuang untuk siapa..untuk apa...?dan kenapa harus Leo...orang yang benar benar baik kepada selama ini...takdir ini sangat sulit aku terima tuhan..kenapa aku seperti sedang di permainkan...
aku menepis airmataku...tak ingin berlarut dalam semua tanya yang berkelebat di kepalaku...aku bertekad harus bisa bertemu Syifa dan meminta penjelasa darinya...karena bagaimanapun hubungan kami sejak kecil tak mungkin dapat di lupakan begitu saja...aku harus bisa bertemu dengannya...tapi aku harus bertanya pada siapa...ah Ayra pikirku...
ya dia pasti sedikit banyak tau tentang Leo...karna kedekatannya dengan Leo sepertinya sangat akrab...
aku melangkah masuk kedalam kost dan membersihkan diriku...kemudian melaksanakan kewajiban 5waktu ku berharap bisa menenangkan debar dan rasa sakit yang terasa sangat kuat ini...
__ADS_1