Lika Liku Luka

Lika Liku Luka
Berakhir...


__ADS_3

ka...k Alfa....


suara itu masih sama lembut seperti dulu..aqu mengulas senyumqu ke arahnya..menyembunyikan luka yg terasa begitu mengirisku..


"hai.."akhirnya hanya kalimat itu yg kluar dri bibirqu..masih dengan senyum yang kupertahankan..


"kamu kenal dia yank?"tanya leo pada syifa sambil menatapku...


sepertinya syifa masih bingung dengan pertemuan ini sampai dia tak bergeming atas pertanyaan itu..malah semakin menatapku dalam...


"ah maaf pak leo kami hanya TEMAN..."aku tekankan kata di kalimat akhirku..membuat syifa tersadar bahwa ini nyata..


"oh bagus lah kalau sudah saling mengenal..oh iya Al sudah terima undangan dari kami...?"tanya leo lagi..pertanyaan yang membuat luka ini semakin terasa nyata..


"iya sudah...selamat ya pak leo atas pernikahannya...saya turut bahgia untuk anda...dan mbk syifa.."aqu mengulurkan tanganku memberi selamat pada pasangan di depanku ini...rasanya seperti orang bodoh...menyelamati orang yang aku perjuangkan untuk orang lain..bahkan aku tak sedikit pun memandang syifa..aku takut tak terbawa perasaanku...maaf syifa...gumamku


"thanks ya Al..dan satu lagi..bisa tidak menyumbangkan satu lagi saja d pernikahanku nanti...,?lebih juga tak apa..hahaahaaa"candaan leo kenapa tak terasa lucu sama sekali..


"tentu saja...siapa yang berani menolak perintah bos..."ucapku sambil tersenyum simpul yang ku buat buat...


"maaf saya permisi dulu pak leo..bu syifa..."aku sudah tak bisa bertahan di depanmu syifaku...


"ok..hati2 di jalan ya Al...ayo sayang kita masuk.."ajak leo pada syifa yang hanya bisa mebunduk tanpa menoleh ke arahku...


****


melupakan sejenak penat di dadaku..hari ini aku akan melihat nama nama kandidat yang mendapat beasiswa...dan di sinilah aku sekarang...berdesak desakan melihat hasilnya di mading kampus...


Deg...


"alhamdulillah....."ucapku setelah menemukan namku di urutan 42...hah lega sekali rasanya...


setidaknya masih ada yang bisa aku perjuangkan di hidupku selanjutnya ...


"selamat ya bro...seneng banget aku liat namamu tertera di sana..."ucap ridwan sambil memelukku..ntah dari mana dia tiba tiba saja sudah ada di depanku...

__ADS_1


"kayak hantu kamu bang..tiba tiba aja nongol..kaget aku..."ya pada akhirnya aku memilih memanggilnya dengan sebutan abang..karna aku rasa dia memang bagaikan kakak biat aku...


"hehee..ayo.."


"eh tunggu kemana?"


"aku traktir...buat kesuksesan ini..."tanpa aba aba dia sudah menarik ranselku...aku tidak marah..karna memang seperti itulah dia...


dia membawaku ke kantin kampus...memesankanku semangkok bakso jumbo...


"banyak duit bang pake nraktir segal..mustinya kan aku yang traktir abang..."ucapku malu..ya masak iya aku yang lulus tapi orang lain yang mentratirku...


"alah..santuy aja kali..ini uang jajnku baru turun sari bokap..tenang aja Al...ayo makan gak baik nolak rezeki..."


dan kami melanjutkan makan kami sambil sesekali membahas kampus baruku ini nantinya...sampai...


"maaf..bisa bicara sebentar dengan kak alfa...?"suara ini lagi...orqng yang paling ingin aku hindari untuk saat ini...tapi nyatanya malah dia yang mendatangiku..


ridwan memandang syifa sejenak lalu menatapku meminta persetujuan..dan aku mengangguk tanda setuju...


"silahkan duduk..."ucapku akhirnya di tengah kecanggungan...


"iy.."


"mau makan sesuatu?"tanyaku


"ah nggak..makasih...kak.."


"ya?"jawabku sedikit acuh...aku tak ingin terlena dengan perasaanku lagi


"kapan kakak sampai disini?dan kenapa ada di kampus ini?"


"apa orang sepertiku tak layak ada di kampus elit ini?ah iya aku lupa...aku kan hanya anak panti yag tak punya apa apa..."sarkasku


"bukan itu maksud ku..kenapa kakak jadi seperti ini ngomong sama aku..."jangan menangis sayang...gumamku dalam hati saat melihatnya mencoba menahan air matanya...

__ADS_1


"aku?memang apa yang salah dari aku?ah mungkin salahku hanya satu..terlalu percaya pada seseorang yang mengatakan akan menungguku menjemputnya tapi akhirnya bukan aku yang membuatnya terkejut atas kedatanganku justru aku yang kaget dengan statusnya sekarang..."hufth...lebih lega sepertinya saat aku berhasil mengeluarkan uneg unegku...


"kak...ini tidak seperti yang kakak fikirkan...aku bisa jelaskan..."


"baiklah aku menunggu penjelasanmu..."


"aku di jodohkan..."


deg...satu kalimat yang berhasil membuatku terkejut..tapi aku masih ingin mendengarkan dia bercerita...


"lalu..."


"aku tidak bisa menolak...ayah dan ibu sangat baik terhadapku..mereka yang mengambilku dari panti...mereka yang dengan tulus merawat dan membesarkan serta membiayai pendidikanku...lalu saat usaha mereka hampir bangkrut ayah memintaku menerima perjodohan dengan rekan kerjanya agar bsa menyelamatkan usaha ayah dan semua pegawai yang bergantung di bawah perusahaan ayah...aku sebagai anak bisa apa kak...ini mungkin tak seberapa di banding apa yang telah mereka lakukan untukku selama ini...jadi aku harap kakak bisa mengerti posisiku..."


aku terdiam mendengarkan penjelasan syifa..lalu mengusah air mata yang sedari tadi mengalir di pipinya...ini semua di luar apa yang aku fikirkan...ya mungkin hatiku tak sekuat itu untuk keras terhadapnya


"sudahlah...aku tak apa apa...jangan menangis lagi..."aku paling lemah terhadap tangisannya


"bisakah kita tetap berteman seperti dulu?"


"iya..tapi beri aku waktu untuk menghentikan rasa ini untukmu..tak mudah untukku melupakan kamu yang mengisi hampir keseluruhan hatiku...emm..apa kamu mencintainya?apa kamu bahagia bersamanya??"


"kak...aku..."mata itu tak bisa berbohong..dia pasti mencintai leo...apa lagi mengingat dia yang tengah berciuman dengan leo kemarin...hah rasanya hatiku seperti di remas dengan sangat kuat


"yah...sepertinya aku kalah banyak darinya...hatimu sepertinya memang bukan milikku lagi...mungkin ini juga salahku membiarkanmu menungguku selama ini...aku akan belajar ikhlas untuk kebahagianmu..."


"maafkan aku..."ucapnya sambil menunduk menyeka bulir bening matanya...


"jangan meminta maaf...kau tidak salah..aku yang salah ada di antara kalian..tapi maaf aku tak bisa pergi untuk sekarang..aku membutuhkan pekerjaanku di cafe leo..jadi jika bertemu aku disana berusahalah bersikap kalo kita hanya teman...dan aku juga akan begitu...selamat ya....aku pergi dulu bang ridwan pasti sudah lama menungguku..."


tapi baru beberapa langkah aku menoleh dan menatapnya...


"syifa...kau lebih cantik saat mengenakan hijabmu...."


ucapku meninggalkan dia yang maaih diam di tempatnya...melangkahkan kaki ku meninggalkan dia sekaligus melangkah untuk mulai belajar melupakan juga melepaskan dia yang memang bukan untuk ku...sulit???jangan di tanya..bayangkan saja kau hidup dengan di mulai kecil..menjaga dia setiap hari lalu harus berakhir dengan melihatnya bersama orang lain....hufttt

__ADS_1


'maaf sayang...aku belum bisa melupakanmu sekarang..tapi aku akan berusaha mematikan rasa ini untukmu...tuhan bantu aku melepas rasa ini..bantu aku ikhlas atas takdir yang memang kau gariskan untukku...'


__ADS_2