
semalam aku tak bisa tertidur dengan nyenyak....kejadian di taman semalam benar benar mengalihkan seluruh fikiran ke dia...sepertinya hari ini aku harus benar benar mencari tahu tentang semua ini agar tak bertanya tanya terus...
****
"eh Din..hari ini Ayra ada manggung nggak??"tanyaku saat beraa di pantry nya...
"tumben kamu nanyain dia...bukannya semalam kalian jalan bareng...aku liat lho..eciecie...hehee,,,,"
"apaan sih Din...kita cuma ngamen aja semalem di taman sono...tapi aku seriusan nanya dia manggung gak hari ini??"
"kayaknya sih iya Al...emang ada apa?"
"mau tau aja kamu ini..."
"huh dasar...ngomong ngomong tuh mata abis kejedot dimana ampek kayak mata panda gitu....huahahaaaa..."
"sialan kamu Din...begadang nih aku semalam bukan ke jedot ...ish...udah ah aku mau ambil pesenan meja no 4 mana?"
"ye iya iya bentar..sensi amat kayak lagi menstruasi aja...hihihiii"
"tau ah...ke depan dulu aku..."ucapku setelah menerima makanan pesananku...
berarti nanti aku harus nanya sama Ayra kalo dia udah dateng...hufth...
****
ah itu dia si Ayra akhirnya datang juga...gumamku saat melihat Ayra baru saja memasuki cafe...dia bagi bagi apa sih sedari masuk kok ngasih sesuatu ke semua anak cafe yang kerja...ah gak penting aku harus segera tanya ke dia bentar lagi kalo jam kerjaku habis...
lalu aku melanjutkan beberapa menit kerjaku dan berganti baju...aku hendak melangkah ke ruangan Ayra tapi nyatanya malah dia yang duluan mencariku...
"aku cari in dari tadi eh teryata kamunya disini...ini ada titipan dari leo...semua udah dapet tinggal punya kamu nih..."cerocosnya sambil memberiku sebuah undangan..DEGG...bukan itu yang membuatku terkeju..tapi foto depan undangan itu ....jelas sekali wajah ini...wajah yang selalu aku rindukan...wajah yang membuatku benar benar tak bisa tertidur dengan nyanyak semalam...Syifa....
"ini..."kalimatku terputus...tak bisa kulanjutkan...
__ADS_1
"ouw itu..undangan pernikahan Leo sama tunangannya..akhirnya setelah setahun bertunangan mereka memutuskan buat nikah kuga...."
aku tak bisa mengatakan apapun...kalimat yang di ucapkan Ayra seperti nya lebih mirip seperti serpihn kaca yang di goreskan secara langsung di hatiku...duniaku sepertinya runtuh seketika itu juga...bahkan tanpa aku sadari airmataku sudah berhasil lolos ri mataku tanpa permisi...tanpa berfikir kalo aku sedang menangis di depan Ayra...entahlah fikiranku sudah tak bisa lgi aku mengerti untuk saat ini...
"Al..kamu kenapa...are you ok??"
aku masih menunduk menatap foto sampul itu tanpa mengindahkan kata Ayra
"Al..jangan buat aku takut deh...hey"dia menggoyang bahu ku layan kencang membuatku kembali tetsadar dan langsung mengusap kasar aormataku yang masih enggan untuk berhenti...
"eh...emmm....gak Ra..aku gak apa apa...aku permisi ya...mau pulang dulu..."
"hey Al...ada apa kenapa kamu sedih banget pas liat ini...?"tanya Ayra lagi sambil menunjuk undangan itu...
"Apa mungkin kesedihanku akan mengubah sesuatu Ra...gak kan??"bukannya menjawab aku malah balik bertanya dan pertanyaan itu jelas saja membuat Ayra terbingung bingung...matanya seakan bertanya apa maksud kata kata ku barusan...aku menghela nafasku dalam dalam dan membuangnya kasar sebelum melanjutkan kalimatku...
"dia...kekasihku..."tunjukku pada foto Syifa...
"apa!!!??"Ayra menarik tanganku untuk mengikuti langkahnya...akubtau arah ini adalah arah ke ruangannya...aku tak menarik tanganku...hanya mengikutinya...
"jadi mau menjelaskan padaku atau mau kamu pendam sendiri...?akhirnya Ayra buka suara setelah beberapa menit memandangku iba...
"Dia Syifa...dia alasanku ada disini...di cinta pertamaku...dia kekasihku...sampai saat ini pun kami tak pernah mengucapka kata perpisahan kecuali perpisahan oleh jarak..bukan perpisahan untuk hati dan hubungan kami...aku berjuang untuk bsa bertemu kembali dengan dia...di sini...di kota ini...kami dari kecil sudah bersama...di panti asuhan tempat kami di besarkan...sampai suatu hari ada yang mengangkatnya untuk menjadi anak...bahkan aku sendiri yang meyakinka dia untuk pergi dengan berjanji kami akan menjaga hati sampai di pertemukan lagi karna aku berjanji untuk menyusulnya dan dia berjanji untuk menungguku...."hufth....aku tarik nafasku dalam dalam untuk melepaskan rasa sesak di hatiku...
"tapi...ini..."ucapku tertahan sembari meremas undangan di tanganku...
"maaf Al...aku tidak tau..."
"tak perlu minta maaf...mungkin sudah jadi takdirku selalu berteman dengan luka...kemarin saat di taman aku masih menyangkal kalo itu dia...tapi untuk saat ini bagaimana aku akan menyangkal sesuatu yang benar benar ada di depanku...?"
"Al...mau aku bantu bicara dengan Leo untuk ini??"tanya Ayra...
"jangan Ra...aku harap kamu jangan bicara pada siapa siapa tentang ini...apalagi Leo sudah sangat baik terhadapku...biar aku yang mencoba berdamai dengan hatiku..."
__ADS_1
"tapi Leo mungkin melakukan ini tanpa tau hubungan kalian..mungkin kalau dia tau..."
"janga lakukan hal yang akan membuat orang lain terluka Ra...."
"meski itu melukai kamu sendiri?"tanyanya sedikit mengandung amarah sepertinya...
"ya..."
"Al..."
"sudahlah Ra....anggap saja ini adalah cara tuhan memberi tahuku bahwa dia bukan jodoh untukku...meski aku akui sangat sulit untuk melupakan atau melepaskannya saat ini...tapi aku rasa aku akan ikhlas jika itu adalah untuk kebahagiannya..dia terlalu berharga untuku Ra...bahkan di banding luka ku sendiri..."
"baiklah aku akan menyimpan ini semua asal kamu janji untuk tetap kuat...jangan terpuruk dengan keadaan ini..."
"ya...aku akan tetap berjuang..untuk menyembuhkan hati ini....aku pasti bisa..."ucapku sambil memaksakan bibirku untuk tersenyum..'bertahanlah wahai hati..dg kesakitan ini'gumamku dalam hati....aku tak ingin di kasihani oleh siapapun...karna aku tak butuh itu...
"ya udah Ra...aku pamit ya..."lanjutku
"pulang?"
"iya...dan terimakasih udah dengerin aku ...rasanya seperti ada beban yang terlepas saat aku bisa berbagi lulaku dengan mu...emmm Ra...boleh aku memelukmu...sebentar saja...."ucapku litih...tak tau kenapa aku malah mengucap kalimat itu...
tapi dia bahkan tanpa menjawab sudah memeluk sangat erat seperti tengah berusaha mrmbuatku kuat...
aku membalas pelukannya..menenangkan....
"terimakasih ya Ra..maaf aku terlihat cengeng..hehehe"ucapku berusaha tertawa
"kamu jangan berusaha kuat sendiri..aku akan menemanimu kalau kamu membutuhkan itu..."
"ya udah aku pulang ya..."
dia mengangguk dan aku segera melangkahkan kakiku...
__ADS_1
tapi langkahku terhenti saat akan menuju pintu utama...aku melihat sosok yang tak asing bagiku...dan beberapa saat dia juga menatap ke arahku seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.sampai aku mendengar dia menyebutkan namaku...
"ka...k Alfa..."