Lika Liku Luka

Lika Liku Luka
Syifa


__ADS_3

"good luck ya Al..."Ridwan tak henti henti nya memberi ku semangat untuk ujian masuk universitas U...


"ok..."balasku


"nanti kalo selesai kelas aku langsung kesini lagi...aku tinggal dulu ya..."


"sipp..."aku mengacungkan jempolku seraya melangkah masuk ke gedung univertas itu..


ya benar aku tengah berada di universitas U..seminggu yang lalu Ridwan memberi tahuku bahwa pendaftaran untuk mendapat beasiswa di kampus elit ini akan di langsungkan hari ini...Ridwan juga yang membantuku mendapatkan formulir pendaftarannya sekaligus membantuku mempelajari materi materi yang mungkin keluar saat ujian..


aku berusaha membagi waktuku dengan sebaik mungkin dalam seminggu ini...siang aku gunakan untuk belajar dan malamnya aku kerja...sampai si Dona aku lupain dalam seminggu ini...heheee


di tanya lelah...?itu pasti...tapi aku menikmatinya..karna hanya kerja keras yang aku punya sekarang..tak bisa yang bisa aku andalkan selain diriku sendiri..dan itu bukan hal baru bagiku...


karna mungkin sedari aku terlahir di dunia ini aku sudah sangat sangat terbiasa berteman dan bersahabat dengan luka...tapi aku juga tak harus terus menerus merutuki nasibku kan...


karna bukankah aku tak kan pernah merasakan apa itu rasa manis jika aku tak menyecap pahit sebelumnya..terlahir dari siapa dan dengan keadaan yang bagaimana itu tidak bisa kita pilih dan tentukan..tapi bagaimana cara kita menjalani hidup itu adalah mutlak pilihan kita sendiri...akan seperti apa dan bagaimana itu tergantung seberapa kita berusaha...dan aku memilih untuk berdamai dengan luka ku...hingga aku mampu berjalan bersamanya mengarungi hidupku sampai suatu hari nanti aku bisa mengubah luka itu dengan bahagia....


dan itu HARUS...


dan di sinilah aku berdiri sekarang...


aku melangkahkan kaki ku mencari kursi kosong karna sepertinya sebentar lagi ujian akan di mulai...


cukup banyak juga yang mengikuti jalur ini untuk bisa masuk universitas ini...ya karena memang ini adalah salah satu dari sekian banyak unversitas ternama di jajarannya...jadi aku benar benar harus bekerja keras untuk bisa masuk...."semangat Al....ibu disana tolong bantu do'ain Al ya..."gumamku dalam hati....


****


selesai ujian....


"Al...."

__ADS_1


"eh Rid...udah selesai kelasnya...?"


"udah...gimana tadi ujiannya??"


"Alhamdulillah selesai semua...tapi untuk hasilnya baru keluar senin depan..."


"semangat terus Al...yakin terus kalau usaha kamu udah maksimal hasilnya juga pasti gak bakal mengecewakan..."


"Aamiin...dan terimakasih banyak ya Rid...ini semua berkat kamu..aku benar benar beruntung bertemu dan bisa berteman dengan orang sebaik kamu..."


"ah udah Al..jangan di puji terus bisa bisa helm ku gak muat gara gara kepalaku jadi lebih besar karna pujianmu...lagian aku hanya membantu sebisa ku...selebihnya itu adalah usaha dan kerja keras mu sendiri yang menentukan Al...ayo pulang..."


"okay..."jawabku sambil mengikuti langkah Ridwan menuju parkiran...


Ridwan mungkin salah satu rasa manis yang di berikan tuhan dalam pahitnya hidupku...dan aku sangat mensyukuri itu...


kami terus melangkah menuju tempat parkir hingga langkah ku terhenti saat melihat sosok itu...dia yang menjadi salah satu alasanku memilih kota ini sebagai tempat perantauanku...dia yang mengisi hampir sebagian hatiku...dia yang mengikat janji bahwa kami akan bertemu lagi suatu hari nanti...namun kenapa dia begitu berbeda....tak ad lagi hijab yang menghiasi wajahnya...dan penampilannya jauh dari kata tertutup sekarang...


aku berniat menghampiri dia dan menyapanya...


dengan tanpa rasa sungkan dengan sekitar Leo merengkuh pinggang nya dan memeluknya erat...


aku berbalik dan meneruskan langkahku ke parkiran tanpa kehadiranku di sadari oleh mereka...mungkin aku yang salah...itu bukan Syifaku...ya mungkin memang aku salah lihat...aku meyakinkan diriku...


"wooy Al...ys ampun aku nyari in kamu dari tadi taunya bengong disini..."


"maaf ya Rid...tadi aku sempat lihat orang yang sepertinya aku kenal .."


"benarkah?dimana??"


"ah tapi sepertinya aku salah mengenali orang ya sudah ayo pergi..."

__ADS_1


"oouw gitu..ya udah ayo...tapi kita mampir ke warung biasa ya...cacing cacing di perutku kayaknya udah pada demo Al..."ucapnya sambil terkekeh...


"hahahaaa okay...ayuk..."


sepanjang perjalanan aku masih tak bisa melupakan dia...ah sepertinya aku terlalu merindukannya...


***



ini syifaku...gadis yang dari kecil selalu menemaniku menjalani jatuh bangun hidupku di panti...ya kami dari tempat yang sama..mungkin dengan takdir yang sedikit sama...aku menjaganya sedari kecil sampai di hari itu...kami masih duduk di kelas 1 SMA...masih dalam semester 1..saat kami pulang sekolah ibu mengatakan kalau ada orang yang ingin menjadikan Syiffa sebagai anak angkat mereka...sepasang suami istri yang datang dari kota...


Awalnya Syifa menolak dengan alasan aku...ya dia tak ingin terpisah dari aku...mungkin karna kami dari kecil terbiasa bersama..itu yang membuatnya sulit meninggalkanku...


aku meminta izin pada ibu untuk bicara berdua dengan Syifa...dan ibu menjizinkannya...aku membawa Syifa ke halaman belakang panti..duduk di bawah pohon yg ada disana...


"jangan menangis...seharusnya kamu bahagia karna ada orang yang ingin membawamu untuk bahagia...liat aku..percayalah aku akan baik baik saja disini..kamu harus ikut dengan mereka...ibu bilang mereka adalah orang yang sangat baik..."


"tapi ini sulit kak..aku tak bisa jauh dari mu...bagaimana aku menjalani hariku jika tak ada kakak di sampingku..."


"hei...kau ini...jangan terlalu bergantung padaku...aku percaya jika memang kita masih ada dalam garis jodoh pasti kita akan bertemu lagi nanti...aku janji setelah lulus aku akan mencarimu...bagaimana?"


"benarkah?kau tak bohong kan?"


"apa aku pernah berbohong padamu?"tanyaku menatap matanya yang sudah penuh dengan air mata..doa menggeleng...


"jadi kenapa kau tanyakan hal bodoh seperti itu...?mau kan ikut dengan mereka?"


"iya...aku akan menunggumu...benar benar menunggumu..."


aku tersenyum dan memeluk nya...

__ADS_1


dan ia akhirnya pergi...sebenarnya sama saja...ini hal sangat sulit bagiku tapi aku tak mau egois untuk kebahagiannya..kami memang memiliki perasaan lebih sekedar teman atau saudara..karna aku menyayanginya lebih dari itu begitupun dia...setelah kepergiannya aku benar benar tak bersemangat melakukan apapun sampai ibu meyakinkan ku bahwa aku harus kuat untuk bisa berjuang lagi...


dan aku tau memang akubharis bangkit demi menepati janjiku padanya..tunggu aku...aku tak kan pernah menyerah untuk bsa bertemu denganmu lagi...kita akan bertemu lagi...aku janji....


__ADS_2