
jreng....
Al memetik gitarnya mengalun dengan sangat merdu..kemudian aku yang memulai mengambil nada...
"jika kau butuh telinga tuk mendengar...
bahu tuk bersandar...
raga tuk berlindung...
pasti kau temukan aku di garis terdepan bertepuk dengan sebelah tangan...."
aku mengambil sedikit jeda dan membiarkan gitar Al mengalihkan emosi pengunjung cafe yang mulai riuh dengan penampilan kami...
"bilur makin terhempas...dalam rangkuman asa...
kalimat hilang makna...
logika tak berdaya..
di tepian nestapa...hasrat terbungkam sunyi...
entah aku pengecut...atau kau tidak peka...
ku mendambakanmu mendambakanku....
sekarang ganti alih suara Al membuat sebagia besar mata pengunjung cewek tak berkedip menatap ke arahnya..dan tanpa sadar aku risih akan itu...
Al
"bila kau butuh telinga tuk mendengar...
bahu tuk bersandar..
raga tuk berlindung pasti kau temukan aku di garis terdepan...
bertepuk dengan sebelah tangan..."
Deg..mata Al menatap langsung ke dalam mataku...
ah seperti sedang di sengat listrik rasanya....aku mengalihkan pandanganku ke depan untuk menutupi rasa gugupku dan melanjutkan syair lagunya...
"kau membuatku yakin...
malaikat tak slalu bersayap...
biar saja menanti...tanpa batas tanpa balas...
tetap menjelma cahaya di angkasa yang sulit tertampik..yang sukar tergapai...
"bila kau butuh telinga tuk mendengar...bahu tuk bersandar...aku lah orang yang selalu ada untuk mu....
meski hanya sebatas...teman...."
yakin kau temukan aku di haris terdepan...bertepuk dengan sebelah...tangan....."
jrengg Alfa mengakhiri petikan gitarnya....dan kami membungkukkan badan kami tanda mengakhiri tampilan kami...
ini foto saat mereka duet
__ADS_1
tepuk tangan riuh penonton bergemuruh tak henti henti melihat kami berdua di atas panggung membuat Al sepertinya masih baru dengan ini semua dan rasa nervous itu jelas terlihat di matanya...tapi suara Alfa benar benar membuat hati meleleh...(hahaahaa lebay)..tapi sungguh tak bisa di pungkiri suara dan tangannya saat memetik gitar adalah sebuah perpaduan yang akan membuat cewek cewek jejeritan...dan itu terbukti...hah...
aku menggandeng tangannya menuruni panggung dan langsung mendapatkan tepukan tangan penonton yang tak henti meneriakkan suara kami...
"ah..kenapa aku melakukan ini...ini sungguh memalukan...batinku dalam hati merutuki kebodohanku ini..tapi udah ke palang tanggung...aku terus menyeret Al ke ruangan kami...
"emm maaf..."ucapku melepaskan genggaman tanganku di telapak tangan Al...
"ya tak apa..kau malah menyelamatku tadi..."
"emm sorry...maksudnya...?"balasku dengan menautkan alisku tak mengerti maksud ucapannya...
"liat aku apa kau tak merasakan tanganku sudah sedingin es dari tadi.. ?"
"ah benarkah...??"
"aku begitu gugup dengan keadaan seperti tadi..jantungku seperti habis berlari maraton tau...dan kakiku tak bisa bergerak..untung saja kau menarikku tadi kalau tidak entah apa yang akan terjadi..."ucapnya berapi api...tapi begitu nampak lucu dan sangat sangat polos di mataku...
"ah kau berlebihan Al...sepantasnya kau bangga pada dirimu...baru pertama manggung tapi fans cewekmu seperti nya sudah sangat lumayan.."candaku...
"apaan..mana mungkin itu...yang ada mereka itu kaget karna seorang Ayra satu panggung dengan orang asing...apalagi kalau mereka tau aku hnya seorang pengamen jalanan..bisa rusak reputasimu Ra..."balasnya begitu merendah..
"kau tau Al...itu sangat sangat berlebihan...kau harus yakin pada kemampuan dirimu sendiri...jangan selalu pesimis dan memandang rendah kemampuanmu...aku tak menyukai kau seperti itu..dan aku rasa aku akan sering mengajakmu di panggung itu lagi agar kau semakin terbiasa...hahaa"
"ah kalau begitu aku harus benar benar menyiapkan jatungku...aku tak ingin terkena serangan jantung Ra..."dan kami tergelak bersama
dia benar benar berbeda...dan senyum itu..kenapa jantung ini selalu tak bisa di atur jika melihat langsung senyum itu dari dekat seperti ini...ah jantung bisakah kau sedikit tenang dadaku sampai sesak rasanya...aku menghela nafas untuk meredam gejolak di hatiku...hufhtt....
"kau baik baik saja?"tanya nya membuyarkan lamunanku...
"baik lah aku kembali ke cafe ya...sepertinya pelanggan sangat banyak...kasian teman teman kerepotan..."
"ah iya baik lah....bye..."ucapku sambil melambaikan tangan ku saat melihat dy beranjak menuju pintu...
"bye..."
hah aku bisa bernafas lega sekarang...
****
Pov Al
Aku langsung berganti seragamku lagi dan kembali ke cafedepan karna merasa gak enak dengan teman temanku..
"Al keren banget kamu tadi..gak nyangka aku ternyata punya temen yang jago nyanyi..."kata dina sesampainya aku di depan...
"kamu meledekku ya din...gak liat aku dri tadi gugup banget...kalau bukan karna permintaan Ayra gak mau lah aku ada di sana..horor din..."ucapku sambil bergidik ngeri...
"ah gak ah...di liat liat kamu cocok kok sama Ayra...serasi banget malah kalo kataku..."
"aku yang ngerasa gak cocok buat dampingi Ayra nyanyi tadi...minder aku din..."
"Ayra baik kale..dia selalu ramah sama semua orang disini...buktinya dia langsung gampang deket kan sama kamu yang anak baru..."
"iy..dia memang baik.."
"cieh cieh..Alfa....."goda dina..
__ADS_1
"mas pesaan.."teriak sekumpulan cewek cewek remaja yang masih SMA sepertinya...
"udah ah din aku kesono dulu...capek aku di godain kamu terus..."ucapku meninggalkan dina yang masih tertawa menggodaku...
"ah iya mau pesan apa dek??"
"eh tunggu mas ganteng kan yang nyayi tadi ya...?"tanya salah satu dari mereka
"em iya" jawabku grogi
"uuwuuuw....kenapa jauh lebih ganteng kalo di liat dari deket gini sih...iya kan gaes...?"
"iya pake banget...setuju aku..masnya double job disini..."tanya yang satu nya lagi
"ah nggak cuma tadi bantuin teman karna yang lain gak bisa dateng..tapi ini jadi pesen nggak kok jadi ngobrol ya...?"ucapku hati hati tak ingin menyinggung mereka...
"ah iya jadi...3 spageti dan 3 orange just ya mas...,,,"
"okey silahkan tunggu sebentar ya...."ah akhirnya...gumamku..
"lama juga gak apa apa kok mas...kita rela nunggiin mas nya sampek kapan pun...celetuk salah seorang yang kemudian mendapat toyoran di kepalanya oleh teman2nya...
"hembhh dasar abg..."gumamku pelan seperti hampir berbisik sambil lalu dari meja mereka...
****
jam kerja udah selesai dan waktunya pulang...tapi aku masih harus ke kantornya Leo karna tadi salah seorang temanku mengatakan kalau Leo memanggilku...
"apa aku ada salah ya..."fikirku menerka nerka..
"tok tok permisi..."ucqpku di depan ruangan Leo..
"masuk,,"sahutnya..kemudian aku masuk ke ruangan itu dan melihat Leo tengah sibuk merapikan meja nya...
"emm ap pak Leo memanggil saya?"
"iy Al..ini..."katanya menyodorkan sebuah amplop...dan aku menerimanya dengan bingung...
"maaf ini apa ya pak?"
"oh itu bayaran kamu untuk manggung sama Ayra tadi..."
"ah tapi saya tadi hanya membantu Ayra pak..tidak usah ini..."kataku ingin mengembalikan amplop tersebut..
"tidak Al itu sudah hak kamu...terimalah...lagian itu tak seberapa..karna sepertinya kamu akan jadi idola baru di cafe saya..hahahaaa"ucapnya enteng...
"tapi pak...."
"sudahlah Al..terima saja...dan besok besok kalo Ayra mengajak kamu lagi tolong terima juga..saya sudah lama tak melihat penginjung cafe se riuh tadi..."
"baik lah...saya terima..terimakasih pak..saya permisi..."ucapku mengalah akhirnya...rezeki juga fikirku...heheee
"dan Al tunggu....ap saya setua itu hingga kamu terus memanggil saya bapak...?"
"ah tidak...hanya saja sepertinya kurang sopan jika saya memanggil hanya dengan nama..."jujurku
"ah ya sudah terserah kamu lah...silahkan..."
ucapnya akhirnya....
__ADS_1
dan aku segera melangkah untuk pulang...