Lintas Waktu

Lintas Waktu
BAB 8 Amarah Dan Nasihat


__ADS_3

Hari ini malam terlihat cerah dengan ditaburi kerlip bintang diatas sana, Adel gadis itu sedang duduk berdiam diri di dalam kamar didepannya ada laptop yang masih menyala. Tangan nya dengan asik menari-nari diatas keyboard, entah apa yang sedang di kerjakan nya.


Adel melirik jam tangan yang digunakan ternyata sudah jam 23.00 kemudian di tutupnya laptop itu. Untuk sesaat dia termenung. Masa lajang nya telah selesai sekarang dia sudah menjadi istri orang.. Tak pernah terbayangkan jika di tahun ini dia akan menikah, semuanya telah diatur mamahnya dengan baik.


Adel sadar dia bukan gadis baik-baik dia sering keluar malam bersama teman-teman nya, walaupun hanya untuk sekedar nongkrong. Apakah dia harus berubah, pikiran itu terbesit dalam hatinya namun dia menepis nya. Bukankah seorang pasangan itu harus menerima kekurangan pasangan satu sama lain jadi untuk apa di harus merubah dirinya.


Tiba-tiba ponsel milik Adel berdering di sana tidak menampilkan nama si pemanggil. Adel menolak panggilan itu karena nomor asing. Dia berfikir itu mungkin hanya orang salah sambung. Lagi, ponsel itu berdering membuat Adel dengan malas terpaksa mengangkat nya.


" Halo siapa sih malam-malam ganggu orang" Sewot Adel pada si penelpon.


" Assalamualaikum Adel, ini Mas Abdul" Ucap si penelpon.


"Mas Abdul siapa sih gak kenal"


" Astagfirullah. Adel saya suami kamu" Adel menutup mulut nya kenapa dia mendadak lupa kalo nama suaminya itu Abdul


"Iyah maaf lupa, ada apasih? "


'Malam ini saya tidak pulang"


"Oh, paling lagi dirumah pacarnya" Ucap Adel tanpa sadar.


"Saya sedang dirumah sakit mengantar paman dan saya juga tidak punya pacar punyanya istri ini yang sedang teleponan bersama saya. Jangan lupa kunci pintu kalo mau tidur"


"Hm" jawab Adel dengan gumaman baru saja dia ingin mematikan telepon nya karena sudah tidak mendengar suara lagi.


"Jangan lupa Solat Isya dulu sebelum tidur. Yasudah saya matikan telepon nya. Assalamualaikum"


' Apa susahnya menjawab salam' ucap mas Abdul menggerutu di seberang sepertinya dia harus mengajari istrinya itu dari hal yang terkecil.


Tanpa menjawab salam, Adel langsung mematikan telepon. Menjatuhkan tubuh diatas kasur untuk tidur. Baru saja memejamkan mata, dering telepon berbunyi ternyata Cantika teman nya yang menelpon, mengajak nya untuk nongkrong seperti biasa.


*******


Gadis bersurai panjang berwarna pirang terlihat masuk , ke dalam tempat yang remang-remang bersama dengan teman perempuan sebayanya. Baru saja dia masuk, sudah di sambut dengan musik yang memekakan telinga . Gadis itu mencari tempat untuk sekedar duduk menikmati suasana lautan manusia yang tengah asik menari menikmati musik. Tanpa sadar satu jam sudah dia berada di sana tanpa tahu seseorang dirumahnya mencarinya kemana-mana.

__ADS_1


Mas Abdul baru saja sampai di rumahnya setelah mengantar sang paman pergi berobat. Asam lambung yang di derita paman nya itu kambuh, ditambah dengan darah tinggi yang dimilikinya itu membuat sang paman jatuh sakit lemas tak berdaya.


"Assalamualaikum" mas Abdul masuk sembari mengucapkan salam tak ada jawaban dari dalam. Rumah tampak sepi dia mencari keberadaan istrinya. Tapi, tak kunjung di temukan. Ditelepon nya sang istri namun tidak diangkat juga. Akhirnya ia memutuskan, melacak keberadaan sang istri melalui nomor hp itu.


Sebelum nya dia mengira paman nya akan dirawat, maka dari itu ia mengatakan kepada istrinya tidak pulang. Namun ternyata , dokter mengatakan paman nya tidak perlu di rawat dan akhirnya ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah nya.


Di tempat yang penuh dosa itu orang-orang bersorak ria ada yang menari, berjudi bahkan ada pula yang bercumbu bersama pasangan nya dengan tidak tau malu nya. Mereka seakan tak ingat dosa. Seorang pria baru saja masuk di tempat itu, dia seperti terjebak di lautan manusia yang sedang menggali dosa, kesana kemari dia berjalan seperti sedang mencari sesuatu.


Bibirnya tak berhenti berdzikir, memohon ampuan karena telah menginjakakn kaki di tempat yang penuh dosa ini. Matanya ternodai dengan pemandangan, tak senonoh di hadapannya.


'Di mana sebenarnya kamu?' gumam pria itu dengan gigi mengadu.


' Jika kamu bukan menjadi tanggung jawabku masabodo aku tidak peduli, tapi sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab ku, aku ikut menanggung dosa apa yang telah di lakukan nya'.


Disana ia melihat seseorang yang sedang dicarinya tengah duduk berkerumun bersama dengan teman-teman nya.


'Adel!" Teriak laki-laki itu yang merupakan Mas Abdul dengan marah.


" Atas ijin dari siapa kau bisa pergi ket empat ini?! " Mas Abdul marah dia menyeret tangan istrinya itu secara paksa keluar dari sarang setan.


"Lelaki itu, aku tidak tau siapa, aku kesana bersama dengan Cantika temanku" Sanggah Adel.


"Mana Ada maling mau mengaku, sudah ketauan masih beralibi"Ucap laki-laki itu marah.


Adel gadis itu diam sepanjang perjalanan dia takut melihat suaminya yang sedang marah seperti macan yang siap menerkam. Sampai di rumah Mas Abdul memerintahkan istrinya untuk membersihkan diri, sedangkan dia pergi mengambil Air wudhu untuk meredam amarah nya.


Sesungguhnya marah itu dari syaitan, dan syaitan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila diantara kalian marah, hendaknya dia berwudhu.(HR. Ahmad Dan Abu Daud).


" Pergilah mandi, bersihkan tubuhmu" Tanpa menjawab Adel menuruti perintah suaminya itu. 15 menit sudah dia selesai mandi, badan nya sudah bersih tidak lagi tercium bau alkohol.


"Sudah selesai mandi?" Tanya Mas Abdul basa-basi padahal dia dapat melihatnya dari rambut gadis itu yang nampak terlihat basah.


Sudah


Mas Abdul menarik tangan istrinya untuk duduk disampingnya amarahnya sudah reda. Adel gadis itu menurut,

__ADS_1


AdelMaukah kamu membantu suami mu ini? Tanya mas Abdul dengan suara lembut. Adel gadis itu mendongakan kepalanya menatap sang suami tidak mengerti.


"Memang nya apa yang bisa dibantu , saya tidak bisa apa-apa" jawab gadis itu.


"Adel, Apa kamu mau masuk surga?" Tanya Abdul lagi kepada Adel


" Hanya Orang bodoh yang jika ditanya jawaban nya tidak bahkan orang gila sekalipun menginginkan untuk masuk surga" Jawab Adel yang membuat Mas Abdul tersenyum mendengar jawaban nya.


"Kalo begitu bantulah Mas, untuk bisa menggapai surganya Allah melalui rumah tangga kita ini. Jadikan rumah tangga kita ini sebagai jalan untuk kita menempuh surganya. Kita rayu Allah . bersama untuk menggapai keridoannya melalui pernikahan yang suci ini. Kita jalankan bersama-sama. Hakikat nya pernikahan merupakan Ibadah maka, jalankan lah ibadah ini sebenar-benarnya". Adel gadis itu mendengarkan nasihat suaminya dengan baik tanpa ada satu katapun yang terlewat.


"Dan bisakah kamu untuk tidak pergi keluar rumah selain dalam kebutuhan mendesak, Mas ingin kamu tetap berdiam diri dirumah, karena sejatinya tempat perempuan yang paling aman adalah rumah" Adel hanya diam tidak menjawab


"Bukan nya ingin mengekang kamu, Mas hanya tidak ingin hal buruk terjadi dengan kamu. Mas ingin kamu menjaga kehormatan mu sebagai seorang wanita".


Sesungguhnya perempuan itu aurat. Jika dia keluar rumah maka setan menyambutnya. Keadaan perempuan yang paling dekat dengan Allah adalah ketika dia berada di dalam rumah


Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah salat, tunaikan zakat dan taatilah Allah dan Rasul-nya. Sesungguhya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu,wahaiahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya


( qs.Al-Ahzab ayat 33).


"Kamu tahu perhiasan yang terbaik dari yang baik,di dunia ini?" Tanya mas Abdul lembut.


'Berlian, intan atau mutiara mungkin" Jawab Adel menyebutkan perhiasan yang mahal yang membuat suaminya itu tersenyum. Di usapnya rambut panjang istinya dengan lembut.


Betul itu semua memang perhiasan yang mahal harganya. Tapi Bukan itu jawabannya. Melainkan Wanita" jawab mas Abdul


"Hah Wanita?" Ucap Adel dengan bingung


" Iya wanita. Wanita yang solehah"


"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan dunia adalah wanita Solehah.


(HR. Muslim, no 1467).


Malam itu dihabiskan dengan mendengar nasihat-nasihat panjang dari suaminya.

__ADS_1


__ADS_2