Lintas Waktu

Lintas Waktu
BAB 9 Hukum Menjawab Salam


__ADS_3

Jakarta kota metropolitan tak ada hal yang tak disukai di kota ini, selain kemacetan yang panjang membuat sipapun harus bersabar seperti dua manuia itu. Biasanya waktu yang ditempuh hanya menghabiskan 1 jam dalam perjalanan . Tapi, karena kemacetan yang panjang harus memakan waktu yang lebih lama. Kemacetan ini, biasanya diambil kesempatan untuk para pedagang asongan untuk menjajakan jualan miliknya. Inilah rezeki bagi mereka, berbeda dengan pengendara motor dan mobil yang tejebak dalam kemacetan ini merupakan kesialan bagi mereka.


Tok..tok kaca mobil itu di ketuk dari luar, diturunkan nya kaca jendela mobil. Terlihat seorang bocah yang berpakaian tampak lusuh, tubuhnya kotor terkena debu jalan di tambah keringat yang membasahi tubuh, membuat nya terlihat seperti mandi keringat.


'Mas tisu nya mas cuman 10.000 saja" kok murah Anak itu menawarkan dagangan nya.


"Siapa? "Tanya wanita di samping laki-laki itu.


"Penjual tisu". Wanita itu melongokan kepala nya untuk melihat ke si penjual.


"Dek saya mau tisunya dua "


"Siap kak" ucap anak kecil itu senang dengan segera dibungkusnya tisu itu Diberikan nya uang lebaran berwarna biru kepada anak itu.


"Makasih ka"


"Sama-sama dek, ambil saja kembalian nya”


Tinn..tinn....


Para pengendara di belakang mulai membunyikan klakson kendaraan nya membuat si pengendara mobil di depan nya itu menoleh kebelakang.


"Mas cepetan dong jalan, depan nya udah kosong tuh! Marah pengendara motor dibelakang nya"


"Ekh, iyah maaf-maaf dengan cepat dia melajukan kendaraan nya".


"Kamu kenapa beli tisu lagi , bukan nya itu di kursi belakang ada?"


"Memang aku tau ada tisu lagi pula sebenarnya aku gak ngebutuhin tisu ini. Tapi, apa salah nya menolong orang lain mencari rezeki dengan cara membeli dagangan nya. Mas liat anak kecil tadi, bahagia nya dia itu sederhana cukup ada yang beli dagangan nya aja, udah bisa ngebuat dia bahagia"


"Bukankah itu sama aja dengan kita berbuat baik" Mas Abdul laki-laki itu tertegun mendengar ucapan yang dewasa dari istri nya.


"Mungkin uang 10.000 bagi kita kecil. Tapi, buat dia itu besar bisa dipake buat dua kali makan nasi uduk"


"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala’id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil haram, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya.

__ADS_1


(QS. Al-Maidah ayat 2)".


Dibangunan yang cukup sederhana itu, Mas Abdul menepikan mobilnya. Ia keluar diikuti dengan Adel. Dibukan nya bagasi mobil untuk mengeluarkan barang-barang yang berisi pakai nya dan Adel. Tanpa ada niatan membantu suaminya yang kesusahan membawa barang, dia berjalan masuk begitu saja, mengitari rumah yang akan di huni nya bersama sang suami. Lumayan pikirnya tidak terlalu buruk untuk dia tinggal disini, walaupun rumah ini terbilang kecil untuk nya. Gadis itu duduk santai di sofa meluruskan kaki nya sembari bermain Hp. Mas Abdul yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepala.


"Mas mau dibantu gak? " Tanya Adel membuat langkah suaminya itu berhenti.


"Bantu doa" ucapnya langsung tertawa karena berhasil mengerjai suaminya itu. Selesai mengangkut barang-barang nya mas Abdul langsung membersihkan diri untuk pergi melaksanakan salat Jumat.


"Adel Saya pamit dulu, mau pergi solat Jumat di Masjid depan" Pamit Mas Abdul.


"Mau salat jumat kok wangi amat kaya mau ngapel "


"Memakai wangi-wangian di hari jumat sebelum pergi melaksanakan solat jumat itu sunah"


Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak rambut atau minyak wangi kemudian berangkat ke Masjid dan tidak memisahkan antara dua orang, lalu Shalat sesuai dengan kemampuan dirinya, dan ketika Imam memulai Khutbah, ia diam dan mendengarkannya maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya. (HR.Bukhari dan Muslim).


Saya pergi dulu, kamu juga mandilah bersihkan tubuh mu sebentar lagi Adan. Assalamualaikum tak ada jawabn dari Adel yang membuat mas Abdul menghentikan langkah nya.


" Jawab salam saya Adel. Menjawab salam itu hukum nya wajib"


'Waalaikumussalam "Jawab Adel akhirnya. Berasa punya suami ustad jadinya, tiada hari tanpa ceramah pikir Adel.


Mengenakan pakaian koko putih dengan sajadah yang menyampir dibahunya, mas Abdul berangkat untuk melaksanakan solat Jumat. Sepanjang perjalanan bibirnya tiada henti dia gunakan untuk berdzikir kepada Allah swt.


"Mas Abdul!" Panggil seseorang.


"Astaghfirullahaladzim Kaget mas Abdul.


Mas Abdul pake acara istighfar segala, dikira saya setan Ucap orang itu tidak terima.


"Ya lagian kamu sendiri, tiba-tiba datang langsung manggil sambil nepuk bahu orang"


"Hehe maaf. Mas Abdul kapan balik ke Jakarta kok saya liat tadi kontrakan nya sepi?"


"Baru siang ini nyampe. Wajar kalo kamu liat kontrakan sepi , saya sudah pindah tidak tinggal di sana lagi"

__ADS_1


"Lalu istri Mas? "


"Ada dia ikut, sekarang ada dirumah


Bagaimana rasanya menikah?" Tanya pemuda itu Andi.


" Sudahlah nanti saja mengobrol nya, ini kita sedang di masjid bukan waktunya untuk mengobrol"


Mereka berdua duduk dengan tenang mendengarkan Khutbah jumat yang mengangkat tema bulan Rajab.


Bulan rajab adalah salah satu bulan. Dari keempat bulan yang di muliakan Allah SWT. Yaitu bulan Dzulqoidah,Dzulhijjah, dan Muharam


Rajab Memiliki arti ke Agungan atau Kemuliaan. Bulan rajab menjadi bulan yang penting bagi umat islam pada bulan inilah nabi Muhammad saw melakukan isra miraj. Dan pada bulan ini pula lah perintah solat lima waktu yang biasa kita lakukan diturunkan oleh Allah SWT. Kepada nabi Muhammad Saw. Bulan rajab memiliki banyak keutamaan didalam nya.


Keistimewaan bulan Rajab disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW. Allah SWT berfirman dalam surah At Taubah : 36.


“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa.”


Masyaallah, sungguh nikmat yang luar biasa kita masih bisa berjumpa dengan bulan yang mulia ini, jangan sampai kita menyia-nyiakan bulan yang suci ini, banyak amalan yang kita bisa kita lakukan untu menambah amalan kita, salah satunya adalah Amalan di Malam 15 Rajab. Disebutkan dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin karya Ibnu Qudamah, umat Islam dianjurkan untuk menghidupkan malam-malam istimewa tersebut.


Rasulullah SAW bersabda: “Siapa saja yang mengerjakan amal kebajikan pada malam ini, niscaya ia akan memperoleh kebaikan seratus tahun.” (HR Muslim).


Adel gadis itu pergi keluar untuk membeli kopi, dia keluar dari rumah mengenakan jilbab yang dililit asal di lehernya atas perintah dari suaminya. Berjalan santai menuju warung yang letak nya tak jauh dari rumah nya.


"Bu, saya mau beli kopi "


"Kopi apa neng? Kopi apa ya" pikir Adel dia lupa menanyakan kepada suaminya.


"Kopi god day aja deh bu, biar harinya baik sesuai arti kopinya" ucap ngawur Adel.


"Aduh si neng bisa aja".


Adel gadis Extrovert jadi tidak sulit untuk nya berbaur di tempat baru, buktinya tadi dengan pedenya dia bisa pergi ke warung seorang diri padahal, situasi di sana sedang ramai banyak ibu-ibu yang sedang berkumpul.


Di halaman rumah motor Beat sudah terparkir dirumah baru nya, membuatnya penasaran siapa yang sedang berkunjung di rumah nya. Tanpa mengucapkan salam gadis itu masuk kedalam dengan tangan menenteng kresek berisi kopi dan satu tangan memegang jilbab yang telah di copot nya. Tanpa permisi dia melewati sang suami dan teman nya yang tidak di ketahuinya, berjalan kedapur untuk membuat kan kopi.

__ADS_1


Andi pemuda itu, menatap heran kepada wanita yang nyelonong masuk begitu saja, dia juga memperhatikan pakaian ketat yang di pakai nya. Siapa wanita itu? Pikir nya tidak mungkin jika itu istrinya Mas Abdul. Dia tahu seperti apa selera bos nya itu. Andi memang tidak datang di acara pernikahan bos nya itu, jadi tidak tahu jika Adel adalah istri dari Mas Abdul.


__ADS_2