LIPTINT CHERRY

LIPTINT CHERRY
PERTAMA


__ADS_3

"LEA!"


Merasa ada yang meneriakinya, Lea menghentikan langkah kakinya dan langsung menoleh kebelakang. Seorang laki-laki tampan bertubuh proposional melemparkan senyum lalu berlari ke arahnya.


"Apa kau masih ada kelas?"


Lea menggelengkan kepalanya


"Oh iya, kebetulan aku lewat kampusmu jadi aku mampir kesini, mau pulang denganku tidak?"


" Maaf, aku sudah ada janji dengan Dion"


"Sekarang pacar lebih penting daripada sahabat ya ?"


"Tidak seperti itu", balasnya dengan wajah cemberut


"LEA!", teriak Dion dari kejauhan


"Maaf Tuan, sepertinya aku harus pergi sekarang. Kekasihku itu galak seperti harimau. Nanti aku akan mengabarimu, Ok". Lea menaikkan jempol kanannya


"Ok, semoga harimu menyenangkan



Axel Wijaya CEO muda pewaris tunggal perusahaan terbesar di Indonesia. Axel memiliki sepasang mata indah, kulit seputih susu,rambut hitam pekat, dan postur badan yang sempurna dengan bahu lebarnya. Tidak hanya visualnya yang menawan, hatinya juga seindah rupanya. Mungkin hanya gadis tidak waras saja yang berani menolak tuan muda sepertinya.



Zea Alodie Leandra gadis dengan nama akrab Lea, dia lah salah satu gadis yang tidak waras itu. Axel pernah mengutarakan isi hatinya kepada Lea, tapi Lea menolak dan menganggap Axel sebatas sahabat baiknya. Lea bisa di kategorikan gadis cantik hanya saja penampilannya sangat biasa menyesuaikan latar belakang keluarganya yang memang sederhana. Ayahnya seorang buruh di pabrik orang tua Dion.



Dion Nugraha anak dari Bos pemilik pabrik minuman kaleng, meski di gadang-gadang sebagai penerus usaha ayahnya, Dion tidak berminat. Dia lebih tertarik dengan musik, baginya musik adalah separuh jiwanya. Dia sudah banyak menciptakan lagu dan menjualnya ke penyanyi-penyanyi ternama di tanah air. Tampan, produktif, keras dan mandiri itulah gambaran untuk seorang Dion.


...❀❀❀...


Axel menguap sambil menatap layar laptopnya, besok ada presentasi penting dan dia harus menampilkan yang terbaik.


TING (pesan masuk dari Lea πŸ’Œ)


^^^Tidurlah!πŸ˜›^^^


Axel tersenyum melihat isi pesan dari Lea. Dia merasa lega karena gadis itu menepati janjinya untuk mengirim chat malam ini.


Kau sudah pulang? aku lihat lampu kamarmu menyala

__ADS_1


^^^Hari ini aku pulang kerja lebih awal^^^


^^^badanku sakit semua 😩^^^


Apa uang dari menjaga nenekku tidak cukup untuk keperluanmu? kalau kurang nanti aku lapor ke mama biar di tambah. Jangan bekerja di minimarket lagi mulai besok 😑😑😑


^^^ya ya ya ya bawel...^^^


^^^aku hanya bekerja sampai akhir bulan ini aja. Apa kau puas?! 😀^^^


yaudah aku mandi dulu. 10 menit lagi sekotak pizza panas segera meluncur kerumahmu


^^^Terima kasih Tuan tampan❀^^^


Axel kembali tersenyum membaca balasan pesan Lea yang terakhir. "Tuan tampan" Axel mengulangi kalimat itu sampai tersipu sendiri. "Sejak kapan dia bisa bersikap manis begini, Dasar anak kecil", batinnya. Meski Lea menolak cintanya posisi sebagai sahabatnya juga tidak begitu buruk.


...❀❀❀...


Pagi ini cuaca tidak bersahabat dengan Lea, hujan begitu deras dan badannya juga panas. Sepertinya Lea demam, rasanya dia malas beranjak dari tempat tidur tapi mengingat ada quiz hari ini dia pun terpaksa bersiap.


Lea mengenakan kemeja biru muda dipadukan dengan celana raped jeans dan dia sedikit memoles pewarna bibir agar kelihatan lebih segar, kemudian merapikan tatanan rambutnya. Merasa sudah rapi, Ia pun berputar didepan cermin. "Sempurna! Lea kau memang sangat cantik", ucapnya memuji diri sendiri. Karena berpacu dengan waktu iya pun langsung menenteng sepatu kets putihnya dan segera bergegas keluar dari kamarnya.


TAP...TAP...TAP


Langkah kaki Lea terhenti seketika. Pandangannya terfokus pada pria tampan yang berpenampilan rapi berdiri menatap luar jendela.


Axel menoleh kearah Lea lalu melemparkan senyum simpul


"Sudah siap buat pergi sekarang?", tanya Axel


Lea tak langsung menjawab, Ia kelihatan seperti memikirkan sesuatu


"Apa Dion akan menjemputmu?", sambungnya


"Ah enggak kok itu...emmm" . Lea menggigit bibirnya takut salah ngomong. "Yuk! nanti telat". Lea pun menarik lengan Axel


Lea merasa beruntung memiliki majikan sekaligus sahabat yang baik hati seperti Axel. Tuan mudanya itu sangat perhatian padanya, jika tidak sibuk Axel menggunakan waktunya untuk mengantar jemput Lea. Gadis itu merasa posisinya yang sekarang sama persis seperti cerita fiksi.


Ketika menyetir Axel terlihat sangat tampan. Mata, hidung, lekuk garis wajahnya yang tegas dan bibirnya terlihat sangat sexy. "Sempurna", celetuk Lea tanpa sadar.


"Apa yang sempurna?"


Mendengar suara Axel, Ia pun tersadar dan langsung menunduk malu, rasanya ingin lompat dari mobil sekarang juga.


"Apa kau sedang memuji ketampananku?", ledek Axel sambil tertawa kecil

__ADS_1


"Ya Tuhan! Apa yang harus aku lakukan, Uh malunya", gerutu Lea dalam hati


Axel menyetel musik agar suasananya sedikit mencair. Dia sadar saat ini gadis kecilnya itu merasa kikuk. Sepanjang perjalanan Lea diam, mengalihkan pandangannya dari Axel dan menatap rintik-rintik hujan di luar jendela kaca mobil. Lea takut khilaf untuk kedua kalinya, sangat merasa berdosa jika dia tertarik dengan tuannya dan dia juga sudah punya pacar kan.


"Itu pacarmu bukan?"


Terlihat Dion di trotoar jalan simpang kampus seperti sedang di tilang polisi.


"Kita terus saja!", pinta Lea


Axel agak sedikit bingung kenapa Lea tidak mau berhenti. Apa mungkin mereka sedang bertengkar pikir Axel


" Hari ini aku ada Quiz jadi harus masuk kelas tepat waktu"


Kebingungan Axel berubah menjadi kejanggalan karena Lea memberi alasan sebelum di tanya. "Apa Dion cemburu denganku?", batinnya


"Tuan berhenti didepan sana saja"


Axel mengangguk setuju dan Lea bersiap untuk turun melepaskan sabuk pengamannya. Sebelum Lea turun dari mobil, Axel menegurnya. "Celana robekmu tidak pernah di tegur dosen?", tanyanya


"Udah sering sih, tapi aku bodo amat"


Lea nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Axel yang merasa gemas langsung menjitak kepalanya.


"Ihhhh!!! sakit tau"


"Sepertinya kau lebih cocok memakai rok. Pasti kau akan terlihat cantik"


"Aishh!!! Jika aku semakin cantik nanti Tuan tertarik padaku"


"Bukannya aku sudah tertarik padamu?"


Kalimat terakhir Axel berhasil membuat Lea mati kutu. Wajahnya seketika memerah seperti kepiting rebus.


"Ada apa denganmu?", selidik Axel


"Wah! pipiku merah yah. Ini pasti efek demam"


Axel memegang kening Lea untuk memastikan


"Bagaimana? Aku demam kan?"


Axel mengangguk setuju. "Aku pikir pipi kamu merah karena salah tingkah"


Jika tadi wajah Lea yang memerah, sekarang giliran telinganya. Gadis itu mulai merasa terancam takut ketahuan kalau saat ini dirinya benar-benar sedang salah tingkah. Lea pun mencari akal bagaimana caranya agar Ia bisa keluar dari situasi ini. "Tuan coba lihat disana ada apa?". Axel bingung lalu memalingkan wajahnya. Lea pun mengambil kesempatan itu untuk keluar dari mobil Axel kemudian berlari secepat kilat.

__ADS_1


Axel tertawa lepas karena berhasil membuat Lea bertingkah konyol. Akhirnya, Axel mendapat jawaban mengapa Ia bisa mencintai gadis yang usianya terpaut jauh 10 tahun darinya. Padahal baik teman ataupun rekan bisnisnya sering menjodohkan Axel dengan wanita-wanita cantik dan pintar dari berbagai kalangan mulai anak pengusaha,model, hingga selebritis papan atas. Tidak itu saja, mamanya juga ikut andil menjodohkan Axel dengan anak teman arisannya. Tapi tidak ada salah satupun dari mereka yang semenarik Lea


__ADS_2