LIPTINT CHERRY

LIPTINT CHERRY
KELIMA


__ADS_3

"Eehhhh, Tuan mau apa?, tanya Lea panik


"Menerima tantanganmu". Axel menyeringai membuat Lea bergidik


"T-ttapi aku...aduh minggir sana!". Lea mendorong Axel, namun tuan mudanya itu tak bergeming. Ia juga penasaran sebeneranya perasaannya pada Lea masih ada atau tidak.


Axel merengkuh pinggang kecil Lea, setelah merasa posisinya sudah pas, ia pun menunduk menatap manik mata Lea. Tatapan Axel menghipnotis Lea hingga ia berhenti memberontak. Tanpa sadar Lea memegang bahu Axel kemudian memejamkan matanya. Axel menempelkan bibirnya, bersamaan dengan itu detak jantung Axel menjadi tak beraturan begitu juga dengan Lea.


...❀❀❀...


Lea masuk kedalam rumah seperti orang linglung, dia tak menyangka Axel menerima tantangannya. "Pria tua itu telah merebutnya". gumam Lea sambil memegang bibirnya lalu memukuli kepalanya sendiri. Gadis itu menyesali perbuatannya karena sudah menatang orang yang salah


"Anak ayah sudah pulang?"


"Hari ini nenek dijaga sama suster Rani", jawab Lea tersenyum kemudian berlari ke kamarnya


"Kenapa anak itu?, gumam ayahnya


TAP TAP TAP


Lea mondar mandir mandir sambil sesekali melihat ke arah luar jendela untuk memastikan tuannya sudah pergi dari situ apa belum. "Syukurlah orang tua gila itu udah pergi", ucapnya sambil mengelus dada. Badannya mulai terasa lengket. Sebelum mandi ia membersihkan wajahnya terlebih dulu. Lea mengecek ponselnya, tak ada pesan atau panggilan dari Dion.


TING (Pesan masuk dari DionπŸ“±πŸ’Œ)


"Apa ini yang dinamakan kontak batin, baru dicari langsung menampakan tanda-tanda kehidupan", batinnya


^^^Aku baru bangun^^^


kau tidur seharian?


^^^Iya, insomniaku kumat...^^^


^^^aku baru bisa tidur jam 4 pagi^^^


tadi malam aku pingsan di jalan


^^^salah sendiri minta turun^^^


aku takut kau marah


^^^tidak usah diperpanjang,^^^


^^^Lagipula sekarang kau baik-baik saja^^^


proyekmu bagaimana?


^^^Semuanya berjalan dengan lancar^^^


^^^Besok kelasmu sampai jam berapa?^^^


Aku rasa jam 2 sudah selesai


^^^yasudah besok aku jemput sebelum jam 3^^^


^^^Aku mau mengajakmu ke studio^^^


First, ahhhh beruntungnya.


sebelum orang dengerin lagu barumu...


aku sudah duluan 😚😚😚


^^^bagiku kau itu nomor 1^^^


hahaha gembel πŸ˜‘


^^^Aku menyesal mengatakannya πŸ˜‘^^^


Hishhh...udah ah aku mau mandi


^^^"Kangen!!"😠^^^



^^^"Gak punya muka ya?"😠😠😠^^^


Aku belom mandi 😩


^^^Nih liat aku juga belom mandi^^^



Walaupun fotomu jungkir balik. Kau akan tetap terlihat tampan πŸ˜‘

__ADS_1


^^^Suruh siapa kau jelek πŸ˜›^^^


yayaya aku jelek apa kau puas?! πŸ˜€πŸ‘ŠπŸ»


^^^Dasar gadis pesimis!!! πŸ˜‘^^^


Terserah apa katamu!!! 😠


^^^udah ah cape...^^^


^^^jika aku ingat, nanti aku chat lagi πŸ˜›^^^


"Dasar manusia menyebalkan!!! Dia itu tipe pria sejenis apa sih. Kenapa manusia kayak gitu ada dimuka bumi ini....Arghhh!!! sebel sebel sebel". Lea mengomel sendiri sambil melempar sembarang ponselnya keatas tempat tidur.


Lea melihat ke arah luar jendela. "Kenapa lampu kamarnya mati? Tuan muda lagi apa ya? hissshh kok aku jadi kepo sih ", gadis itu mengacak-acak rambutnya.


...❀❀❀...


"Ya ampun udah hari senin aja, males banget ke kampus". Lea membenamkan wajahnya kebantal kemudian melemparkannya.


TING (pesan masukπŸ’Œ)


^^^Hey gadis pemalas!!! Bangun!^^^


Aku sudah bangun


^^^Ayo cepat mandi!!!^^^


Nghh!!! aku masih mengantuk πŸ˜ͺπŸ˜ͺπŸ˜ͺ



Ini masih terlalu pagi. Kenapa kau sudah didepan rumahku???😩


^^^aku hitung 15 menit dari sekarang^^^


^^^harus sudah siap!!!!^^^


Kalau aku tidak mau menurutimu kau mau apa??? Hah? πŸ˜‘


^^^1^^^


apaan sih


^^^2^^^


^^^3^^^


iya ini aku mandi


^^^4^^^


berhenti ngechat aku lagi ambil handuk


^^^5^^^


Lebih baik kau pergi saja!!!


aku bisa naik ojol


^^^CARI MATI YA!!! 😈^^^


😀😀😀😀😀


Kalau tidak karena Dion yang memaksa, Lea masih malas berpisah dengan kasur empuknya. Sebelum beranjak, Ia merapikan tempat tidurnya terlebih dahulu dan menyusun bantal-bantal yang berserakan.


Lima belas menit berlalu, Lea sudah terlihat rapi. Hari ini dia memakai kemeja kotak-kotak yang memiliki dasar warna putih dengan liris-liris warna abu, kemudian dipadukan dengan jeans berwarna hitam dan sepatu kets berwarna merah.


"Ayah, Lea pergi dulu ya", teriaknya


"Eh! kau tidak sarapan dulu?"


Lea menunjukan jamnya " sudah telat! da ayah"


"Ya ampun nyelonong aja, sini salam dulu"


hehehe Lea nyengir, kemudian mencium tangan ayahnya. "Lea pergi ya yah", ucapnya sambil mengecup pipi ayahnya


"Hati-hati dijalan ya!. Bilang sama Dion jangan ngebut"


"Ok boss, siap laksanakan!"


Lea pun cepat-cepat menemui Dion yang sedari tadi menunggunya di mobil.

__ADS_1


Dion terkekeh melihat Lea berlari-lari kearahnya dengan wajah yang panik. " Hahaha...polos banget sih kamu", gumamnya


Tok Tok Tok. Lea mengetuk-ngetuk kaca mobil Dion


Dion pun membuka pintu mobilnya dan Lea segera masuk kedalam mobil


Dion melihat Lea dari ujung kaki sampai ujung kepala.


"Kenapa kau melihatku begitu?", tanya Lea penasaran


"Kau tidak mandi ya?"


"Enak saja! nih coba kau cium badanku wangi banget gini", protes Lea sambil menyodorkan badannya


"Kok tetap jelek sih"


"Maksud anda apa ya ngomong gitu?"


"Mending kau berkaca biar tau jawabannya"


Dengan polosnya Lea menuruti apa kata Dion. Gadis itu memeriksa lagi bentuk riasan wajahnya dengan teliti. "Gak ada yang aneh", gumamnya. Merasa tidak puas dia bercermin sekali lagi dan secara tak sengaja Lea menangkap pantulan wajah Dion yang menahan tawa.


"kau mengerjaiku ya!, teriaknya


Haha Dion pun tertawa lepas


"Jahat banget sih...Argghhh!!!"


Hahahahaha


Lea tersenyum tipis, rasa kesalnya seketika hilang. Selama dua bulan mengenal Dion baru kali ini dia melihat pacarnya itu tertawa lepas.


"Udah ih ketawanya, kalo gak pergi sekarang ntar aku telat"


"Iya iya!", balas Dion sambil mengacak gemas rambut Lea


Dion pun menstarter mobilnya. Di sepanjang perjalanan sesekali mata Dion melirik ke arah Lea. Entah apa yang ada dipikirannya, tapi dari ekspresi wajahnya bisa dipastikan saat ini hatinya sangat senang.


"Dari tadi kau melirikku terus!", Lea membuka suara memecah keheningan.


"Itu hanya perasaanmu saja"


"Haissssshhh! "


"Memang tidak boleh ya?"


"Dilarang juga percuma!"


"Kau sayang padaku tidak?"


Lea terdiam karena tidak tahu harus menjawab apa


"Sudah ku duga kau tidak bisa menjawabnya?"


"..."


"Kasih aku waktu 1 bulan. Aku pastikan kau menyayangiku"


"Tantangan?", tanya Lea


"Maybe yes"


"Tapi seandainya dalam 1 bulan ini aku mengecewakanmu bagaimana?


Dion menatap Lea penuh tanda tanya


"Maksudku semua usaha yang kau lakukan itu gagal"


"Hilang", jawab Dion dengan enteng


"Itu artinya kau sudah ada niat untuk meninggalkanku?"


"Cinta itu bukan paksaan, jadi kalau aku udah berusaha dan gagal yasudah. Aku kalah ya aku pergi"


"Ya tapi tidak harus menghilang juga"


"Turun!"


"Kenapa kau malah menyuruhku turun?!"


"Turun!"


"Aku tidak mau turun"

__ADS_1


"LEA!", Dion meninggikan suaranya


"Ok ok aku turun. Bye!"


__ADS_2