Little Dad Is A Doctor

Little Dad Is A Doctor
Cinta Dalam Diam


__ADS_3

Disinilah Saka dan teman-teman berakhir, di SMA Cipta bangsa dengan status sekolah unggulan yang mengajarkan banyak hal. Saka, Mahes dan Yuda sangat bahagia, dua bulan lagi mereka akan berangkat ke Jakarta untuk menempuh kuliah di Universitas Indonesia. Namun kepergian mereka akan menyisakan perasaan sedih bagi Andira, Arin dan terutama Ayuna. Ayuna, gadis cantik, cerdas yang mencintai Saka dalam diam, bahkan sejak masih di bangku SMP. Masyarakat bilang, itu hanya cinta monyet, bagi Ayuna cinta sesungguhnya karena dia merasa hatinya sudah kebawa pergi oleh Saka. Mencintai dalam diam selama empat tahun, dia pernah ikut bahagia ketika Saka bahagia bersama Kayla. Ayuna juga ikut merasakan sakit, sesak di dada ketika Saka mengalami masalah dengan Kayla.


Gadis itu, sempat membela Saka ketika menjadi saksi di kantor polisi, dia ikhlas membantu orang yang dicintai dalam diam penuh semangat. Tidak jarang Ayuna berusaha menghibur Saka, ketika hati pemuda itu sedang rapuh. Kini sebelum dia sempat mengutarakan isi hatinya, justru Saka akan meninggalkan Tana Toraja demi menuntut ilmu. Artinya Ayuna akan bersiap ikhlas, melepas kepergian cinta dalam diamnya.


Hari-hari Ayuna biasa di lalui dengan selalu menikmati mata elang Saka, terlalu sering dia memperhatikan hingga membuatnya kagum, tanpa di sadari muncul rasa yang awalnya Ayuna sendiri tak mengerti itu apa, dan tak tau pasti sejak kapan rasa itu menghuni hatinya. Sampai tiga tahun ketemu di SMA Cipta Bangsa ini, Ayuna coba terus mencari tau rasa apa yang menghuni hati, yang mampu membuat sakit saat melihatnya dengan cewek lain, hingga akhirnya menyadari kalau itu cinta. Tidak berhenti begitu saja, Ayuna terus meyakinkan hati apakah benar-benar telah jatuh hati padanya? Hingga Ayuna selalu rela dengan hanya memandang dari jauh.


Setelah tau kalau Saka jatuh cinta pada Kayla, Ayuna coba menghapus rasa itu, namun semakin besar usahanya untuk menghapus rasa itu, semakin kuat cinta yang Ayuna rasakan. Hingga akhirnya memilih ikhlas dan ikut bahagia ketika melihat cinta dalam diamnya bahagia. Dalam diam Ayuna terus mencintainya, hingga detik ini rasanya begitu kehilangan.


“Heh, kamu malah melamun, cepat bersihkan sampahnya” seorang kakak kelas yang sedang melihat Ayuna membawa sapu sambil berdiri.


Dia Arjun kelas XI IPS1 menangkap basah Ayuna yang sedang melamun sedih memikirkan Saka. Pemuda tersebut tak lain penggemar Ayuna di sekolah. Akan tetapi, Ayuna lebih menikmati cinta dalam diamnya. Berkali-kali dia mencoba untuk move on dari Saka, namun perasaan hatinya justru semakin menggebu. Dia juga rela hanya menatap Saka dari kejauhan ketika sedang asyik bercanda di ruftoop bersama Mahes, dan Yuda. Sesekali membuntuti pemuda kebanggaannya ketika sedang menuju kantin sekolah. Cuma memandang, tidak berani bertegur sapa apalagi menatap mata elangnya.


"Heh, cewek masih asik melamun juga, ayo bersih-bersih dulu, aku bantu," Celoteh Arjun membuat Ayuna kaget.


"Umm, iya kak, maaf masih traveling pergi ke Belanda," Jawab Ayuna singkat, sambil tersenyum manis.


"Aduh dik, senyumnya manis seperti madu," Sahut Arjun sambil cengengesan.


Akhirnya, ulah Arjun mampu membuat Ayuna kembali tersenyum dan menyelesaikan piket kelas. Sampai bersih-bersih selesai Arjun setia membantu Ayuna dengan bercanda, sesekali melirik gadisnya yang masih membuang sampah. "Dik, kenapa Arjun menyapu begitu bersih?" Tanya Arjun pada Ayuna penuh semangat.


"Kenapa ya kak? Karena kebersihan sebagian dari iman," Jawab Ayuna singkat.

__ADS_1


"Bukan, karena biar istri kak Arjun cantik seperti Ayuna," Sahut Arjun dengan senyum bahagia.


Tet Tet Tet..


Bunyi bel tanda masuk sekolah membuat, Arjun meninggalkan Ayuna sendiri di depan kelas. Detik berikutnya Bu Andin masuk ke kelas Ayuna, untuk memulai pelajaran seperti biasa. Hari ini adalah hari yang buruk bagi Ayuna, dia tidak bisa konsentrasi belajar, pikiran terus traveling memutar kejadian tentang momen bahagia ketika menikmati Saka dalam diam, kini hanya sekedar melihat dari jauh saja rasanya tidak akan terjangkau. Sedih seperti kehilangan separuh napas, padahal hari demi hari selalu memanfaatkan waktu buat memandanginya dari kejauhan. Karena melamun terus, hingga tidak menyadari ketika di tanya Bu Andin, hasilnya Ayuna kena hukuman.


***


Di parkiran sekolah, Saka, Mahes dan Yuda nongkrong di atas motor sambil menunggu surat keterangan lulus dan nilai ujian sekolah. Mereka mengamati sekolah kebanggaan, rasanya akan kehilangan tempat favorit di ruftoop, akan kehilangan cewek-cewek pemuja hatinya.


"Hai Yud, bagaimana dengan dirimu sama Arin? "


"Sok dewasa saja mau merantau, tidak hijrah sekalian Bro?" Sahut Saka sambil tertawa cengengesan.


"Terus apa Bro? Menuntut ilmu?"


"Nah itu baru bener, lulus kuliah aja belum, sudah mau merantau. Oh ya itu Mahes, lama amat Bro, cuma bilang mau balikan pakai drama segala, "


"Iya, padahal mau gantian ketemu Arin," Sahut Yuda sambil sedikit mengejek Saka.


"Sana Yud, kalau mau ketemu Arin, diriku sama Gilang mau makan bakso di kantin, sekalian perpisahan sama Bu Yani."

__ADS_1


"Beneran nih Bro, aku tinggal dulu ya... Bye bye Saka," Celoteh Yuda saking bahagianya mau balikan sama sang mantan.


Saka, menatap kepergiaan Yuda sambil garuk-garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal. Melirik kelas Ayuna, namun hatinya kembali sakit teringat kenangan pahit bersama Kayla. Bingung sendirian nangkring di parkiran sekolah, mau iseng takut kuwalat. Takut hidupnya akan susah seperti waktu itu, "asem tidak bisa balikan sama mantan," Monolog Saka dalam hati.


Memilih pergi ke ruang guru, ingin menemui Bu Andin buat pamitan dan mengucapkan terimakasih atas segala bantuan serta dukungannya. Melangkah lewat koridor sekolah, samping kelas Ayuna. Ada sisi hati Saka, sedikit trauma melintas di samping kelas tersebut, kembali rasa sesak di dada muncul begitu saja. Berhenti, menarik nafas dalam, lalu menghembuskan secara berlahan. Sedikit lega, melangkah kembali menuju ruang guru. Tiba-tiba ada suara merdu, lembut memanggil dirinya.


"Kak Saka, tunggu," Teriak Ayuna memanggil Saka, dengan binar bahagia di wajahnya.


"Ay, kenapa? ada yang bisa kakak bantu?" Jawab Saka sambil menatap heran manik mata Ayuna.


"Maaf kak, mau tanya, kapan kak Saka berangkat ke Jakarta? "


"Oh, minggu depan Ay, kenapa?" Sahut Saka sedikit penasaran.


"Bisakah, kita ketemuan bikin acara gitu sebelum berangkat?"


"Bisa dong, apa sih yang tidak bisa buat gadis cantik,"


Ayuna mengangguk, tersenyum manis menatap mata elang milik Saka, gadis itu sepertinya tidak rela ketika Saka akan melanjutkan langkah menuju ruang guru. Ayuna memandang punggung Saka yang sudah meninggalkan dirinya, kini mata sipit Ayuna sudah berkabut, sudut matanya sudah berkaca, hanya dengan sekali kedip maka air asin itu akan tumpah. Sakit, sesak ketika tahu orang tercinta akan meninggalkan dirinya sesaat. Terus bingung dengan hatinya yang tidak bisa berpaling dari Saka?


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2