Little Dad Is A Doctor

Little Dad Is A Doctor
Putaran Koas


__ADS_3

Sore depan rumah kos yang nyaman dengan angin sepoi-sepoi menyegarkan wajah para anak Koas, yang sedang menulis laporan. Mahes, Dirga, Yesi, Saka dan Nirwana semua sibuk, menatap laptop Masing-masing, sesekali menyesap teh hangat yang ada di depan mereka. Menikmati potongan brownies keju oleh-oleh dari teman koas Saka anak UNDIP. Kebetulan sekali itu camilan favorit Saka, namun teman-teman ternyata juga pada doyan menikmati Brownies tersebut. Entah doyan atau memang kelaparan setelah seharian kegiatan koas yang menguras tenaga.


Tradisi di mana-mana, setiap mahasiswa koas ya di manfaatkan para perawat maupun para dokter residen. Setiap ada telpon ya anak koas, setiap ada pasien ya anak koas, tiap butuh tindakan ya anak koas. Pokoknya selalu sibuk, dan inilah pengalaman terbaik, setiap saat ilmu bertambah.


"Pengalaman jaga UGD bagaimana Yesi?" Tanya Wana penasaran.


"Waow mantap, tiap hari selalu banyak pasien, penuh, kita hanya bisa istirahat pas jam makan siang atau curi waktu pas sholat. Giliran jaga malam sudah dipastikan tidur di lemari UGD. Terus bagaimana jaga poli rawat jalan?" Sahut Mahes memberi penjelasan pada Wana.


"Wah ya enjoy kalau pas pasien tidak terlalu banyak, tapi kemarin ada pasien selebritis B24, ngeri- ngeri sedap Bro," Celoteh Nirwana yang menemui kasus pasien penderita AIDS.


"Terus bagaimana jaga di bagian Kardio Saka?" Tanya Mahes penasaran yang pada bulan depan dia bagian putaran Kardio.


"Tidak terlalu banyak pasien, namun ketika ada pasien langsung kritis bikin support jantung. Nah pas hari pertama aku merasa bersalah banget Bro, pasien yang kami tangani meninggal karena serangan jantung akut, panik, menyesal perasaan campur aduk sempat nangis teringat Ayah." Jawab Saka sambil tersenyum penuh haru.


"Ih, ntar aku takut pas putaran jaga ruang kardio," Sahut Yesi singkat.


"Tenang Yesi, pengalaman pahit kadang dapat menjadi motivasi buat kita, kenyataannya sekarang membuat hati aku lebih mantap untuk mengambil spesialis jantung dan pembuluh darah setelah selesai internship."


"Nah itu Yesi, justru memberi penguatan buat kita." Sahut Mahes sambil tersenyum manis, ingin menenangkan teman satu putarannya.


"Bulan depan, giliran aku nih yang sibuk masuk putaran jaga UGD," Celoteh Saka.


"Besok pagi apa bulan depan? Nah hari ini sudah akhir bulan." Sanggah Yesi tersenyum manis.

__ADS_1


Hening sesaat, kembali pada laptop menyelesaikan laporan masing-masing. Saka menatap langit senja yang indah, matahari mulai meredup sembunyi di balik awan putih. Yesi menyusul duduk di sebelah Saka, ikut menatap senja dengan warna jingga.


"Saka, apa kabar cewek kamu?"


"Baik Yes, tadi istirahat makan siang dia telpon kasih kabar riuhnya kota Jakarta," Jawab Saka sambil menatap Yesi sedang menyesap teh hangat.


"Salut dengan dia, bisa sabar banget menunggu cinta dirimu," Sahut Yesi sambil mencubit lengan Saka.


"Lebih dari itu Yes, dia sempat ikut bahagia ketika Saka juga punya pacar," Teriak Mahes sambil meninggalkan mereka hendak ke kamar mandi.


"Astamat, luar biasa hati Ayuna, salut salut sama dia," Jawab Yesi.


"Sudah ah, ayo kita masuk sholat magrib dulu, sudah di panggil-panggil itu..."


***


Hari senin ini merupakan hari awal bulan, hingga saatnya perputaran stase Koas Saka, Mahes, Yesi, Nirwana dan Dirga. Saat ini Saka berada pada stase jaga UGD pasti sibuk, apalagi jadwal hari ini dia bagian shift malam. Sebagai koas tidak banyak pilihan yang bisa dilakukan. Koas mengajarkan kehidupan yang keras dan harus mampu beradaptasi dengan segala lingkungan serta kondisi yang ada.


Putaran stase ini selain mahasiswa kedokteran dari UI juga ada mahasiswa UNDIP, UGM dan UNISULA. Saat jaga malam UGD biasanya kami koas berjumlah 4 - 5 orang. Jaga malam merupakan jam jaga yang paling panjang dan melelahkan. Apalagi malam pertama Saka melewati jaga malam super sibuk, terjadi kecelakaan beruntung sehingga pasien membludak. Perawat, dokter residen, dokter koas semua sibuk. Tidak ada yang bisa bersantai, mereka cekatan, sigap menanggapi pasien sesuai dengan sistem triase UGD.


Setelah pasien dapat di tangani semua baru mereka dokter koas, menyiasatinya dengan bagi jadwal istirahat di lemari UGD ini secara bergantian. Bagi mereka, dapat tidur di lemari UGD terasa sangat nyaman, melebihi tidur di atas kasur rumah sendiri.


"Saka, sekarang giliran kamu untuk istirahat, silahkan." Tutur Dirga memberi kesempatan Saka istirahat.

__ADS_1


"Nanti saja Bro, ini terlanjur harus tangani pasien masuk dulu, dia tadi sempat henti napas, alhamdulillah sekarang sudah membaik, sepertinya serangan jantung. Besok baru pemeriksaan EKG." Jawab Saka, ingin segera menyelesaikan rekam medis pasien yang baru masuk.


"Ok setelah selesai giliran kamu istirahat,"


"Terlanjur susah tidur, sudah lewat jamnya," Jawab Saka singkat. Berlalu kearah meja jaga, menyesap kopi hitam yang tadi dibelikan dr. Alfa seorang dokter residen yang pernah menangani pasien bersama Saka di ruang Kardio.


"Saka, saya bangga dengan kemampuan kamu dalam menangani pasien, cara kamu membersihkan luka robek pada betis tadi sampai cara menjahit pembuluh yang terputus, terus belajar biar lebih sempurna." Tutur dr. Alfa sambil menepuk bahu Saka.


"Terimakasih dok, tanpa bantuan dokter saya juga masih harus belajar," Jawab Saka sambil tersenyum penuh hormat pada dr. Alfa.


"Sama-sama, kamu memang calon dokter yang hebat, sana istirahat jangan sampai sakit gara-gara jaga malam,"


"Terlanjur lewat jam tidurnya dok, besok saja sekalian balas dendam." Sahut Saka, sambil tertawa cengengesan.


"Dok, ada pasien masuk seorang ibu hamil." Teriak perawat yang jaga di UGD.


"Ok mbak," Jawab Saka, sambil segera melangkah melakukan tindakan pada pasien yang baru datang.


Memang dari sekian dokter koas, Saka salah satu yang paling cekatan, sigap dalam tindakan medis menangani pasien, cara berkomunikasi Saka dengan pasien juga bagus. Satu lagi Saka cukup berani, berani mengambil resiko dan berani mengatakan kebenaran pada pasien tanpa ragu. Sehingga dia selalu diandalkan para perawat UGD maupun para dokter residen.


Pukul 08.00 wib, saat pergantian shift jaga bagian UGD, ketika tim pagi sudah datang, maka saatnya Saka dan teman-teman tim jaga malam hendak pulang. Meraih kontak mobil yang diulurkan oleh Mahes, lalu menuju parkiran melajukan mobil jazz warna putih. Sepuluh menit berlalu, Saka sampai di rumah kontrakan, masuk kamar, membersihkan badan lalu merebahkan tubuh di atas kasur. Memeluk guling, memejamkan mata dengan harapan pada istirahat kali ini bisa mimpi indah.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2