
Siang yang begitu panas di Tana Toraja, membuat Saka gerah sepanjang perjalanan dari markas Panglima Arya. Saka bersiul dalam mobil sambil membuka kancing kemejanya, sengaja tidak menyalakan AC mobil untuk menikmati angin segar sepanjang jalan Pantan Makale Tana Toraja. Hari ini dia menikmati euforia atas lamarannya pada Ayuna.
Lagu Sheila on Seven menemani perjalanan Saka ke Cafe Yamoke untuk reuni kecil SMA Cipta Bangsa. Senyum merekah sepanjang jalan, pikiran penat atas kesadaran diri yang akan menjalani masa romusa untuk menyiapkan uang panai'. Saatnya Saka harus siap menjadi miskin demi melamar sang pujaan hati.
Tepat sepuluh menit berlalu sampai di parkiran gedung BRI dengan ketukan kaca dua kali membuyarkan lamunan Saka.
"Woi...Bro melamun aja, ayo turun!" Suara Yuda melengkin membuat Saka tersedak ludah sendiri.
"Sabar Bro, ngapain teriak begitu? tidak ada yang budeg." jawab Saka sedikit emosi atas tingkah Yuda.
"Sudah sabar Bro, masak nunggu diparkiran satu jam kurang apa ini? masih mending tidak jadi batu kayak Maling kundang."
"Hahaha anjirrr...dasar cowoknya Arin."
"Ayolah turun Saka, kurang apa diriku sudah merelakan kamu menyambut perang kemerdekaan dari pagi..." Sahut Mahes dengan senyum lebar penuh ketenangan.
"Lets go Bro..." Saka turun dari mobil warna hitam dengan senyum lebar.
Mereka bertiga segera naik tangga masuk area Cafe Yamoke yang sudah penuh teman-teman dengan gaya mereka. Sorak sorai, tertawa lepas semua menyambut trio kwek kwek sejak di SMA. Semuanya begitu bahagia, ingin segera melepas rindu satu sama lain, ingin mengenang kisah putih abu-abu, ingin melukiskan kisah barunya. Semuanya hingga sibuk dalam pikiran tentang reuni ini.
Kalimat apa yang pertama kali melintas dalam benak kita saat mendengar atau membaca kata reuni? Sudah pasti jawabannya adalah berkumpul dengan teman-teman sekolah yang sudah sekian tahun tidak berjumpa.
Sebagian besar orang selalu tertarik untuk mengikuti acara reuni, salah-satu acara nostalgia atau mengenang masa lalu yang paling banyak ditunggu-tunggu. Dalam acara reuni tersebut, kita bisa berjumpa dengan kawan-kawan saat dulu masih sekolah. Bisa dibayangkan bertemu kembali dengan teman-teman yang sudah sekian tahun berpisah? Tentu saja akan menimbulkan kesan dan pesan tersendiri.
Kesan pertama yang akan timbul di hati trio kwek kwek adalah perasaan kaget dan kagum melihat perubahan pada diri teman-teman; Teman yang dulunya imut bermetamorfosa menjadi gendut, teman yang dulu cerewet kini sudah menemukan pawangnya hingga menjadi santun, teman yang dulu bar bar kini menjadi alim, atau sebaliknya. Yang dulunya berpenampilan kucel, sekarang jadi rapih dan wangi. Yang dulunya terkenal nakal sampai sering dipanggil ke ruang guru dan dihukum, sekarang jadi terlihat sopan dan agamis. Yang dulunya sempat menjalin hubungan cinta dengan teman kelas, sekarang sudah menikah dan mempunyai anak. Intinya kesan pertama dari reuni itu akan menemukan banyak sekali perubahan pada teman-teman kita.
Dan satu kesan yang takkan tertinggal dari acara reuni adalah bercerita banyak hal, tertawa bersama sambil makan dan minum, bercanda bersama, bahkan takkan terlewat untuk mengenang masa sekolah bersama.
Beberapa teman menyambut kami bertiga sang badboy sekolah dengan cukup ramah. Lalu mengajak yang lain untuk mulai berkumpul di tempat yang sudah dipesan. Saka melihat satu-persatu wajah mereka memang banyak sekali perubahan, misalnya Anna yang dulu gendut sekarang nampak terlihat langsing dan semakin cantik. Inka yang cerewet minta ampun kini menjadi santun dalam balutan hijab.
Mahes bertanya pada Saka dan Yuda dengan nada berbisik, “Kenapa ada Kayla ya? dia nikah sama teman angkatan kita atau bagaimana?”
"Mana sih Kayla...? rabun mata gue." Sahut Yuda penuh excited dengan mata jelalatan ke kanan dan ke kiri membola.
"Itu yang hijab biru, samping Gilang." jawab Mahes dengan cuek.
"Biarin, pasti suaminya teman kita." Sahut Saka enteng tanpa beban.
Semua menatap trio kwek kwek penuh bangga, lalu menyapa mereka dengan satu kalimat "Selamat datang Little Dad..."
"Terimakasih semuanya, Little Dad selalu di hati, apa kabar kalian...?" Sahut Saka dengan penuh bahagia.
"Ayo sini, kalian bertiga meja paling depan. Terus siapkan sesuatu ya buat mengisi acara kali ini, pokoknya kalian tetang bintangnya..." Arman sang ketua panitia memberikan titahnya.
Saka masih penasaran dengan keberadaan Kayla yang berada pada putaran angkatan mereka di SMA Cipta Bangsa. Sedikit mendekat ke arah Arman lalu berbisik. "Kayla datang sama suaminya ?"
__ADS_1
"Iya Little Dad, dia sekarang menjadi istrinya Gilang, jangan cemburu lo..." jawab Arman berbisik tepat di telingan kiri Saka.
Belum juga Saka menjawab balik ke Arman, Kayla sudah tiba dan ujug-ujug berkata, “Selamat siang orang-orang sukses, yang belum sukses kapan suksesnya?”
Kayla menyalami kami bertiga dengan senyum lebar seolah tidak ada cerita lama. Saka yang kaget dengan muka cengo lalu menggaruk kepala Bagian belakang. Sedikit sesak di dada menyerang Saka, ketika ingatannya berkelana pada kisah 9 tahun silam. Namun Arman sang ketua reuni telah menyelamatkan, menarik tangan Saka untuk segera mengisi tempat duduk.
Diam tanpa kata Saka melangkah mengikuti Arman menuju meja depan. Duduk tenang sambil menyesap minuman soda yang sudah tersedia di meja. Saka kembali menoleh ke belakang melihat Yuda dan Mahes yang masih berinteraksi dengan Kayla. Entah apa yang mereka bicarakan, Saka pura-pura cuek.
"Hai Bro, kaget ya...?"
"Iyalah, gue panik Bro, alhamdulillah Arman menyelamatkan diriku," Sahut Saka penuh telisik.
"Dia istrinya Galang, Astagfirullah kok bisa ya...?"
"Bisa saja, namanya jodoh." jawab Saka ketus.
"Saka, gimana perasaan kamu Bro?" Sahut Mahes yang penuh perhatian.
"Fine," jawab Saka.
Suasana sudah kembali membaik, acara akan segera dimulai dengan dipandu oleh Fitri sebagai MC dadakan. Kemudian hiburan di isi dengan musik bersama trio kwek kwek dan Arman. Ketika Saka sudah pegang gitar, kembali Kayla datang ke panggung untuk menyumbang sebuah lagu kisah kasih di sekolah. Namun Saka segera berdiri dengan segala rasa yang bercampur aduk.
"Halo teman-teman semua... sebelum acara hiburan, saya akan sedikit menumpahkan rasa saat SMA, apakah boleh?" sapaan Saka pada semua teman singkatan yang hadir pada siang ini.
"Silahkan," satu kata ini yang akhirnya membuat riuh acara dengan penuh warna dan tepukan.
"Tapi ini adalah tentang dia, dia yang dulu pernah singgah dan memenuhi ingatan hanya tentang dia sekali lagi. Tentang adik kelas yang penuh kesabaran, menunggu dan menunggu untuk diriku, alhamdulillah sekarang dia akan menjadi milikku. Dan mohon maaf pada mantan yang sudah melukiskan kisah misteri di hatiku, sekarang jalan kita beda, kamu sdh ada suami dan aku sudah ada calon istri. Luka lama itu bekasnya masih di sini, inilah aku Little Dad, terimakasih"
Saka merasa sudah puas dengan apa yang sudah disampaikan kembali duduk denga gitar listrik yang sudah siap di petik untuk menghibur teman-teman bersama Mahes dan Yuda. Sementara Kayla akhirnya kembali duduk dengan muka penuh amarah, namun Gilang sang suami penyabar mampu meredakan amarah hanya sekali kecup.
Mereka bertiga menyanyikan lagu 'Ingatlah Hari Ini' milik Project Pop, dengan penuh bahagia dan haru akan kisah masa lalu di SMA Cipta Bangsa.
Kawan dengarlah
Yang akan aku katakan
Tentang dirimu
Setelah selama ini
Ternyata kepalamu
Akan selalu botak
Eh, Kamu kaya gorila
__ADS_1
Cobalah kamu ngaca
Itu bibir balapan
Dari pada gigi lu
Kayak kelinci
Yang ini udah gendut
Suka marah-marah
Kau cacing kepanasan
Tapi ku tak perduli
Kau selalu di hati
Reff:
Kamu sangat berarti
Istimewa di hati
Selamanya rasa ini
Jika tua nanti
Kita t'lah hidup masing-masing
Ingatlah hari ini
Ketika kesepian menyerang diriku
Gak enak badan resah tak menentu
Ku tahu satu cara sembuhkan diriku
Ingat teman-temanku
Don't you worry just be happy
Temanmu di sini
Don't you worry don't be angry
__ADS_1
Mending happy-happy
Bahagia, bahagia dan bahagia yang tergambarkan dari semua wajah mereka. Hanya Saka yang ingatannya penuh luka berdesakan, luka lama bersama Kayla dan memikirkan strategi selama Romusa yang akan tiba2 menjadi dokter miskin demi Ayuna seorang.