LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 10


__ADS_3

Freddy dan Sang Dewa mengikuti pesawat terbang tersebut hingga menuju dasar bumi


Pesawat terbang pun telah mendarat dan berhenti di tanah yang lapang


Freddy dan Sang Dewa mengikuti mereka yang tentu saja tidak bisa terlihat oleh mereka


" Di sana markas mereka " Kata Freddy dengan tersenyum sinis dengan tangan sambil menunjuk ke sebuah bangunan gedung yang besar kepada Sang Dewa


Sang Dewa tersenyum manis kepada Freddy lalu melihat lagi bangunan megah tersebut


Sempat terlintas dalam benaknya untuk menjahili mereka


"Akan tiba waktunya dimana bangunan yang megah itu akan roboh dan menjadi abu" Kata Sang Dewa dalam hati sambil tersenyum sinis sendiri dengan tatapan mata melihat ke arah bangunan tersebut


" Ayo kita segera kembali , Saya sangat khawatir karena sudah terlalu lama meninggalkan istri dan anak ku" Ucap Freddy sambil mengeluarkan ponselnya


" Baik" Kata Sang Dewa sambil memperhatikan sekelompok orang yang berdiri di markas tersebut


" Tidak terasa sudah dua hari berlalu" Kata Freddy setelah menghidupkan ponselnya dan melihat hari dan tanggal yang tertera di ponselnya


Sang Dewa mengikuti langkah kaki Freddy hingga naik ke atas awan kembali


Awan putih nan indah membawa Freddy dan Sang Dewa kembali ke hotel dimana Cherry dan Phillip berada


" Saya sudah meninggalkan istriku dua hari jika di hitung dengan masa di bumi" Kata Freddy dengan wajah sedih


" Jangan sedih raja ku, Ada Phillip yang menjaga istri anda" Kata Sang Dewa menghibur Freddy


" Dia pasti sangat cemas karena saya tidak memberinya kabar" Kata Freddy dengan sedikit sendu


Awan putih terus berjalan dan bergerak perlahan turun saat tiba di atas gedung hotel tersebut


" Lebih baik kita turun tanpa di lihat oleh siapapun" Kata Freddy kepada Sang Dewa saat turun dari awan


" Baik Tuan , Begitu lebih baik" Kata Sang Dewa tanpa menolak permintaan Freddy


Mereka pun melangkah dan saat di depan pintu , Freddy dan Sang Dewa menghilangkan diri untuk masuk ke dalam gedung hotel tersebut

__ADS_1


Mereka menghilangkan diri dan masuk secara diam-diam agar tidak ada yang mencurigai mereka


Namun saat hendak masuk ke dalam lift terdengar suara seorang wanita yang sedang menangis terisak


" Hiiikkkzzz....hiiikkkkzzz...."


Freddy berhenti dan memalingkan wajahnya melihat ke arah sumber suara


Terlihat olehnya seorang wanita yang tengah terduduk dilantai menangis terisak sambil memeluk tubuhnya sendiri dan menundukkan kepalanya


" Jika kau gagal lagi, Maka kau harus menemani saya lagi...Hahaha" Seru seorang pria dengan kisaran umur 50 tahun yang memakai jas warna hitam dengan tubuh agak pendek dan gemuk sedang berdiri dengan posisi badannya membelakangi Freddy dan Sang Dewa


Pria tersebut melangkahkan kakinya lalu berjongkok agar lebih dekat dengan wanita tersebut


Freddy memperhatikan di sekeliling mereka , ada beberapa karyawan hotel berdiri tegap dengan posisi mereka mengelilingi wanita dan pria paruh baya tersebut


" Wanita yang malang" Kata Freddy dalam hati saat melihat wanita yang malang tersebut hanya bisa terduduk sambil menangis terisak dilantai dengan pakaian yang sangat berantakan


Pria paruh baya itu melangkah kakinya mendekati wanita tersebut dan berjongkok di hadapan wanita malang tersebut lalu berkata


" Aku membayar mahal untuk misi ini, Hidup mu berada dalam genggaman ku, Jangan mencoba mengecewakan ku dengan kelemahan mu...Jadilah seperti yang aku mau.. Mengerti? " Kata pria paruh baya tersebut sambil mencengkram dagu wanita malang tersebut dengan kasar


Freddy mengerutkan keningnya tidak mengerti apa maksud dari perkataan pria paruh baya tersebut


Sang Dewa yang juga melihat hal tersebut dengan amarah yang menguasainya ingin mendekati wanita tersebut


Freddy yang melihat Sang Dewa sudah melangkah , Dengan cepat menarik tangan Sang Dewa


" Apa yang akan anda lakukan?" Tanya Freddy


" Saya akan menghajar pria tua itu" Kata Sang Dewa lalu memalingkan wajahnya dan melangkah lagi


" Tunggu...Kita berada dalam posisi tidak terlihat oleh siapapun, Jika anda tiba-tiba menghajar mereka , Itu sama saja saya kehilangan apa rencana dan misi dari pria tua itu" Kata Freddy sambil menahan tangan Sang Dewa untuk bertindak


Sang Dewa akhirnya menyadari akan rencana Freddy lalu menganggukkan kepalanya


" Baik...Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Sang Dewa

__ADS_1


" Hal pertama yang mereka ketahui adalah saya sudah berada disini" Kata Freddy


Sang Dewa mengerutkan keningnya lalu karena binggung dengan perkataan Freddy


" Maksud anda , target mereka adalah Anda, Tuan?" Tanya Sang Dewa


" Iya , Itu sudah pasti...Yang saya khawatirkan adalah istri dan anak saya" Jawab Freddy


" Lebih baik sekarang kita harus bertemu dengan istri anda terlebih dahulu , Setelah itu kita bisa membahasnya bersama Phillip" Kata Sang Dewa memberi saran


" Kali ini anda benar, Tapi saya harus memastikan terlebih dahulu , Siapa pria tua itu!" Kata Freddy kepada Sang Dewa lalu berjalan mendekati wanita dan pria tua tersebut


Sang dewa mengikuti langkah kaki Freddy dari belakang


" NATHANIA" Nama yang di ucap Freddy saat melihat Pin yang terdapat di pakaian seragam wanita tersebut


" Bukankah dia wanita yang saya marahi saat mengantar makanan saat kamu batu tiba di hotel ini?" Tanya Freddy dalam hati lalu memutar wajahnya dan melihat pria tua tersebut


" Ayo , Kita harus segera menemui istri dan anak saya" Ucap Freddy sembari berlalu dari sana dengan di ikuti Sang Dewa


Dengan cepat Freddy dan Sang Dewa melangkah dan masuk ke dalam lift


Tak lama lift pun sudah mengantar mereka di lantai dimana Cherry dan Phillip menginap


Freddy dan Sang Dewa pun sudah sampai di depan kamar hotel yang di tempati oleh Cherry dan Phillip


Freddy menempelkan jarinya di finger print lalu pintu kamar hotel terbuka dengan sendirinya


" Di hotel ini banyak sekali pengkhianat dan mata-mata" Kata Freddy sambil mengeluarkan sapu tangan dari saku celananya dan membersihkan tombol finger print tersebut


Sang Dewa hanya menyimak apa yang Freddy ucapkan dan lakukan


" Tuan , Bukankah kita tidak bisa di lihat oleh siapapun, Mengapa tuan harus repot-repot menggunakan finger print, kita bisa langsung masuk ,bukan?" Tanya Sang Dewa


" Masuklah..Akan saya tunjukkan!" Kata Freddy lalu masuk ke dalam kamar hotel saat pintu kamar terbuka


" Lihat lah di sana" Kata Freddy dengan menunjukkan sebuah alat perekam yang terletak di atas langit-langit kamar tersebut

__ADS_1


" Saya sengaja menggunakan finger print meskipun saya bisa masuk tanpa di lihat oleh siapapun , Saya hanya ingin membuat peringatan untuk mereka agar TIDAK BERMAIN-MAIN DENGAN SAYA DAN KELUARGA SAYA" Ucap Freddy dengan nada emosi


Sang Dewa hanya tersenyum


__ADS_2