LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 11


__ADS_3

" Saya sengaja menggunakan finger print meskipun saya bisa masuk tanpa di lihat oleh siapapun , Saya hanya ingin membuat peringatan untuk mereka agar TIDAK BERMAIN-MAIN DENGAN SAYA DAN KELUARGA SAYA" Ucap Freddy dengan nada emosi


Sang Dewa hanya tersenyum


Sang Dewa mendekatkan mulutnya ke telinga Freddy dan membisikkan sesuatu


Senyuman indah nan menawan terukir di bibir Freddy


" Ide yang bagus" Kata yang keluar dari mulut Freddy saat Sang Dewa selesai membisikkan sesuatu dan melangkah mundur dari hadapan Freddy


Sang Dewa membalas pujian Freddy dengan memiringkan kepalanya sambil tersenyum manis


Freddy mengubah dirinya agar bisa terlihat oleh Cherry lalu masuk ke dalam untuk menemui istrinya


" Sayang" Sapa Freddy setelah masuk ke dalam dan melihat istrinya sedang duduk termenung di sofa panjang yang ada di ruangan tersebut


Cherry memutarkan wajahnya saat mendengar suara yang memanggil namanya


" Kakak...," Sahut Cherry saat melihat suami tercinta berada di dalam ruangan yang sama dengan dirinya


Cherry dengan cepat beranjak dari duduknya lalu berlari menghampiri suami tercinta


" Sayang , Jangan lari.., kamu sedang hamil besar , Sayang...." Kata Freddy sambil melangkah dengan cepat menangkap istrinya


" Mengapa kakak meninggalkan ku tanpa kabar?Apa saya telah melakukan kesalahan?" Tanya Cherry dengan perasaan sedih bercampur kesal


" Tidak sayang...Kamu tidak melakukan kesalahan, Saya yang salah tidak memberimu kabar, Saya baru menyelesaikan pekerjaan saya, Maafkan saya ya ...Sayang" Kata Freddy langsung memeluk hangat istri tercintanya sambil menutup matanya


Cherry menarik nafas panjang lalu membuangnya dengan perasaan lega sambil membalas pelukan suaminya yang sangat dia rindukan selama dua hari ini


Segala kerisauan yang menghampiri dirinya sudah sirna dibalut kebahagiaan karena melihat suaminya kembali dalam keadaan sehat


" Syukurlah....Kakak sudah kembali dengan selamat, Namun, Saya mohon jangan pernah lagi meninggalkan diri ku tanpa kabar dan jangan pernah lagi pergi tanpa membawa diriku bersama mu , Kak" Pinta Cherry dengan mata sendu


Kesedihan yang Cherry rasakan karena di tinggal tanpa kabar oleh suaminya ,Tidak ingin lagi di rasakan oleh Cherry


Freddy yang mendengar perkataan dari Cherry lalu melepaskan pelukannya dan melihat mata Cherry

__ADS_1


" Maafkan saya ,Sayang....Dan saya janji tidak akan pergi tanpa kabar , Dan saya akan selalu membawa dirimu , Kemanapun saya pergi, Jangan bersedih lagi .. " Kata Freddy lalu mencium kening istri tercintanya


Walau pun kerisauan yang melanda Cherry sudah sirna, Namun ada ketakutan dalam dirinya karena ditinggal suaminya tanpa kabar selama dua hari masih membayangi


Freddy yang sangat peka dan sangat mengerti akan kekhawatiran istrinya langsung memeluk erat tubuh istrinya


" Jangan khawatirkan apapun,Sayang....Saya baik-baik saja dan sekarang saya sudah kembali dalam pelukan mu juga tidak akan meninggalkan kamu lagi , Sayang.... " Kata Freddy sambil mencium lembut pucuk kepala istrinya


Mendengar kalimat yang di lontarkan oleh suaminya , Cherry pun lantas menghembuskan nafas panjang dan tersenyum manis tapi tidak di lihat oleh Freddy


" Iya Suamiku " Satu kalimat terlontar dari mulut Cherry sambil tersenyum kecil


Freddy tersenyum mendengar kata dari istrinya lalu melepas pelukannya dan melihat senyuman indah di bibir Cherry lalu membalas senyuman Cherry tersebut


" Apa kamu sudah makan, Sayang?" Tanya Freddy sambil mendudukkan Cherry ke sofa


" Phillip sedang membelinya" Jawab Cherry


" Daddy" Terdengar suara Phillip memanggil Freddy


Freddy dan Cherry yang sedang duduk berhadapan pun langsung memutar kepala mereka dan menatap ke arah Freddy


" Daddy...Bujuk lah Mommy agar makan , Karena dari sejak Daddy pergi selama dua hari , Mommy PUASA" Kata Phillip dengan menekan suara saat mengakhiri kalimat terakhirnya


Phillip menyerahkan sebuah bungkusan berisi nasi kotak kepada Freddy , Freddy menerimanya dengan perasaan kacau


" APA??" Freddy terkejut mendengar penuturan Phillip lalu memutar kepalanya melihat ke arah istrinya


Cherry membalas tatapan mata suaminya dengan sendu lalu berkata


" Saya tidak mempunyai selera makan sambil menunggu kakak pulang dengan perasaan harap-harap cemas" Cherry berkata dengan jujur


Freddy melangkah ke hadapan Cherry lalu berkata


" Kamu tahu sayang, Kejujuran mu membuat hatiku terasa di tusuk sembilu , Sangat...sangat perih" Kata Freddy


Cherry hanya bisa menatap mata suaminya tanpa bisa berkata apa-apa

__ADS_1


Freddy duduk di sebelah Cherry sambil membuka bungkusan yang diterima dari Phillip dan mulai menyuapi Cherry


Phillip yang melihat pasangan suami istri tersebut sudah bersama pun tersenyum bahagia ,


Phillip akhirnya memilih meninggalkan tempat itu dan menemui Sang Dewa yang menunggu di sofa ruang tamu


" Apa kabar, Pangeran?" Sapa Sang Dewa dengan senyuman indah menyambut Phillip


" Kabar saya luar biasa ,Dewa....Saya baru saja membuat sebuah senjata terobosan baru untuk membasmi para pengkhianat" Kata Phillip dengan mata penuh kebencian mengingat para pengkhianat yang telah membumihanguskan para anggota KING DRAGON


" Saat kami menuju bumi , Kami melihat sebuah pesawat menjatuhkan asap tebal , Kemungkinan itu adalah sebuah virus yang sangat berbahaya bagi penduduk bumi" Kata Sang Dewa


Phillip terkejut mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Sang Dewa


" VIRUS?" Phillip mengulang kata yang di ucapkan oleh Sang Dewa


" Iya , Asap yang keluar dari badan pesawat begitu hitam, Kami memprediksi jika asap tersebut bercampur dengan udara dan di hirup oleh manusia , Efek buruk akan terasa satu hingga dua minggu kemudian , Sebisa mungkin anda harus bisa membuat vaksin" Kata Sang Dewa


" Saya harus melihat terlebih dahulu bagaimana dan kandungan apa yang ada di dalam virus tersebut" Kata Phillip


" Baik ..Mari kita lihat bersama-sama" Kata Sang Dewa lalu mengulurkan tangannya di hadapan Phillip


" TING"


Sebuah awan putih kecil muncul di tangan Sang Dewa dan muncul juga bayangan sekelompok manusia yang memakai pakaian putih mengelilingi sebuah meja putih berbentuk persegi panjang


Phillip dan Sang Dewa fokus melihat ke arah awan kecil tersebut dengan sangat fokus


Di atas meja tersebut terdapat banyak botol dengan warna yang berbeda-beda serta asap kecil yang keluar dari botol tersebut


Diantara banyaknya orang yang ada di ruangan tersebut , Ada beberapa pria yang nampak sudah paruh baya dan memakai kacamata khusus yang sedang fokus meracik beberapa bahan dengan mencampurkan cairan yang berbeda warna


Namun ada sesuatu yang sangat mengganjal dalam penglihatan Phillip


Sesosok mayat yang di perkirakan berjenis kelamin pria terbaring kaku di sebuah tempat tidur kecil


" Ternyata dia yang membuat virus itu?" Kata Phillip

__ADS_1


" Anda mengenalnya?" Tanya Sang Dewa dengan memiringkan kepalanya memandang ke arah Phillip


" Saya tidak mengenalnya tapi saya mengetahui segala latar belakang kisah hidupnya" Kata Phillip dengan tersenyum puas


__ADS_2