LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 12


__ADS_3

" Ternyata dia yang membuat virus itu?" Kata Phillip


" Anda mengenalnya?" Tanya Sang Dewa dengan memiringkan kepalanya memandang ke arah Phillip


" Saya tidak mengenalnya tapi saya mengetahui segala latar belakang kisah hidupnya" Kata Phillip dengan tersenyum puas


Phillip dan Sang Dewa kembali melihat awan kecil yang ada di hadapan mereka


Di sana terlihat beberapa orang dengan pakaian warna putih dengan memakai masker , sangat sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing


Pria tua yang sedari tadi sibuk meracik bahan , Kini beliau melangkahkan kakinya mendekati tempat mayat yang sudah terbaring terbujur kaku di sana sambil membawa sebuah botol kecil dan jarum suntik


Ada dua orang yang berpakaian sama seperti pria tua tersebut , Mengikuti langkah pria tua tersebut


Setelah sampai pada mayat tersebut , Pria tua itu membuka penutup jarum lalu menusukkannya tepat di lengan mayat tersebut lalu menarik ujung jarum tersebut


Terlihat darah sudah masuk ke dalam botol jarum yang berukuran kecil


Pria tua itu pun langsung mencabut jarum dari raga mayat tersebut lalu memasukkan darah yang ada di dalam jarum tersebut masuk ke dalam botol ukuran sangat kecil


Beberapa wanita dengan penampilan yang anggun dan memakai masker dengan menutupi bagian hidung dan mulutnya , terlihat berjalan ke arah mayat tersebut lalu mengambil selang kecil dan kantong darah untuk mengambil darah dari mayat tersebut dan menampungnya di kantong darah


Hanya butuh beberapa detik, Aliran darah sudah keluar dari kulit tubuh mayat tersebut menuju kantong darah


" Jangan ada yang tersisa" Kata pria tua tersebut kepada beberapa wanita yang melakukan pengambilan darah dari mayat tersebut sambil memperhatikan jalannya darah menuju kantong darah


Sedangkan beberapa orang yang berdiri mengelilingi mayat tersebut, Hanya diam dan memperhatikan dengan seksama kejadian yang ada didepan mereka


Perlahan tapi pasti, Kulit mayat yang sudah kaku tersebut berubah menjadi putih pucat


Pria tua itu kembali mencampurkan beberapa cairan yang dibuatnya dengan darah dari mayat tersebut , lalu mengaduk-aduk dengan cara menggoyangkan botol tersebut


Setelah itu beliau pun memasukkannya dalam jarum suntik yang baru


Senyuman puas terlihat dari wajahnya melihat darah dari mayat tersebut sudah bercampur dengan racikan cairan yang dibuat oleh dirinya


Beliau pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan tersebut menuju ke kandang binatang


Di sana terdapat banyak binatang berkaki empat yang akan di jadikan kelinci percobaan oleh mereka yang telah berhasil membuat racikan bahan-bahan kimia tersebut


Pria tua itu melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang terdapat banyak sekali binatang yang masing-masing terkurung di dalam kandang


Saat melewati seekor kelinci , Pria tua itu melihat gerak gerik kelinci yang sedang fokus melihat seekor cicak yang terdiam di dinding

__ADS_1


Sedangkan cicak tersebut sedang memperhatikan deretan semut yang berbaris berjalan ke arahnya


Dengan hati-hati , Pria tua itu membuka pintu kandang dengan sebelah tangan dan satu tangannya lagi sedang memegang jarum suntik


" Hahaha...Dapat" Kata pria tua itu dengan bahagia saat mendapatkan kelinci ditangannya


Tak ada rasa kasihan pada kelinci tersebut , Pria tua itu lalu menyuntikkan jarum yang berisi racikan bahan kimia yang dibuatnya bercampur dengan darah mayat tersebut ke dalam tubuh kelinci yang malang


Sang kelinci yang malang terkejut dengan suntikan yang tiba-tiba di terimanya


" Jika saya berhasil, Dunia ada dalam genggaman ku" Kata pria tua tersebut dengan senyum sinis memegang kelinci tersebut


Setelah selesai menyuntikkan cairan ke tubuh kelinci yang malang itu, Beliau kembali menutup pintu kandang dan menguncinya


Sebelum benar-benar pergi , pria itu memutar kepalanya melihat ke arah kelinci yang sedang terduduk


" Aku akan mengunjungi mu lagi " Kata pria tua tersebut dengan menaikkan ujung bibirnya


Kelinci yang baru mendapat suntikan hanya bisa melihat ke arah pria tua tersebut tanpa bisa berbuat apa-apa


Pria tua itu meninggalkan sang kelinci tanpa rasa bersalah


Pria tua itu kembali ke ruangan tempat beliau meracik obat dan melangkahkan kakinya di tempat mayat yang sudah kaku tersebut


Kulit mayat yang membungkus tulang itu pun kini berwarna putih pucat , Tak ada lagi darah yang tertinggal didalamnya


" Tuan , Apa anda berencana membuat penawarnya juga?" Tanya seseorang yang berada tak jauh dari meja tersebut


" Untuk apa aku membuat penawarnya?" Jawab pria tua tersebut dengan enteng


" TING"


Tiba-tiba awan putih tersebut menghilang dan penglihatan tentang pria tua tersebut pun sudah menghilang


" Kenapa bisa menghilang?" Tanya Phillip yang penasaran


" Awan itu tidak akan bertahan lama jika berada di bumi , Dia akan bertahan selama di langit" Jelas Sang Dewa Kera tersebut


" Sepertinya pria tua itu menggunakan gen dari mayat itu untuk membuat virus" Kata Phillip


" Lalu apa rencana mu?" Tanya Sang Dewa Kera


Phillip menarik nafas panjang lalu membuangnya

__ADS_1


" Saya harus membahasnya bersama Daddy dan Tuan Takimaru"


" Bagiamana jika kita menjemput beliau?" Tanya Sang Dewa


" Ide yang bagus , Sebentar...Saya akan memberitahu Daddy" Ucap Phillip lalu beranjak dari sana menuju kamar orang tuanya


" Daddy"


" TOK"


" TOK"


" Mommy"


" Phillip" Sapa Freddy saat pintu di buka


" Daddy...Ada yang harus saya bicarakan dengan Daddy" Kata Phillip sambil mengedipkan matanya kepada Freddy


Freddy mengerti kode dari mata Phillip yang artinya Phillip ingin berbicara empat mata dengan Freddy


" Baiklah..." Balas Freddy


Freddy memutar kepalanya melihat ke arah istrinya yang berdiri di belakangnya


" Sayang ,Tunggu sebentar di kamar , Ada yang harus saya bahas dengan Phillip" Kata Freddy sambil tersenyum dengan tangan menyelipkan rambut di belakang telinga Cherry


" Iya , Saya akan menunggu kakak disini" Ucap Cherry dengan tersenyum manis kepada suaminya


Freddy memegang kepala Cherry dengan kedua tangannya lalu mengecup kening Cherry dengan lembut lalu berkata


" Masuklah" Kata Freddy lalu menutup pintu kamarnya


" Ayo kita ke sana" Ajak Freddy pada Phillip dengan merangkul bahu Phillip berjalan keluar


Saat berada di luar , Nampak Sang Dewa sedang memperhatikan lubang pintu untuk mengintip diluar


" Ada apa?" Bisik Freddy pada Phillip


Phillip hanya menggelengkan kepalanya tanda dia pun tidak mengerti apa yang terjadi


Freddy melihat ke atas langit-langit hotel yang terdapat alat perekam kecil


" Phillip " Panggil Freddy pada Phillip lalu mengarahkan pandangannya pada alat tersebut

__ADS_1


Phillip mengikuti arah pandang Freddy lalu melangkah mendekati Freddy kemudian berbisik


" Tenanglah Daddy...Alat itu sudah aman, Saya sudah meretas CCTV di semua bagian , Saya memasukkan data Repeater, Data palsu berupa gambar yang akan memperlihatkan gambar yang sama walaupun keberadaan mereka ada disana" jelas Phillip


__ADS_2