LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 15


__ADS_3

Phillip menatap nanar ke arah Sang Dewa lalu mematikan ponselnya dan menyerahkannya pada Takimaru


" Kakek guru , Daddy berpesan jika ramuan itu , biarkan Daddy yang mengurusnya, Kakek , tolong jaga kelinci ini sebentar" Pesan Phillip pada Takimaru


" Baik, Aku akan menjaganya, Jangan khawatir" Kata Takimaru dengan tersenyum


" Tenanglah Phillip. Saya akan membantu mu membuat senjata biologis terbaru untuk menghancurkan musuh kita" Kata Takimaru dengan penuh semangat kepada Phillip sambil menepuk bahunya


Phillip tersenyum dan berkata


" Terima kasih ,Kakek guru, Saya akan pulang ke istana , untuk membuat senjata " Pamit Phillip pada Takimaru dengan menundukkan kepalanya dan sambut senyuman manis oleh Takimaru


Phillip kemudian melangkah dan keluar dari ruangan tersebut di ikuti oleh Sang Dewa yang tidak dapat di lihat oleh Takimaru


" Dewa , Tolong bawa saya pulang " Pinta Phillip pada Sang Dewa saat melangkah keluar pintu apartemen Takimaru


" Pulang? Maksud mu pulang ke Sungai Yangtze?" Tanya Dewa yang bingung


" Bukan, Tapi pulang ke istana di negara K ini , Saya akan ke laboratorium Daddy sebentar untuk membuat jenis senjata baru" Jelas Philip


" Ooh....Baiklah....Itu sangat mudah sekali pangeran" Kata Sang Dewa dengan tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam lift


Lift itu pun membawa langsung Phillip ke lantai paling atas yang ada di apartemen tersebut


Saat tiba di lantai paling atas di apartemen tersebut, Sang Dewa melihat ke atas langit yang berwarna biru


Pandangan Phillip mengikuti arah pandang Sang Dewa yang memperhatikan beberapa awan yang terdiam di langit


Hanya dengan sekali kedipan mata dari Sang Dewa , Awan-awan putih yang berbaris rapi di langit pun perlahan-lahan turun ke bumi


Gumpalan awan yang berbaris rapi itu sangat mengerti kode yang diberikan oleh Sang Dewa


Sekelompok gumpalan awan yang sudah berkumpul dan turun ke bumi itu pun dengan perlahan membuat formasi kursi agar Phillip dan Sang Dewa dapat duduk dengan nyaman


Dengan tersenyum , Sang Dewa memuji awan-awan tersebut saat awan-awan tersebut sudah tiba di hadapannya


" Kalian sungguh sangat setia kawan dan sangat peka" Ucap Sang Dewa lalu memutar badannya dan melihat ke arah Phillip


" Naiklah pangeran , Mereka akan membawa kita ke istana" Kata Sang Dewa

__ADS_1


Phillip tersenyum dan melangkah mendekati awan tersebut


" Terima kasih ,Dewa.... Terima kasih kawan" Kata Phillip kepada Sang Dewa dan kepada awan putih yang akan mengantarnya ke istana


Phillip pun naik ke atas awan dan duduk dengan tenang dan di ikuti oleh Sang Dewa


" Sama-sama , Pangeran" Kata Sang Dewa membalas ucapan Terima kasih dari Phillip


Awan putih bergerak perlahan dan melayang di udara


Dalam perjalanan menuju istana , Phillip memikirkan bahan-bahan dan jenis apa saja yang akan di gunakan untuk membuat senjata jenis baru


" Dewa ..Saya berencana akan membuat senjata Termonuklir terbaru dengan hasil ledakan yang lebih dahsyat di bandingkan dengan ledakan yang di hasilkan oleh senjata-senjata yang biasanya" Ujar Phillip


Sang Dewa terkesima dengan ucapan Phillip


Dimana Cherry dan teman seusianya , Mungkin mereka menilai Phillip adalah anak yang cerdas dan periang


Namun bagi Freddy, Franky dan Sang Dewa ... Phillip adalah generasi penerus yang sangat handal


Seorang bocah berumur 8 tahun yang biasanya hanya bermain dan belajar, Namun dihadapan Sang Dewa , Phillip adalah bocah jenius yang kepintarannya setara dengan Professor


" Lalu apa yang bisa saya bantu , Pangeran?" Tanya Sang Dewa


" Saya membutuhkan bubuk mesiu yang bisa memicu reaksi fusi di atas 80 Mega (juta) ton TNT" Kata Phillip


" Apa?" Sang Dewa terkejut sambil memandang dengan mata terbuka lebar


" Senjata Termonuklir atau bom hidrogen adalah sebuah senjata nuklir yang memanfaatkan energi dari reaksi fusi nuklir utama untuk memadatkan dan mambakar reaksi fusi nuklir kedua , Hasilnya adalah sebuah ledakan yang lebih dahsyat dibandingkan dengan ledakan yang dihasilkan oleh senjata-senjata fusi satu tahap , Senjata Termonuklir ini biasanya disebut Bom Hidrogen atau di singkat H(H-Bomb)karena senjata tersebut menggunakan reaksi fusi pada isotop hidrogen dan tahapan fusi diperlukan untuk memicu reaksi fusi pada senjata tersebut" Jelas Phillip panjang lebar kepada Sang Dewa


Sekali lagi , Sang Dewa terkagum dengan pengetahuan Phillip tentang senjata termonuklir


" Kamu baru saja berumur 8tahun , Namun pengetahuan tentang senjata nuklir kamu begitu luas" Puji Sang Dewa


" Saya banyak belajar dari Daddy , Dewa...Daddy mengatakan bahwa senjata nuklir adalah senjata pemusnah massal yang mendapat tenaga dari reaksi nuklir dan mempunyai daya ledak yang sangat tinggi , dan senjata nuklir telah di gunakan hanya dua kali dalam pertempuran sebesar dua puluh kilo ribuan ton TNT , dan pada Abad 21 , Bom nuklir berdaya lebih 70 Mega (juta) ton TNT , Jadi saya akan membuat senjata melebihi dari daya 80mega " kata Phillip


" Tapi musuh membuat senjata biologi bukan senjata nuklir" Kata Sang Dewa


" Professor Takimaru yang akan membuat senjata biologi dan vaksinnya untuk keselamatan penduduk bumi, Tapi untuk menghancurkan musuh ,Saya yang akan membuat senjata nuklirnya" kata Phillip dengan sorot mata penuh api kemarahan

__ADS_1


" Baiklah....Bahan apa yang kamu butuhkan?Katakan saja , Saya akan mencarinya untuk anda" Kata Sang Dewa


" Baik , Setelah sampai saya akan mencatat bahan apa yang saya butuhkan untuk membuat senjata terbaru" Kata Phillip


" Baiklah" Kata Sang Dewa dengan tersenyum


" Terima kasih Dewa karena sudah banyak membantuku" kata Phillip dengan tersenyum manis


" Jangan berkata begitu , Kita memang sudah di takdir kan untuk bersama-sama membasmi musuh" Kata Sang Dewa


Phillip hanya tersenyum melihat ke arah Sang Dewa


Saat mereka sedang berbincang , dari kejauhan ada yang memanggil Phillip


" PHILLIP" Teriak nya dari kejauhan


Karena namanya di panggil , Phillip memutar wajahnya menoleh ke belakang


Begitu juga dengan Sang Dewa yang mengikuti arah pandang Phillip menoleh ke belakang


" Papi" Sahut Phillip dengan tersenyum bahagia


Sangking bahagianya , Phillip hampir tidak menyadari jika dia masih berada di atas awan dan sedang melayang di udara bersama awan


" Pangeran..." Panggil Sang Dewa sambil memegang lengan Phillip yang hampir melompat


Phillip tersenyum lalu berkata


" Saya bahagia melihat papi , Hingga lupa jika saya sedang melayang di udara"


" Pangeran....Kita jangan ke sana" Kata Sang Dewa


Phillip mengerutkan keningnya lalu bertanya


" Kenapa? Apa ada larangan dari langit, jika saya tidak boleh bertemu dengan papi saya?"


Sang Dewa memutar kepalanya lalu melihat ke arah Franky yang berdiri melayang sambil membawa pedang dan tersenyum


" Dia bukan Papi anda , Pangeran" Kata Sang Dewa

__ADS_1


__ADS_2