LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny

LONG DE CHUAN REN ( KETURUNAN NAGA). Author ; Chen Neny
BAB 13


__ADS_3

" Tenanglah Daddy...Alat itu sudah aman, Saya sudah meretas CCTV di semua bagian , Saya memasukkan data Repeater, Data palsu berupa gambar yang akan memperlihatkan gambar yang sama walaupun keberadaan mereka ada di sana " jelas Phillip


Freddy menganggukkan kepalanya dan tersenyum bahagia mendengar penjelasan putranya


" Phillip....Daddy bangga padamu, Dirimu adalah penerus ONG SEJATI, Papi mu pasti akan sangat bangga padamu" kata Freddy dengan mengelus kepala Phillip


" Terima kasih ,Daddy" Kata Phillip dengan tersenyum manis


Freddy dan Phillip memperhatikan Sang Dewa dan melangkah mendekati dewa lalu Phillip menggoyangkan bahu Sang Dewa


Sang Dewa yang merasa bahunya di goyang lalu memutar kepalanya melihat ke arah Phillip lalu tersenyum


" Mereka sedang memasang sesuatu di pintu ini" Bisik Sang Dewa saat kepada Phillip


Phillip tersenyum manis mendengar perkataan dari Sang Dewa


Phillip menghampiri Freddy lalu membisikkan sesuatu


" Daddy , Saya serahkan urusan ini kepada Daddy , Saya harus segera menemui profesor Takimaru sekarang" Kata Phillip


" Pergilah...Jangan khawatirkan apapun" Kata Freddy pada Phillip


Sang Dewa dan Phillip pun membuat diri mereka menghilang


Sebelum mereka ke tempat profesor Takimaru , Phillip yang sangat penasaran dengan kondisi kelinci tersebut , Akhirnya mereka sepakat singgah di tempat laboratorium tempat pria tua tersebut meracik obat


Phillip sangat tidak sabar untuk segera menyelamatkan kelinci yang malang itu


Dengan sekejap mata , Mereka sudah sampai ke tempat laboratorium


Dengan masih keadaan mereka tanpa dilihat oleh orang lain, Mereka masuk ke dalam dengan santai


Ruangan yang masih dihuni oleh manusia itu pun semua sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing


Tampak pria tua itu sedang beristirahat di sofa yang ada di sebuah ruangan yang tenang


Phillip menaikturunkan alisnya melihat ke arah Sang Dewa , Memberi kode pada Sang Dewa bahwa mereka akan memulai aksinya


Phillip dan Sang Dewa pun berjalan melewati lorong-lorong hingga tiba di pintu yang bertuliskan "PERCOBAAN"


Phillip memutar kepalanya melihat ke arah Sang Dewa lalu tiba-tiba mereka menghilang dan masuk ke dalam ruangan yang terdapat banyak binatang


Phillip melangkah perlahan sambil mencari kelinci yang sudah disuntik oleh pria tua tersebut

__ADS_1


Tampak olehnya seekor kelinci yang sedang terkulai lemah dilantai


Pandangan mata Phillip tertuju pada alat yang tergantung di langit-langit ruangan itu


Dengan kekuatannya yang tersembunyi , Phillip perlahan melayang di udara hingga berada tepat di depan alat tersebut


Seperti yang dilakukan pada CCTV di hotel , Phillip memasukan data Repeater pada alat tersebut


Setelah selesai mengotak-atik alat CCTV tersebut, Phillip dengan gesit masuk ke dalam kandang kelinci tersebut lalu menggendong Kelinci yang malang lalu bergegas keluar dari kandang tersebut


" Ayo kita pergi dari sini" Kata Phillip pada Sang Dewa sambil menggendong kelinci yang malang itu


Sang Dewa pun mengikuti langkah Phillip yang cepat meninggalkan ruangan itu


Phillip dan Sang Dewa yang tidak bisa di lihat oleh siapapun, Langsung melangkah keluar dan menghilang


Hanya butuh waktu beberapa detik , mereka sudah sampai di negara K , dan sudah berada di depan apartemen Professor Takimaru


Sang Dewa mengubah Phillip menjadi normal agar Professor Takimaru dapat melihat Phillip


" TOK "


" TOK"


" TOK"


" Phillip" Sahut Takimaru dari dalam saat mengintip dari lubang pintu apartemennya


Dengan cepat, Takimaru membuka pintu


" Phillip, Bukankah kamu sedang berada di sungai Yangtze bersama orang tua mu, Lalu ini?" Tanya Takimaru dengan bingung melihat Phillip menggendong seekor kelinci yang menutup matanya


Jarak negara K dengan sungai Yangtze membutuhkan waktu beberapa jam dan harus menggunakan pesawat terbang


Dan jika Phillip datang dari Sungai Yangtze tanpa orang tuanya , Bukankah sangat aneh karena bagi Takimaru apalagi membawa seekor kelinci


Walaupun Phillip anak yang jenius , Di bandara tidak akan membiarkan seorang anak kecil yang masih berusia di bawah 17 tahun untuk berpergian sendiri


" Kakek guru jangan khawatir, Saya ke sini bersama dengan kerabat Daddy , Dan saya juga harus segera mengunjungi anda karena kelinci ini " Jelas Phillip walau agak sedikit berbohong


" Anak ini bisa-bisanya membaca pikiran saya" Kata Takimaru dalam hati


" Baiklah...kita masuk" Ajak Takimaru pada Phillip dan menggandeng tangan Phillip masuk ke dalam apartemennya

__ADS_1


Phillip terus melangkah di ruang kerja Takimaru yang sudah tersedia beragam alat seperti yang ada di laboratorium


Phillip dengan hati-hati meletakkan kelinci yang malang itu atas kasur yang empuk yang ada di ruang kerja Takimaru


" Kakek guru , Kelinci ini sangat kasihan, Seseorang telah menyuntikkan sebuah virus racikan yang baru di buatnya tanpa membuat penawarnya" Jelas Phillip dengan sedih


" APA? Siapa yang begitu kejam pada kelinci ini?" Takimaru terkejut mendengar penuturan Phillip lalu melangkah cepat mendekati Phillip dan kelinci tersebut


" Siapa dia yang tega berbuat begitu kepada kelinci ini?" Tanya Takimaru sambil mengelus lembut badan kelinci tersebut


" Kami sedang menyelidikinya , Kakek guru...Apa Kakek guru bisa membuat penawar nya?" Tanya Phillip dengan penuh harapan


Takimaru sangat tersentuh oleh kebaikan Phillip yang sangat peduli walau hanya kepada seekor binatang


" Panas sekali badannya" Kata Takimaru saat memegang badan kelinci tersebut


" Semoga saya tidak terlambat menolongnya , Kakek guru" Kata Phillip yang tanpa sadar tiba-tiba setetes air mata mengalir dengan lancar di pipinya


" Semoga semua baik-baik saja , Phillip... Ambilkan alat infus dan pasang di badan kelinci agar saat sedang membuat penawarnya ,Dia bisa bertahan" Kata Takimaru


" Baik " Kata Phillip lalu bergegas berlari ke meja kerja Takimaru dan mengambil alat-alat medis yang di butuhkan


Setelah semua perlengkapan ada ditangannya , Phillip pun bergegas melangkah ke tempat kelinci tersebut


Takimaru mengambil suntik lalu menyuntikkan ke kulit kelinci tersebut


" Saya akan mengecek darahnya agar Saya bisa mengetahui racun apa yang masuk ke dalam darahnya...Phillip pasangkan selang dan biarkan dia beristirahat" Pesan Takimaru pada Phillip


" Baik , Kakek guru" Jawab Phillip


Setelah mengambil sampel darah dari kelinci tersebut , Takimaru pun lantas menuju meja kerjanya dan memeriksa darah kelinci yang malang itu


Sementara Phillip memasang infus di badan kelinci


" Kelinci , Bertahanlah...Kakek guru akan menyembuhkan mu.." Kata Phillip yang lagi-lagi meneteskan air mata saat menatap kelinci tersebut


Phillip terduduk lemas di kursi dekat sang kelinci tidur di kasur itu


Sang Dewa yang melihat hal tersebut , Lalu mengelus lembut bahu Phillip


Phillip yang tersadar akan keberadaan Sang Dewa lalu bertanya


" Adakah pil dewa untuk menyembuhkan kelinci yang malang ini?" Tanya Phillip dengan perasaan hancur

__ADS_1


" Hati mu begitu lembut sekali, Phillip" Kata Sang Dewa lalu memeluk Phillip


__ADS_2